Ada yang istimewa pada momen Peringatan Internatioal Literacy Day atau Hari Literasi Sedunia 2025. Pada peringatan tahun ini, Madrasah Aliyah Indotec Muhammadiyah Kendari Sulawesi Tenggara (Mahadistra) meluncurkan program unggulan berupa Kanal Literasi Siswa Madrasah (Karisma) pada Senin (8/9/2025).
Kegiatan yang mengusung tema “Mempromosikan Literasi di Era Digital” ini dihiasi dengan berbagai kegiatan antara lain, membaca buku non teks selama 15 menit, diskusi hasil bacaan buku, serta kegiatan kepenulisan.
Menurut Kepala Mahadistra, Irwan Samad SPdI MPd, dalam sambutannya saat meluncurkan Karisma pada momen Hari Literasi Sedunia agar kegiatan literasi di madrasah dapat ditumbuhkembangkan, sehingga dapat menjadi budaya positif sebagai upaya melahirkan dan mencetak generasi siswa madrasah yang cerdas dan unggul.
“Sangat relevan ya, momentum Hari Literasi Sedunia kali ini kita luncurkan Karisma sebagai wadah atau kanal para siswa madrasah mengekspresikan hasil bacaannya, sehingga diharapkan siswa memiliki budaya membaca yang baik sebagai upaya melahirkan generasi yang literat,” tuturnya.
Menelisik dari sisi konten bacaan juga variatif. Dan tentu saja tidak seperti membaca buku teks pelajaran pada umumnya sebagaimana di kelas.
Konten buku yang dibaca berupa buku non teks yang berisi pengayaan dan referensi, pengembangan diri, karya sastra fiksi, hingga majalah yang dapat menambah keluasan khazanah berpikir siswa.
Selain itu, derasnya arus teknologi informasi dewasa ini di internet, kian mengaburkan informasi, terutama di media sosial. Banyak informasi yang ditemukan hanya sekadar numpang viral apalagi dikemas dengan kecerdasan artifisial, namun belum tentu mengandung kebenaran,
Akses informasi juga begitu sangat cepat diperoleh. Jika para siswa tidak memiliki kecerdasan dan kemampuan literasi yang baik, bukan tak mungkin mereka akan menjadi akan korban konten hoaks dan palsu.
Di sinilah pentingnya generasi yang literat, tidak mudah percaya dengan informasi yang berseliwaran di media sosial. Siswa terasah untuk berpikir kritis dan selektif menerima informasi.
Membaca buku juga memiliki banyak manfaat. Cakrawala dan wawasan berpikir dan kedalaman berpikir siswa akan semakin terasah.
Apalagi jika dikemas dengan suasana yang menyenangkan, membaca bukan sekadar membunyikan artikulasi aksara, namun lebih kepada menyelami komunikasi antara amanat yang terkandung dalam bacaan dengan realitas kehidupan hari ini dan masa mendatang.
Antusiasme siswa juga tampak dari program Karisma ini, seperti yang dikemukakan oleh Ipul, salah seorang siswa
“Sangat senang, kita bisa membaca buku dengan berbagai pilihan ada novel, cerpen, dan majalah,” ungkapnya.
Harapan ke depan keluarga besar Mahadistra mampu memanfaatkan era digital ini dengan mengasah kemampuan literasi siswa dalam mendukung pengembangan bakat minat mereka. Misalnya, memanfaatkan kanal podcast, mengulas tema-tema menarik dengan sentuhan yang menarik dan menyenangkan.(*)





0 Tanggapan
Empty Comments