
PWMU.CO – Kajian rutin di Masjid At-Taqwa Pandan, Genteng, Banyuwangi, mengajak jamaah untuk lebih mendekatkan diri kepada al Quran. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu (30/4/2025) menjelang waktu Maghrib.
Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Ainur Rofiq MPdI menyampaikan ceramah di hadapan jamaah yang terdiri dari warga Muhammadiyah Ranting Kembiritan dan jamaah setempat. Pengajian dimulai pukul 17.45.
Mengawali ceramahnya, dai asal Setail itu mengajak jamaah untuk bersyukur kepada Allah Swt. karena masih diberi kesempatan untuk menghadiri majelis ilmu. “Mudah-mudahan taklim kita malam ini membawa banyak berkah dari Allah,” ujarnya.
Menurutnya, pengajian seperti ini merupakan salah satu bentuk taklim yang juga merupakan sunnah Nabi Muhammad Saw. Ia menjelaskan, setelah shalat Maghrib Nabi biasa mengadakan taklim bersama para sahabat hingga shalat Isya. Setelah itu, beliau pulang dan tidur lebih awal.
“Jadi, program tidur lebih awal yang dicanangkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah juga sejalan dengan sunnah Nabi,” jelasnya. Nabi kemudian bangun menjelang sahur untuk shalat malam, lalu tidur sebentar dan bangun lagi saat azan Subuh berkumandang.
Ainur Rofiq menekankan pentingnya menjadikan al Quran sebagai pedoman hidup. Ia menganalogikan hal ini dengan sepeda motor yang selalu disertai buku panduan.
“Kita ini umat Islam. Pedomannya adalah al Quran,” tegasnya. “Siapa yang hidupnya sesuai al Quran, insya Allah akan selamat dunia dan akhirat.”
Ia juga mengingatkan bahwa al Quran adalah warisan Nabi terakhir, sehingga semua tuntunan sudah lengkap termaktub di dalamnya. “Tak perlu mencari ke kitab-kitab sebelumnya,” lanjutnya.
Menurut alumnus Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surabaya ini, kedekatan dengan al Quran akan membawa ketenteraman dan kemuliaan hidup, serta syafaat di hari akhir sebagaimana dijelaskan dalam hadits riwayat Muslim dari Abu Umamah ra.
“Biasakan membaca al Quran, tapi jangan buru-buru. Bacalah dengan tartil,” pesannya. Ia mencontohkan sahabat Ali bin Abi Thalib ra yang mahir membaca dan memahami al Quran hingga mendapatkan kemuliaan mempersunting putri Nabi, Fatimah.
Menutup ceramah, ia mengajak jamaah untuk memperluas pemahaman keislaman dengan membaca kitab-kitab pendukung, seperti Asbabun Nuzul dan Riyadus Shalihin. (*)
Penulis Taufiqur Rohman Editor M Tanwirul Huda





0 Tanggapan
Empty Comments