3 ekor sapi dan 11 ekor kambing hewan qurban dari para warga Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Jalen Genteng Banyuwangi menjadi wujud istiqomah berbagi kepada warga sekitar dan lingkungan.
Penyembelihan hewan qurban PRM Jalen terlaksana pada Rabu (20/05/2026) usai pelaksanaan shalat Iduladha yang di tempatkan di sebelah Gedung Serba Guna Muhammadiyah (GSM) milik PRM Jalen.
Dukungan Emak-Emak Asiyiyah
PRM Jalen pada setiap tahunnya selalu melaksanakan penyembeliha hewan qurban dari warga Muhammadiyah sendiri yang berupa hewan sapi dan kambing.
Adapun untuk pengkorban sapi berlangsung dengan sistem iuran, yaitu seekor sapi di tanggung oleh tujuh orang, sedangkan untuk hewan kurban kambing sifatnya individu.
Setiap tahunnya jumlah hewan qurban PRM Jalen selalu berubah, tergantung dengan kondisi ekonomi warga Muhammadiyah PRM Jalen sendiri.
Dalam penyembelihan hewan qurban PRM selalu membentuk panitia yang melibatkan seluruh jama’ah. Mulai dari bapak-bapak, pemuda hingga emak-emak Aisyiyah yang selalu mendukung dengan menyediakan sekedar teh, kopi dan makanan seadanya.
Untuk mendukung kegiatan penyembelihan hewan qurban, panitia telah berkoordinasi dengan emak-emak menyediakan konsumsi ringan dan berat.
Untuk konsumsi makanan berat, emak-emak Aisyiyah menyediakan sayuran pecel, tempe goreng, dadar jagung dan dadar telur.
“Semua biaya kita ambilkan dari dana administrasi pengkorban dan dana sosial Ranting dan seluruh panitia yang terlibat (Pekotheh) dilarang mengambil daging kurban tanpa sepengetahuan panitia” ujar Ketua Panitia Iduladha yang juga menjabat bendahara PRM Jalen, Zaenul Arifin.
Istiqomah Berbagi
Konon sejak keberadaan Persyarikatan Muhammadiyah di sebuah wilayah kampung kecil yang bernama dusun Jalen, Sang pendiri bernama KH Mu’arif selalu menyelenggarakan penyembelihan hewan qurban. Meskipun awalnya hanya seekor kambing dan itu berjalan selama bertahun-tahun.
Seluruh daging qurban dibagikan kepada warga sekitar mushala Miftahul Jannah, satu-satunya mushalla dengan dinding dari bambu saat itu.
Musholla tersebut menjadi sebagai saksi bisu atau cikal bakal keberadaan Muhammadiyah di Jalen (kini PRM Jalen).
“Mari kita pertahankan berbagi kebiasaan pendahulu sebagai bentuk syi’ar kita kepada seluruh masyarakat sekitar sesama muslim” pesan penasehat Ranting HNawachid di sela-sela rapat dua hari menjelang Iduladha.
Mushalla Miftahul Jannah masih bertahan hingga kini dan masih berfungsi sebagai pusat kajian tafsir al-Qur’an dan hadits yang diasuh oleh putra mendiang KH Mu’arif, Ustadz Mahur Ashari.
Seiring perjalanan waktu kini PRM Jalen telah terus berkembang dengan beberpa Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Mulai dari TK ABA 7, SD Muhammadiyah 9, TPA Sahabat, Madrasah Diniyah (Madin) Darul Falah dan Panti Asuhan Nurul Falah.
Mengikuti jejak sang pendiri Muhammadiyah Ranting Jalen, hingga saat ini PRM Jalen terus beristiqomah mempertahankan tradisi berbagi. Di antaranya saat pembagian daging qurban kepada semua masyarakat sekitar di luar warga Muhammadiyah. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments