Kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Asesmen Madrasah KKM 2 MTs Lamongan yang digelar di MTs Muhammadiyah 15 Al Mizan Lamongan, Senin (20/4/2026), menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan madrasah.
Kegiatan ini dihadiri Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Lamongan H. Banjir Sidomulyo, Ketua KKM 2 MTs Lamongan Drs. Hasyim, Kepala MTs Muhammadiyah 15 Al Mizan Lamongan Alimah, M.Pd., serta perwakilan madrasah di bawah naungan KKM 2.
Dalam sambutannya, Ketua KKM 2 MTs Lamongan Drs. Hasyim menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan monitoring yang telah menjangkau 24 lembaga madrasah. Ia menegaskan bahwa Monev bukan sekadar kegiatan formal, melainkan upaya bersama untuk menemukan kekurangan sebagai bahan perbaikan.
“Alhamdulillah, monitoring sudah kita laksanakan di seluruh lembaga. Jika dalam prosesnya ditemukan kekurangan, itu hal yang wajar. Justru dari situlah kita bisa melakukan perbaikan untuk menjadi lebih baik,” ujarnya.
Hasyim juga mengajak seluruh peserta untuk menjadikan hasil asesmen sebagai pijakan dalam meningkatkan kualitas lulusan. Menurutnya, capaian siswa dalam ujian madrasah akan berdampak langsung pada citra lembaga, termasuk dalam menarik minat peserta didik baru.
“Keberhasilan siswa akan berimbas pada kepercayaan masyarakat. Maka dari itu, mari kita siapkan asesmen ini dengan sebaik-baiknya agar kualitas madrasah semakin meningkat,” tambahnya.
Sementara itu, dalam sesi pengarahan dan pembinaan, Kasi Penma Kemenag Lamongan H. Banjir Sidomulyo menekankan pentingnya kesiapan teknis dan administrasi dalam pelaksanaan asesmen madrasah, khususnya yang berbasis komputer.
Ia mengingatkan bahwa asesmen merupakan bagian dari sistem evaluasi pendidikan nasional yang harus dilaksanakan secara profesional dan terstandar. Selain itu, validitas data siswa juga menjadi perhatian penting agar tidak menimbulkan kendala di kemudian hari.
“Jangan menunggu mendekati pelaksanaan ujian baru memperbaiki data. Sejak awal harus sudah dipastikan valid dan lengkap agar tidak menimbulkan masalah saat pelaksanaan,” tegasnya.
Ia juga menyoroti berbagai dinamika di lapangan, seperti permasalahan data ganda, ketidaksesuaian dokumen, hingga kesiapan infrastruktur. Menurutnya, koordinasi yang baik antara madrasah dan operator menjadi kunci utama dalam mengatasi berbagai kendala tersebut.
Lebih lanjut, Banjir Sidomulyo menegaskan bahwa keberhasilan asesmen tidak hanya diukur dari pelaksanaan yang lancar, tetapi juga dari dampaknya terhadap mutu pembelajaran dan kompetensi siswa.
“Evaluasi harus berdampak pada peningkatan kualitas. Madrasah harus mampu menjadikan asesmen sebagai alat ukur sekaligus sarana perbaikan berkelanjutan,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh madrasah di bawah KKM 2 MTs Lamongan semakin siap dalam melaksanakan asesmen secara optimal, sekaligus mampu meningkatkan daya saing dan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan madrasah.





0 Tanggapan
Empty Comments