TK ABA III Ade Irma Suryani memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dengan tema “Cinta Rasul, Teladani Akhlaknya, Wujudkan Generasi Berkarakter Qurani”, Rabu (26/8/2026). Kegiatan tersebut diikuti seluruh siswa dan guru. Berbeda dengan peringatan tahun lalu, Maulid Nabi tahun ini dikemas dengan berbagai kegiatan edukatif dan menarik.
Sejak pukul 07.00 WIB, para siswa berkumpul di ruang tengah salah satu kelas untuk mendapatkan materi seputar kelahiran Nabi Muhammad SAW serta mengikuti hafalan surat-surat pendek untuk kelompok A dan B. Kegiatan dipandu oleh Aisyatur Rofikhoh, S.Pd.I. dan Vivin Ummu Salma, A.Ma.Pd. Selain hafalan, guru juga mengajak siswa mengikuti ice breaking agar anak-anak lebih fokus dan bersemangat mengikuti kegiatan.
Sementara itu, guru lainnya menyiapkan paket sedekah sayuran yang telah dikumpulkan dari berbagai kelas. Siswa Kelas A1 membawa terong, Kelas A2 membawa kacang panjang, Kelas B1 membawa wortel, dan Kelas B2 membawa kentang.
Sayuran yang telah terkumpul kemudian dikemas dengan mencampurkan berbagai jenis sayuran dari empat kelas. Sebanyak 55 paket sayuran berhasil disiapkan untuk dibagikan.
Operet Kisah Kelahiran Nabi SAW
Setelah kegiatan pra-Maulid, para siswa duduk berjajar dengan rapi untuk menyaksikan operet yang digelar di teras kelas. Kegiatan tersebut dipandu oleh Hendriani Okvinasari, S.Pd.
“Marilah kita kenalkan tokoh-tokoh yang akan diperankan oleh Bunda Mardianti Agustin, S.Pd. dan Bunda Navisah Nur Savitri, S.Pd.,” ucapnya dengan semangat sambil bertepuk tangan.
Operet dimulai dengan pengenalan latar dan waktu terjadinya kisah, yaitu Kota Mekkah pada Tahun Gajah.
Para siswa tampak antusias menyaksikan pertunjukan. Mereka mendengarkan dengan tertib dan memberikan tepuk tangan riuh ketika para pemeran tampil di panggung kecil.
Operet ditutup dengan berselawat yang dipandu oleh para guru.
Setelah itu, siswa menikmati kue dan beristirahat selama sekitar 30 menit sebelum mengikuti kegiatan berikutnya, yaitu membuat kolase.
Kolase Cinta Rasul
Kegiatan kolase mengambil tema “Cinta Rasul”. Guru menyiapkan kaligrafi tulisan Muhammad berukuran A3 di tujuh meja.
Setiap meja diisi enam hingga tujuh anak yang terdiri atas gabungan siswa Kelompok A dan B. Kegiatan kolaborasi tersebut bertujuan mendekatkan anak-anak sekaligus menguji kekompakan mereka.
Berbagai media digunakan untuk membuat kolase, mulai dari bubur kertas bekas yang dicampur lem, biji-bijian, hingga kertas warna.
Suasana pun dipenuhi celoteh anak-anak. Dalam prosesnya, sempat terjadi perselisihan kecil.
“Bund, lihat, Bund, kertasnya ditumpahkan ke lem sama Adek Fara!” geram Gala saat mengadu kepada guru.
“Iya, ini Adek dari tadi campur-campur terus, rusak deh karyaku,” tambahnya.
Guru kemudian segera mengarahkan dan menenangkan anak-anak. Satu per satu kelompok akhirnya menyelesaikan karya kolase mereka dan mengabadikannya melalui foto.
Berbagi Paket Sayuran
Kegiatan berbagi paket sayuran menjadi puncak acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Sayuran yang telah dikemas dan diberi stiker ditata rapi di depan sekolah. Banner kegiatan juga telah dipasang sebagai bagian dari persiapan berbagi.
Anak-anak membagikan paket sayuran sesuai dengan kelas masing-masing. Mereka dibantu para guru untuk menghentikan pengendara yang melintas. Dengan senyum ceria, anak-anak memberikan bingkisan kepada para penerima meskipun harus berbagi di bawah terik matahari.
Penerima paket sayuran tampak antusias dan banyak yang mengucapkan terima kasih kepada anak-anak. Sebelum pulang, para siswa menyempatkan diri untuk berfoto bersama sesuai kelas masing-masing dan menikmati makan siang bersama. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments