Rumah oksigen Muhammadiyah di Kalimantan Tengah mencatat 793 kunjungan warga pada 18 Agustus hingga 10 Oktober 2026. Layanan melalui program Indonesia Siaga ini menjadi bagian dari respons Muhammadiyah terhadap dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Melalui Pos Komando dan Koordinasi Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Tengah, Muhammadiyah mengoordinasikan penanganan darurat bersama Lembaga Resiliensi Bencana (MDMC), Lazismu, organisasi otonom (Ortom), amal usaha Muhammadiyah (AUM), serta mitra lainnya.
Ketua Pos Koordinasi (Poskor) Inayati Muharini mengatakan, pendataan dan pencatatan layanan dalam program Indonesia Siaga masih berlangsung. Selain membantu pemadaman dan pendinginan, relawan Muhammadiyah menyiagakan rumah oksigen, mobil oksigen, layanan kesehatan lapangan, pembagian masker, serta layanan nutrisi dan edukasi bagi warga terdampak.
Menurut laporan layanan rumah oksigen Muhammadiyah se-Kalimantan Tengah, sebanyak 793 kunjungan tercatat selama periode 18 Agustus hingga 10 Oktober 2026. Layanan tersebut menjadi salah satu upaya Muhammadiyah membantu masyarakat menghadapi dampak kabut asap.
Rumah Oksigen di Palangka Raya
Inayati menjelaskan, rumah oksigen dan pos layanan Muhammadiyah di Kota Palangka Raya tersedia di sejumlah lokasi dengan jam operasional berbeda.
“Rumah oksigen diterus di siapkan untuk masyarakat Kalimantan Tengah, diantaranya rumah oksigen PWM kalteng, beralamat di Jl. RTA Milono atau di komplek perguruan Muhammadiyah buka dari jam 08.00 -16.00 wib, posyan Muhammadiyah Palangka Raya, Jl. Damang Batu, No. 20 A buka 24 jam, posyan APHI – MDMC Kalteng, Jl. Beruk Angis No.16, buka jam 08.00 -16.00 wib, semua rumah oksigen ini berada di Kota Palangka Raya,” ujarnya.
Berdasarkan keterangan tersebut, Rumah Oksigen PWM Kalteng di kompleks Perguruan Muhammadiyah, Jalan RTA Milono, serta Posyan APHI–MDMC Kalteng di Jalan Beruk Angis Nomor 16 beroperasi pukul 08.00–16.00 WIB. Sementara itu, Posyan Muhammadiyah Palangka Raya di Jalan Damang Batu Nomor 20A melayani warga selama 24 jam.
Lazismu Kalteng Jalankan Program Indonesia Siaga
Manager Area Lazismu Kalimantan Tengah, Kurniawan, mengatakan pendirian rumah oksigen merupakan bentuk kepedulian Muhammadiyah terhadap masyarakat yang terdampak kabut asap. Dalam program Indonesia Siaga, layanan rumah oksigen juga disebut tersedia di sejumlah wilayah, yakni Kota Palangka Raya, Kotawaringin Timur, Muara Teweh, Kasongan, dan Kotawaringin Barat.
“Rumah Oksigen ini merupakan bentuk kepedulian Muhammadiyah kepada masyarakat, kami ingin hadir dan membantu warga yang terdampak kabut asap, khususnya mereka yang mengalami gangguan kesehatan, keberadaan rumah oksigen tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, baik warga, donatur maupun unsur Muhammadiyah dan organisasi otonom (Ortom),” ujarnya.
Lazismu Kalteng juga membuka penghimpunan donasi melalui program Indonesia Siaga untuk mendukung upaya penanganan dampak karhutla. Masyarakat yang ingin menyalurkan infak dan sedekah dapat menghubungi Lazismu Kalteng melalui nomor konfirmasi donasi yang disediakan lembaga tersebut. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments