Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah meresmikan 32 sekolah hasil revitalisasi sekaligus mendistribusikan 1.577 perangkat digital Interactive Flat Panel (IFP) untuk satuan pendidikan di Kabupaten Sidoarjo.
Peresmian dilakukan langsung oleh Abdul Mu’ti di SMP Negeri 4 Sidoarjo, ditandai dengan penandatanganan prasasti sebagai simbol keberhasilan program revitalisasi pendidikan tahun 2025.
Menteri Abdul Mu’ti menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan harus didukung oleh penguatan infrastruktur dan pemanfaatan teknologi.
“Revitalisasi satuan pendidikan menjadi langkah strategis untuk mencetak sumber daya manusia unggul,” ujarnya.
Program ini merupakan bagian dari prioritas nasional yang selaras dengan agenda pembangunan SDM melalui pendidikan.
Di Kabupaten Sidoarjo, revitalisasi mencakup total 45 satuan pendidikan, terdiri dari:
- 2 PAUD
- 24 SD
- 3 SMP
- 8 SMA
- 6 SMK
- 2 SLB
Dari jumlah tersebut, 32 sekolah telah diresmikan, termasuk tiga sekolah swadaya.
Secara nasional, program ini telah menjangkau lebih dari 16.000 satuan pendidikan.
Selain revitalisasi fisik, Kemendikdasmen juga mempercepat transformasi digital melalui distribusi perangkat IFP.
“Secara nasional, lebih dari 608 ribu IFP telah didistribusikan, dan di Sidoarjo mencapai 1.577 satuan pendidikan,” jelas Mu’ti.
Perangkat ini diharapkan mampu mendukung pembelajaran yang lebih interaktif dan adaptif di era digital.
Keberhasilan program ini tidak lepas dari kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah.
Mu’ti mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam memastikan program berjalan efektif dan tepat sasaran.
Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana, menyampaikan apresiasi atas program revitalisasi dan digitalisasi pendidikan.
“Program ini menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di Sidoarjo,” ujarnya.
Ia juga menegaskan komitmen daerah untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan program.
Melalui revitalisasi dan digitalisasi pendidikan, diharapkan kualitas pembelajaran semakin meningkat.
Program ini menjadi bagian dari upaya mencetak generasi yang unggul, adaptif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.





0 Tanggapan
Empty Comments