Jalan Santai Masyarakat dan Santri (Masyan) dalam rangka Dasawarsa ke-4 Pondok Pesantren Al-Ishlah turut menggerakkan aktivitas ekonomi warga Sendangagung dan sekitarnya, Ahad (13/9/2026). Selain menyediakan enam tenda bazar, panitia memesan 2.000 bungkus Sego Muduk dari penjual di Desa Sendangagung untuk dibagikan kepada peserta.
Kegiatan jalan santai tersebut diikuti lebih dari 5.000 peserta. Rombongan memadati kompleks Pondok Pesantren Al-Ishlah hingga kawasan Gerbang Utama atau G-1 dan jalan raya di sekitar lokasi.
Besarnya jumlah peserta membuka peluang bagi warga untuk menawarkan berbagai produk makanan, minuman, dan kebutuhan lainnya. Aktivitas perdagangan terlihat di dalam maupun di luar kompleks pondok selama rangkaian kegiatan berlangsung.
Untuk mendukung kegiatan ekonomi di dalam kompleks, panitia menyediakan enam tenda bazar. Bazar tersebut bekerja sama dengan sponsor dan pelaku UMKM binaan. Berbagai produk makanan, minuman, serta suvenir bertema Dasawarsa ke-4 Al-Ishlah dijajakan kepada peserta dan tamu undangan.
Sementara itu, warga sekitar juga membuka lapak secara mandiri di sepanjang jalan raya sisi barat kompleks pondok. Sejumlah pedagang menawarkan mainan anak, gorengan, bakso, es degan, dan berbagai makanan serta minuman lainnya.
Lapak-lapak tersebut menjadi pilihan peserta untuk membeli makanan dan minuman setelah mengikuti jalan santai. Kehadiran ribuan peserta membuat kawasan sekitar pondok menjadi lebih ramai dibandingkan hari biasa.
Panitia Pesan 2.000 Bungkus Sego Muduk
Bendahara Panitia Dasawarsa ke-4 Al-Ishlah, Hj. Freti Fatmawati, mengatakan panitia berupaya melibatkan warga lokal dalam pemenuhan kebutuhan kegiatan. Salah satunya melalui pemesanan konsumsi dari penjual di Desa Sendangagung.
“Tidak hanya itu, karena Jalan Santai Masyan ini ada pembagian Muduk gratis, maka panitia juga memesan Muduk 2000 bungkus dari penjual yang ada di Desa Sendangagung,” ungkap Freti.
Ia menjelaskan, jumlah tersebut belum termasuk konsumsi untuk tamu undangan. Panitia juga membeli kebutuhan konsumsi tamu dari warga sekitar.
“Belum untuk tamu VVIP, mereka kita suguhi dengan Sego Muduk ditambah lauk cumi-cumi, pindang, tempe, rempeyek, telur, dan kerang, semua beli dari warga sekitar,” imbuhnya.
Pemesanan konsumsi dalam jumlah besar tersebut memberikan ruang bagi penjual makanan lokal untuk terlibat langsung dalam kegiatan pesantren. Selain menerima pesanan Sego Muduk, warga juga memperoleh kesempatan menawarkan dagangan melalui lapak yang dibuka di sekitar lokasi.
Kegiatan ekonomi tidak hanya berlangsung melalui transaksi makanan dan minuman. Sejumlah warga juga memanfaatkan keramaian acara dengan menjual mainan anak dan berbagai kebutuhan peserta. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kegiatan dengan jumlah peserta besar dapat menjadi ruang pertemuan antara penyelenggara, pelaku usaha, dan masyarakat sekitar.
Jalan Santai Masyan menjadi bagian dari rangkaian peringatan Dasawarsa ke-4 Pondok Pesantren Al-Ishlah. Kegiatan ini mempertemukan santri, alumni, wali santri, tamu undangan, dan masyarakat dalam satu agenda bersama.
Melalui penyediaan bazar dan pemesanan konsumsi dari warga, rangkaian kegiatan tersebut turut melibatkan pelaku usaha lokal. Aktivitas ini mempertemukan kebutuhan acara pesantren dengan produk yang disediakan masyarakat Desa Sendangagung dan sekitarnya. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments