Di tengah kemarau panjang dan suhu udara yang cukup menyengat, keluarga besar Muhammadiyah Wonokromo Surabaya menggelar Shalat Istisqa untuk memohon turunnya hujan.
Kegiatan yang diselenggarakan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wonokromo melalui Majelis Tabligh ini berlangsung di Kompleks Pendidikan Muhammadiyah Wonokromo, Jalan Gadung III, Surabaya, Kamis (22/10/2026) pagi.
Salat Istisqa diikuti oleh ratusan siswa dan guru dari SD Muhammadiyah 6 (SD Musix), SMP Muhammadiyah 4, SMA Muhammadiyah 3 (Smamga), serta warga sekitar. Bertindak sebagai imam dan khatib, Ustaz Aziz dari Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Surabaya.
Tindak Lanjut Instruksi Pimpinan Pusat
Wakil Ketua PCM Wonokromo, Agus Suwandi, menjelaskan bahwa penyelenggaraan Salat Istisqa ini merupakan tindak lanjut atas instruksi Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menyusul fenomena kemarau ekstrem dan potensi kekeringan di berbagai wilayah.
“Dalam rapat pimpinan semalam, kami menindaklanjuti instruksi Pimpinan Pusat agar seluruh tingkatan persyarikatan menggelar Salat Istisqa. Dampak kemarau ini terasa di mana-mana, bahkan beberapa waktu lalu saat kami kegiatan healing ke area pegunungan, kawasan lembah di seberangnya mengalami kebakaran lahan akibat cuaca terik,” papar Agus.
Pesan Taubat Tiga Dimensi
Dalam khutbahnya, Ustaz Aziz menguraikan pentingnya memohon ampunan Allah SWT melalui refleksi taubat dalam tiga dimensi utama:
Dimensi Spiritual: Menyadari keterbatasan diri, memperbanyak istigfar, serta memohon ampun atas segala kekhilafan.
Dimensi Sosiologis: Memperbaiki hubungan antarmanusia, menjaga hak sesama, serta memperkuat kepedulian sosial.
Dimensi Ekologis: Menghentikan perilaku yang merusak alam, bijak menghemat air, dan aktif menjaga kelestarian lingkungan.
Ustaz Aziz menegaskan bahwa taubat ekologis sangat krusial di era sekarang.
“Menjaga bumi adalah amanah. Menghemat penggunaan air, menjaga kebersihan, dan mencegah pembakaran lahan secara sembarangan merupakan bentuk ikhtiar nyata yang harus sejalan dengan doa kita,” tegasnya.
Pesan tersebut mengutip firman Allah SWT dalam Surah Nuh ayat 10–11 mengenai keutamaan istigfar sebagai pembuka pintu rahmat dan turunnya hujan.
Rangkaian Salat Istisqa diakhiri dengan doa khusyuk bersama. Selain sebagai sarana beribadah, agenda ini sekaligus menjadi media pendidikan karakter bagi para siswa untuk selalu bertawakal, menguatkan empati sosial, dan mencintai lingkungan. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments