Sulap kotoran ayam jadi pupuk organik, mahasiswa KKN P 46 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) mengembangkan inovasi pengolahan limbah peternakan melalui program “Komposa: Dari Kandang ke Ladang” di Desa Gondangg pada Ahad, (23/8/2026).
Program tersebut menghadirkan edukasi pembuatan pupuk kompos organik dari limbah kotoran ayam sekaligus penyerahan bibit tanaman cabai untuk mendukung ketahanan pangan masyarakat desa.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk respons mahasiswa terhadap kondisi lingkungan di Desa Gondang yang memiliki potensi limbah peternakan, khususnya kotoran ayam, namun belum dimanfaatkan secara maksimal.
“Limbah yang belum terkelola dengan baik dapat menimbulkan persoalan lingkungan, seperti bau tidak sedap dan berkurangnya kenyamanan masyarakat sekitar,” ujar Bima Satria, Ketua KKN.
Melalui program kerja tersebut, ia dan tim mengajak kelompok tani Desa Gondang untuk melihat limbah peternakan sebagai sumber daya yang dapat diolah menjadi produk bermanfaat.
“Kotoran ayam yang sebelumnya dianggap sebagai limbah, kami perkenalkan sebagai bahan dasar pupuk organik yang mampu membantu meningkatkan kesuburan tanah,” terangnya.
Jadi Inovasi Ramah Lingkungan
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memperkenalkan produk pupuk organik bernama Komposa atau Kompos Organik Kotoran Ayam. Produk ini menjadi bentuk inovasi sederhana yang menghubungkan aktivitas peternakan dengan kebutuhan pertanian masyarakat.
Melalui tema “Dari Kandang ke Ladang”, mahasiswa memberikan pemahaman bahwa limbah peternakan tidak harus berakhir sebagai permasalahan lingkungan.
“Dengan pengolahan yang tepat, limbah tersebut dapat dimanfaatkan kembali untuk mendukung pertumbuhan tanaman,” terang Bima.
Selain memberikan edukasi pengolahan pupuk, tambahnya, tim KKN juga menyerahkan bibit tanaman cabai kepada kelompok tani Desa Gondang. Penyerahan bibit tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong masyarakat untuk memanfaatkan lahan sekaligus memperkuat ketahanan pangan tingkat desa.
“Insyaallah ilmu yang kita berikan bisa bermanfaat ke depannya untuk Desa Gondang, terutama dalam pengolahan pupuk dari limbah kotoran ayam,” ujarnya.
Kelompok Tani Apresiasi Pendampingan
Program tersebut mendapatkan apresiasi dari kelompok tani Desa Gondang. Supardi, salah satu perwakilan kelompok tani, menyampaikan bahwa pendampingan dari mahasiswa memberikan wawasan baru bagi masyarakat mengenai pemanfaatan limbah peternakan.
Menurutnya, sebelum adanya kegiatan tersebut, masyarakat belum memahami cara mengolah kotoran ayam agar dapat digunakan sebagai pupuk. Akibatnya, limbah tersebut banyak dibiarkan dan tanaman yang dibudidayakan mengalami kendala pertumbuhan.
“Alhamdulillah, dengan kedatangan KKN ini kami dibina mengenai cara mengolah pupuk dari limbah kotoran ayam. Sebelumnya kami tidak tahu cara mengolahnya sehingga banyak tanaman yang mati,” ungkap Supardi.
Ia berharap ilmu yang diberikan mahasiswa dapat terus diterapkan oleh masyarakat Desa Gondang sehingga pengolahan limbah peternakan dapat dilakukan secara mandiri. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments