Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 di Kabupaten Sidoarjo berlangsung semarak di Kampung Lali Gadget, Dusun Bendet, RT 02/RW 03, Pagerngumbuk, Kecamatan Wonoayu, Rabu (26/8/2026).
Mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”, kegiatan ini menghadirkan ruang bermain yang mendorong anak untuk aktif, kreatif, dan mengenal kembali beragam permainan tradisional.
Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan, di antaranya perwakilan PAUD dan TK termasuk TK Aisyiyah di sekitar lokasi, serta siswa SD negeri dan swasta.
Kehadiran para peserta dari berbagai satuan pendidikan menjadi bagian dari semangat bersama dalam memperingati HAN sekaligus memberikan kesempatan kepada anak untuk mendapatkan pengalaman bermain dan belajar dalam suasana yang menyenangkan.
IGABA sebagai salah satu ormit turut mendukung kegiatan tersebut dengan mengajak perwakilan beberapa murid dari sekolah-sekolah yang berada di sekitar lokasi. Keterlibatan ini menjadi bentuk dukungan IGABA dalam menghadirkan ruang bermain yang ramah anak serta memperkenalkan kembali permainan tradisional kepada generasi masa kini.
Kemeriahan dimulai dengan kedatangan Bunda PAUD Kabupaten Sidoarjo, dr. Hj. Sriatun Subandi, M.M., yang diiringi musik patrol dan arak-arakan. Saat memasuki gerbang, Bunda PAUD dipakaikan rompi “Sayang Anak” oleh Guk Yuk Sidoarjo, kemudian disematkan selempang Bunda PAUD Kabupaten Sidoarjo.
Sambil berjalan menuju lokasi kegiatan, Bunda PAUD bersama para tamu undangan mengunjungi sejumlah area permainan dan ikut bermain bersama anak-anak. Beragam permainan tradisional tersedia, seperti engklek, bakiak sambung, egrang, holahop, kuda-kudaan dari kayu, cublek-cublek suweng, hingga permainan masak-masakan dan tembak-tembakan menggunakan pelepah pisang.
Anak-anak tampak antusias mengeksplorasi permainan secara langsung. Melalui aktivitas tersebut, mereka tidak hanya memperoleh pengalaman bermain, tetapi juga belajar berinteraksi, berimajinasi, bergerak aktif, dan mengenal permainan yang dekat dengan budaya masyarakat.
Pentingnya Membangun Komunikasi dengan Anak
Setelah sesi bermain, kegiatan dilanjutkan dengan laporan panitia, Senam 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, menyanyikan Indonesia Raya, serta penyampaian nasihat dari Bunda PAUD Kabupaten Sidoarjo.
“Pendidikan itu memang prosesnya adalah di sekolah. Tapi waktu yang paling lama bersama anak adalah di keluarga. Jadi saya mohon dengan sangat, mari kita bersama-sama, berkolaborasi, bergandengan tangan bagaimana anak-anak kita semua, baik itu pendidikan di sekolah juga harus diperhatikan,” tutur dr. Hj. Sriatun Subandi, M.M.
Ia juga mengingatkan pentingnya membangun komunikasi dengan anak sepulang sekolah.
“Yang dikhawatirkan anak-anak lebih suka bercerita ke temannya daripada ke orang tuanya,” pesannya.
Komunikasi dengan orang tua diperlukan agar anak memiliki ruang aman untuk bercerita dan memperoleh arahan yang tepat ketika menghadapi persoalan.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan Ikrar Pelajar Indonesia, Deklarasi Anak, serta penyematan sabuk pelindungan anak. Komitmen bersama kemudian diwujudkan melalui penandatanganan oleh berbagai unsur pemerintah, mitra, satuan pendidikan, guru, dan tamu undangan.
Sementara itu, anak-anak PAUD dan TK turut mengambil bagian dengan membubuhkan cap jempol menggunakan cat warna-warni pada kanvas yang sama.
Kegiatan HAN ke-42 ditutup dengan foto bersama, doa, dan penutup. Melalui momentum ini, anak-anak tidak hanya diajak merayakan HAN, tetapi juga mendapatkan ruang untuk bermain, bereksplorasi, dan tumbuh dalam lingkungan yang aman, menyenangkan, serta penuh perhatian. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments