Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Di Tengah Harga Sembako Naik, Pengajian Umum Ahad Pagi Al-Furqon Mlirip Jetis Mojokerto Tak Hanya Hadirkan Kajian Tapi Juga Aksi Sosial

Iklan Landscape Smamda
Di Tengah Harga Sembako Naik, Pengajian Umum Ahad Pagi Al-Furqon Mlirip Jetis Mojokerto Tak Hanya Hadirkan Kajian Tapi Juga Aksi Sosial
Direktur Muhammadiyah Boarding School (MBS) Jombang, Drs. H. Abdul Qodir, M.A., menyampaikan materi dalam Pengajian Umum Ahad Pagi di Masjid Al-Furqon Muhammadiyah Mlirip, Jetis, Mojokerto/PWMU.CO)
pwmu.co -

Kenaikan harga kebutuhan pokok yang dirasakan masyarakat belakangan ini menjadi perhatian Takmir Masjid Al-Furqon Muhammadiyah Mlirip, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto. Melalui Pengajian Umum Ahad Pagi yang digelar pada Ahad (19/7/2026), masjid tidak hanya menghadirkan kajian keislaman, tetapi juga menyalurkan bantuan sembako kepada warga sekitar sebagai bentuk kepedulian sosial.

Pengajian Umum Ahad Pagi yang telah memasuki penyelenggaraan ke-2 tersebut mengangkat tema “Berbahagia di Usia Senja” dengan menghadirkan Direktur Muhammadiyah Boarding School (MBS) Jombang, Drs. H. Abdul Qodir, M.A., sebagai narasumber.

Sejak pukul 06.00 WIB, jamaah mulai berduyun mendatangi Masjid Al-Furqon yang berada di Dusun Clangap, Desa Mlirip, Kecamatan Jetis. Selain diikuti warga sekitar, pengajian juga dihadiri jamaah dari sejumlah wilayah di Mojokerto. Bahkan, dalam daftar kehadiran tampak ada beberapa jamaah datang dari Kabupaten Jombang untuk mengikuti kajian sekaligus mempererat silaturahmi dengan warga Muhammadiyah di Jetis.

Sebelum kajian dimulai, takmir masjid lebih dahulu membagikan paket sembako kepada warga sekitar yang telah terdata sebagai penerima manfaat. Penyaluran bantuan dilakukan secara sederhana dan tertib sebagai bentuk kepedulian masjid terhadap masyarakat yang tengah menghadapi tekanan ekonomi akibat meningkatnya harga berbagai kebutuhan pokok.

Fungsi Masjid: Pelayanan Umat

Ketua Takmir Masjid Al-Furqon, Tri Febriandi Amrulloh mengatakan bahwa Pengajian Umum Ahad Pagi tidak hanya dimaksudkan sebagai forum penyampaian ilmu keagamaan, tetapi juga menjadi ikhtiar mengembalikan fungsi masjid sebagai pusat pelayanan umat.

“Masjid tidak cukup hanya ramai saat shalat berjamaah. Kehadirannya juga harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Karena itu, kami berusaha menggabungkan majelis ilmu dengan aksi sosial agar dakwah tidak berhenti pada ceramah, tetapi hadir dalam bentuk amal nyata,” ujarnya.

Menurutnya, pembagian sembako merupakan langkah sederhana yang dilakukan pengurus sebagai bentuk kepedulian kepada warga sekitar, terutama di tengah naiknya harga kebutuhan pokok. Harapannya, keberadaan masjid dapat menjadi penguat solidaritas sosial sekaligus menghadirkan solusi, meskipun dalam skala yang masih terbatas.

Pengajian Ahad Pagi sendiri menjadi salah satu agenda rutin yang terus diinovasi Takmir Masjid Al-Furqon sejak masjid tersebut kembali aktif setelah sempat mengalami kevakuman selama lebih dari lima tahun. Program ini dirancang untuk menghidupkan kembali fungsi masjid sebagai pusat ibadah, pendidikan, dakwah, sekaligus pemberdayaan masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Abdul Qodir selaku narasumber mengajak jamaah untuk memandang usia senja sebagai fase kehidupan yang penuh keberkahan apabila diisi dengan amal saleh dan kedekatan kepada Allah SWT.

SMPM 5 Pucang SBY

“Bertambahnya usia tidak seharusnya dipahami sebagai masa penurunan semata, melainkan kesempatan memperbanyak ibadah, memperbaiki hubungan dengan sesama, serta menyiapkan bekal terbaik menuju kehidupan akhirat.” Imbuhnya

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga semangat berbuat baik sepanjang hayat. Lansia tetap dapat memberikan kontribusi bagi keluarga, lingkungan, maupun persyarikatan sesuai kemampuan yang dimiliki. Dengan demikian, usia senja menjadi masa yang membahagiakan karena dipenuhi aktivitas yang bernilai ibadah dan bermanfaat bagi orang lain.

Fasilitas untuk Jamaah

Selain kajian, takmir masjid menyediakan fasilitas kepada jamaah yang hadir berupa sarapan pagi lengkap dengan teh hangat yang dapat dinikmati seluruh jamaah seusai mengikuti pengajian. Bagi pengurus takmir, penyediaan konsumsi bukan sekadar pelengkap kegiatan. Kebersamaan yang terbangun sebelum maupun sesudah pengajian menjadi bagian penting dalam mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap masjid.

Semangat tersebut sejalan dengan slogan yang terus diusung Masjid Al-Furqon, yakni “Mencerahkan Umat Lewat Amal Nyata.” Melalui berbagai program yang memadukan dakwah, pendidikan, dan pelayanan sosial, pengurus berharap masyarakat semakin merasakan bahwa masjid merupakan ruang bersama yang mampu menghadirkan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.

Tri menambahkan, ukuran kemakmuran masjid tidak hanya ditentukan oleh megahnya bangunan atau banyaknya jamaah yang hadir saat shalat berjamaah. Lebih dari itu, masjid perlu menjadi pusat solusi bagi persoalan yang dihadapi masyarakat di sekitarnya.

“Ketika kondisi ekonomi sedang tidak mudah, masjid harus berusaha hadir sesuai kemampuan yang dimiliki. Mungkin bantuan yang diberikan belum besar, tetapi kami berharap bisa menjadi penyemangat para donatur dan bukti bahwa masjid peduli terhadap warganya,” katanya.

Melalui penyelenggaraan Pengajian Umum Ahad Pagi yang dipadukan dengan aksi sosial, Takmir Masjid Al-Furqon berharap kehadiran masjid semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Program yang digelar setiap Ahad ketiga setiap bulan itu juga diharapkan menjadi sarana memperkuat syiar Muhammadiyah di Kecamatan Jetis sekaligus membangun tradisi dakwah yang mencerahkan, inklusif, dan membumi. (*)

Revisi Oleh:
  • Amanat Solikah - 19/07/2026 18:29
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu