Berlokasi di Pulau Tidung, Kepulauan Seribu, SMK Negeri 61 Jakarta membuktikan bahwa letak geografis bukan menjadi penghalang untuk mencetak lulusan yang mampu bersaing hingga tingkat internasional. Sejak 2020, sekolah tersebut telah mengantarkan 28 alumninya bekerja di Jepang.
Pada tahun ini, SMKN 61 Jakarta kembali mempersiapkan 10 siswa untuk mengikuti program penempatan kerja di Jepang melalui dukungan pelatihan dan bantuan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Kepala SMKN 61 Jakarta, Firdaus, mengatakan sekolah terus membuka peluang kerja bagi para lulusan, baik di dalam negeri maupun luar negeri, termasuk Jepang dan Taiwan.
“Satu tahun ini, kita programnya 10 siswa. Dukungan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah juga. Jadi karena metode bantuan itu, murid akan lebih mudah untuk keluar negeri,” ujar Firdaus, Kamis (25/6/2026).
Firdaus menjelaskan, proses penempatan kerja dilakukan melalui kerja sama dengan balai pelatihan kerja sebelum para peserta melanjutkan proses bersama perusahaan mitra di Jepang. Skema tersebut juga mempertimbangkan aspek perlindungan bagi tenaga kerja Indonesia yang akan bekerja di luar negeri.
Menurutnya, para lulusan bekerja di berbagai sektor sesuai kebutuhan industri, mulai dari agribisnis, perikanan, hingga konstruksi. Penempatan tersebut tidak selalu disesuaikan dengan kompetensi keahlian yang dipelajari di sekolah, melainkan mengikuti kebutuhan perusahaan.
Untuk mempersiapkan peserta didik, sekolah memberikan pembekalan sejak mereka duduk di bangku kelas XII, termasuk pelatihan bahasa Jepang yang menjadi salah satu materi utama.
Menariknya, pembelajaran bahasa Jepang dibimbing oleh guru-guru yang memiliki pengalaman bekerja di Jepang sehingga siswa tidak hanya mempelajari bahasa, tetapi juga budaya kerja dan kehidupan di negara tujuan.
“Ketika memasuki masa pelatihan, itu (pembelajaran bahasa Jepang) yang diintensifkan. Nah kebetulan kalau yang dari dalam, teman-teman guru yang memang sudah bekerja di Jepang,” kata Firdaus.
Saat ini, SMKN 61 Jakarta memiliki 348 siswa. Sebagian besar berasal dari wilayah daratan Jakarta, sementara sisanya merupakan warga Kepulauan Seribu.
Sekolah tersebut memiliki lima program keahlian, yakni Nautika Kapal Niaga, Teknika Kapal Niaga, Nautika Kapal Penangkap Ikan, Agribisnis Perikanan Air Laut dan Payau, serta Kuliner.
Dalam kunjungan ke sekolah, berbagai fasilitas pembelajaran praktik juga diperlihatkan. Guru bersama siswa mendemonstrasikan penggunaan alat komunikasi dan navigasi kapal, pemantauan lalu lintas kapal menggunakan radar, hingga simulasi pengoperasian mesin kapal.
Fasilitas tersebut menjadi bagian dari pembelajaran berbasis kompetensi yang dirancang untuk membekali siswa dengan keterampilan sesuai kebutuhan dunia kerja. Keberhasilan para lulusan bekerja di Jepang menjadi bukti bahwa sekolah yang berada di wilayah kepulauan tetap mampu mencetak sumber daya manusia yang kompetitif di tingkat internasional.





0 Tanggapan
Empty Comments