Forum Taman Bacaan Masyarakat (FTBM) Bojonegoro terus menguatkan budaya literasi melalui kegiatan bedah buku Ledakan Idemu Sebelum Kepalamu Meledak yang menghadirkan Duta Baca Indonesia, Gol A Gong, di Cafe Kandalisada, Desa Kalianyar, Bojonegoro, Senin (20/7/2026).
Kegiatan yang menjadi rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) FTBM ke-21 tersebut diikuti sekitar 50 pegiat literasi dari berbagai taman bacaan masyarakat, komunitas, serta penggerak literasi di Kabupaten Bojonegoro.
Suasana berlangsung hangat dan interaktif karena para peserta berkesempatan berdialog langsung dengan tokoh yang telah lama mengabdikan diri dalam gerakan literasi nasional.
Dalam kesempatan itu, Gol A Gong, yang juga pernah menjabat sebagai Ketua Forum Taman Bacaan Masyarakat (FTBM) Pusat, membagikan pengalaman, gagasan, dan motivasi mengenai pentingnya menulis sebagai sarana menuangkan ide sekaligus membangun peradaban.
Menurutnya, setiap orang memiliki gagasan yang layak dibagikan sehingga keberanian untuk menulis harus terus dilatih dan dibiasakan.
Ketua FTBM Bojonegoro, Dwi Anjarwati, mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyukseskan kegiatan tersebut.
Ia menilai kehadiran Gol A Gong menjadi penyemangat baru bagi para pegiat literasi di Bojonegoro.
“Kehadiran Mas Gol A Gong menjadi energi positif bagi kami. Semoga semakin banyak pegiat literasi yang terus bergerak, berkolaborasi, dan menghadirkan ruang-ruang baca yang hidup di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, perkembangan teknologi digital menghadirkan tantangan baru bagi gerakan literasi sehingga diperlukan sinergi antara komunitas, pemerintah, dunia pendidikan, dan masyarakat.
“Literasi bukan hanya tanggung jawab pegiat literasi, tetapi menjadi tanggung jawab bersama. Dukungan dari pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat sangat dibutuhkan agar gerakan literasi terus berkembang dan memberikan dampak nyata,” tambahnya.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Perpusip) Kabupaten Bojonegoro yang diwakili Titis, Kepala Bidang Perpustakaan, turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya bedah buku sekaligus peringatan HUT FTBM ke-21.
Menurutnya, usia 21 tahun merupakan fase yang produktif bagi FTBM untuk terus berinovasi dan menghadirkan berbagai program penguatan literasi yang kreatif, adaptif, serta menjangkau lebih banyak masyarakat.
Selain memperoleh wawasan mengenai proses kreatif menulis, para peserta juga memperkuat jejaring antarkomunitas literasi.
Diskusi berlangsung aktif dengan berbagai pembahasan mengenai strategi membangun budaya membaca, mengelola taman bacaan masyarakat, hingga menghasilkan karya yang mampu menginspirasi masyarakat luas.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa semangat literasi di Bojonegoro terus tumbuh melalui kolaborasi antara pegiat literasi, pemerintah daerah, dan tokoh nasional.
Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat gerakan literasi sehingga budaya membaca dan menulis semakin mengakar di tengah masyarakat.





0 Tanggapan
Empty Comments