Kajian Inspirasi Subuh (KIS) yang rutin diselenggarakan di Masjid Attaqwa Pogot Surabaya, Rabu (29/7/2026), kembali dipadati jamaah.
Dalam kajian yang diasuh Ust. Muchamad Arifin tersebut, tema “Islam Menjanjikan Kebahagiaan Selamanya, Bukan Sesaat” diangkat sebagai pengingat bahwa ajaran Islam menawarkan kebahagiaan yang hakiki, berbeda dengan kenikmatan sesaat yang ditawarkan oleh narkoba dan berbagai perilaku berisiko.
Mengawali kajiannya, Ust. Muchamad Arifin mengajak jamaah merenungkan firman Allah Swt.:
“Tetapi kehidupan akhirat itu lebih baik dan lebih kekal.” (QS. Al-A’la: 17).
Menurutnya, ayat tersebut mengajarkan bahwa seorang muslim tidak boleh tertipu oleh kesenangan sesaat yang justru menghancurkan masa depan. Salah satu contohnya adalah penyalahgunaan narkoba yang kerap diawali dengan rasa ingin tahu, tekanan pergaulan, atau keinginan mencari pelarian dari berbagai persoalan hidup.
“Narkoba menjanjikan kebahagiaan sesaat, tetapi yang diterima penggunanya adalah sengsara berkepanjangan. Islam justru mengajarkan kebahagiaan yang menenteramkan hati di dunia dan menyelamatkan kehidupan di akhirat,” ujar Ust. Arifin.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyoroti meningkatnya perhatian masyarakat terhadap kasus HIV yang ditemukan pada kelompok usia remaja dan produktif. Menurutnya, persoalan tersebut harus menjadi perhatian bersama melalui pendekatan edukasi, pembinaan keluarga, dan penguatan nilai-nilai agama.
Ust. Arifin menjelaskan bahwa HIV dapat menular melalui beberapa cara, di antaranya penggunaan jarum suntik secara bergantian pada penyalahgunaan narkoba serta hubungan seksual yang berisiko. Karena itu, upaya pencegahan harus dilakukan sejak dini dengan membangun kesadaran masyarakat, terutama generasi muda, agar menjauhi perilaku-perilaku yang dapat meningkatkan risiko penularan.
“Ketika jarum suntik dipakai bergantian oleh pengguna narkoba, maka apabila salah satu telah terinfeksi HIV, virus dapat berpindah kepada pengguna lainnya. Inilah salah satu dampak buruk penyalahgunaan narkoba yang sering kali tidak disadari oleh para korbannya,” jelasnya.
Ia menambahkan, Islam telah memberikan peringatan agar manusia tidak membahayakan dirinya sendiri maupun orang lain. Allah Swt. berfirman:
“Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan.” (QS. Al-Baqarah: 195).
Ayat tersebut, menurutnya, menjadi landasan penting agar umat Islam menjaga kesehatan, akal, dan kehormatan diri dengan menjauhi segala bentuk penyalahgunaan narkoba serta perilaku yang membahayakan.
Panggilan akrab Ust. Arifin itu juga mengajak para orang tua untuk tidak hanya menyerahkan pendidikan anak kepada sekolah, tetapi menjadikan keluarga sebagai benteng utama dalam membangun karakter, akhlak, dan ketahanan moral. Komunikasi yang hangat, keteladanan orang tua, serta pendidikan agama yang kuat dinilai menjadi modal penting agar anak-anak tidak mudah terpengaruh oleh narkoba maupun pergaulan yang berisiko.
“Ngaji tentang narkoba dan HIV bukan untuk menakut-nakuti masyarakat, tetapi untuk membangun kesadaran. Semakin dini kita memahami risikonya, semakin besar peluang kita melindungi diri, anak-anak, dan keluarga dari bahaya yang dapat menghancurkan masa depan,” pesannya.
Kajian Inspirasi Subuh (KIS) Masjid Attaqwa Pogot Surabaya terus menghadirkan tema-tema aktual yang menjawab persoalan umat. Selain memperdalam pemahaman keislaman, forum ini juga menjadi media edukasi masyarakat agar mampu menghadapi berbagai tantangan sosial dengan berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an dan Sunnah. Melalui kajian seperti ini, diharapkan tumbuh kesadaran kolektif untuk menjaga diri, keluarga, dan generasi muda dari ancaman narkoba, HIV, serta berbagai perilaku yang merusak masa depan. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments