Suasana lapangan SD Muhammadiyah 3 Ikrom sedikit berbeda, jika biasanya upacara dilaksanakan di hari senin. Kali ini SD yang sering di panggil SD Ikrom tersebut, menggelar upacara peringatan Sumpah Pemuda dan Teatrikalisasi Puisi oleh guru, Rabu (26/10/2026).
Acara diawali dengan upacara bendera, dengan petugas murid dari kelas 5 Ar Royyan. Dengan mengenakan baju warna putih-putih seluruh petugas upacara bertugas penuh tanggung jawab meskipun ada satu murid yang tiba-tiba lemas dan harus dibawa ke ruang UKS.
Di tengah runtutan upacara, ada sesi amanat upacara oleh Kepala SD Muhammadiyah 3 Ikrom yakni Nur Suciati, M.Pd dimana beliau berpesan bahwa sumpah pemuda diperingati atas perjuangan pemuda zaman dahulu sebelum Indonesia merdeka.
“Dalam perjuangan mereka salah satunya ada tekad menyatukan bahasa kita yaitu dengan Bahasa Indonesia, bisa dibayangkan kita dari suku-suku berbeda dan tentunya bahasa yang berbeda disatukan dengan bahasa satu. Dengan adanya itu perbedaan bukan penghalang namun sebagai alasan untuk saling menghargai dan bersatu” tambahnya Nur Suciati
Upacara selesai Pkl 07.45 WIB, seluruh peserta upacara diminta dua kali istirahat atau duduk dengan rapi. Teatrikalisasi ini di perankan oleh 7 guru dengan menggunakan berbagai pakaian adat daerah yang berbeda-beda seperti pakaian adat dari Jawa, Kalimantan, Sumatera, dan Sulawesi Selatan. Menandakan bahwa pemuda zaman dahulu memang dari suku, golongan dan ras yang bermacam-macam.
Teatrikal dimulai dengan seluruh guru berpecar diantara para peserta, maju persatu membacakan puisi dengan nada khas masing-masing. Suara riuh tepuk tangan peserta upacara yang berjumlah 700 orang memeriahkan baris demi baris puisi yang dibacakan guru. Dan di pertengahan teatrikalisasi dengan dipimpin A’am Aziz Anshori, S.Pd semua guru membaca teks sumpah pemuda.
SUMPAH PEMUDA
Kami Putra dan Putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia.
Kami Putra dan Putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
Kami Putra dan Putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.
Diakhir teatrikalisasi puisi guru-guru menjemput beberapa siswa dan berkeliling membawa bendera merah putih. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments