Iklan SDM 4 Mudipat 2026

Kemenko PMK Dorong Sistem SIZE, Percepat Respons Zoonosis dan Penyakit Infeksius Baru

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
Kemenko PMK Dorong Sistem SIZE, Percepat Respons Zoonosis dan Penyakit Infeksius Baru
Dok: Kemenko PMK
BANNER RSI AISYIYAH MALANG
pwmu.co -

Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) mendorong pemanfaatan Sistem Informasi Zoonosis dan Emerging Infectious Diseases (SIZE) untuk memperkuat kewaspadaan dini dan respons terhadap penyakit zoonosis serta penyakit infeksius baru (PIB) di daerah.

Upaya tersebut dilakukan melalui Aktivasi SIZE Tahap Pertama Wilayah Jawa–Bali yang melibatkan tim lintas sektor dari 40 kabupaten/kota terpilih, pemerintah provinsi, kementerian/lembaga, serta laboratorium rujukan. Kegiatan ini dilaksanakan di Yogyakarta pada Selasa (27/10/2026).

Aktivasi tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesiapan petugas dalam menggunakan SIZE untuk mendukung pencegahan dan pengendalian zoonosis serta PIB secara terpadu.

Penyakit zoonosis, yakni penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia, dan penyakit infeksius baru masih menjadi ancaman bagi kesehatan masyarakat. Untuk mencegah penyebaran penyakit dan mengantisipasi potensi kejadian luar biasa (KLB), diperlukan sistem kewaspadaan dini yang mampu menghubungkan informasi serta mempercepat respons lintas sektor.

Melalui sambutan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono menegaskan bahwa penanganan zoonosis dan PIB tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan.

Menurutnya, persoalan tersebut juga berkaitan dengan kesehatan hewan, lingkungan, ketahanan pangan, perekonomian, dan keberlanjutan pembangunan.

Karena itu, diperlukan pendekatan Satu Kesehatan atau One Health yang menghubungkan berbagai sektor untuk mendeteksi risiko, bertukar informasi, dan mengambil tindakan secara bersama.

Sugiono menjelaskan bahwa SIZE bukan sekadar aplikasi teknologi informasi, melainkan platform yang mendukung pertukaran informasi lintas sektor. Melalui sistem tersebut, informasi dari berbagai sektor diharapkan dapat dimanfaatkan untuk memperkuat surveilans terpadu dan meningkatkan koordinasi dalam merespons ancaman zoonosis serta PIB.

“Kepada para pimpinan daerah, saya menegaskan bahwa keberlanjutan SIZE membutuhkan kepemimpinan Saudara untuk mengaktifkan koordinasi lintas sektor dalam kerangka One Health melalui Tim Koordinasi Daerah (Tikorda) untuk membangun kesiapsiagaan yang komprehensif,” ujarnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan Kemenko PMK, Sukadiono, menegaskan pentingnya kerja sama lintas kementerian dan lembaga dalam penanganan penyakit.

Menurutnya, pencegahan dan penanganan perlu dilakukan secara bersama agar risiko dapat diketahui dan ditangani sejak dini.

“Tidak ada satu penyakit yang hanya ditangani oleh satu kementerian/lembaga. Jadi, di sini dalam rangka mencegah bersama sekaligus menangani bersama secara dini,” ujar Sukadiono saat konferensi pers bersama wartawan.

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

Pemanfaatan SIZE juga sejalan dengan upaya penguatan koordinasi pencegahan dan pengendalian zoonosis sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Nomor 7 Tahun 2022 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Zoonosis dan Penyakit Infeksius Baru.

Aktivasi SIZE dilakukan melalui sosialisasi, pendampingan, pengenalan fitur sistem, serta penyelesaian kendala teknis yang dihadapi petugas.

Langkah tersebut bertujuan memastikan SIZE tidak hanya dapat diakses, tetapi juga dimanfaatkan secara nyata untuk mendukung kewaspadaan dini di daerah.

Asisten Deputi Peningkatan Kapasitas dan Ketahanan Kesehatan Kemenko PMK, Nancy Dian Anggraeni, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan petugas dalam memanfaatkan SIZE untuk mendukung deteksi dini dan respons lintas sektor.

Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu menggunakan SIZE untuk menerima dan menindaklanjuti informasi maupun peringatan lintas sektor. Pemanfaatan sistem tersebut juga diharapkan mendukung koordinasi respons sesuai dengan tugas dan kewenangan masing-masing.

Aktivasi ini sekaligus menjadi langkah awal untuk mendorong pemanfaatan SIZE secara berkelanjutan di daerah.

Pengembangan SIZE menjadi bagian dari upaya Indonesia membangun sistem kewaspadaan penyakit yang terintegrasi dan berorientasi pada pertukaran informasi secara waktu nyata (real-time) melalui pendekatan One Health.

Dengan menghubungkan informasi lintas sektor, SIZE diharapkan dapat membantu mempercepat deteksi risiko dan memperkuat koordinasi dalam merespons ancaman penyakit.

Kemenko PMK juga berharap pengembangan sistem tersebut dapat mendukung Indonesia menjadi salah satu pelopor penerapan pendekatan One Health di dunia, khususnya dalam mencegah dan merespons penularan penyakit dari hewan ke manusia secara lebih cepat dan terpadu.

Melalui penguatan pemanfaatan SIZE di daerah, koordinasi antarsektor diharapkan semakin efektif sehingga upaya pencegahan, deteksi dini, dan penanganan zoonosis serta penyakit infeksius baru dapat berjalan secara berkelanjutan.

Revisi Oleh:
  • Satria - 28/10/2026 17:07
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu