PAUD Aisyiyah Morocalan Glagah, Kabupaten Lamongan, melaksanakan kegiatan Outing Class semester 1 dengan mengadakan kunjungan edukatif ke Instansi Pemadam Kebakaran (Damkar) Lamongan pada Rabu (8/10/2025).
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh keluarga besar PAUD Aisyiyah Morocalan, yang terdiri dari kepala sekolah, guru, peserta didik, serta wali murid. Dengan penuh antusias dan keceriaan, rombongan berangkat menuju lokasi menggunakan armada favorit anak-anak, yaitu bus Tayo, yang semakin menambah semangat dan kegembiraan para peserta didik sepanjang kegiatan.
Kepala PAUD Aisyiyah Morocalan, Siti Khotimah, menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki beberapa tujuan, di antaranya agar anak-anak dapat melihat secara langsung bagaimana petugas pemadam kebakaran bekerja, termasuk mengenal berbagai alat dan perlengkapan yang digunakan. Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai positif, seperti meneladani sifat-sifat mulia petugas pemadam kebakaran.
“Kegiatan ini juga bertujuan mengajarkan anak-anak cara menyelamatkan diri saat terjadi kebakaran. Selain itu, kegiatan ini menjadi momen bagi anak-anak untuk berinteraksi dengan banyak teman dan mendapatkan pengalaman baru yang menyenangkan,” ujarnya.
Tepat pukul 08.00 WIB, rombongan berangkat. Sebelum berangkat, ibu guru terlebih dahulu memandu anak-anak untuk membaca doa naik kendaraan darat. Setibanya di lokasi, komandan beserta seluruh staf Damkar menyambut anak-anak dengan ramah dan telah menyiapkan tempat sederhana untuk kegiatan.
Kegiatan ini diawali dengan sambutan dari Siti Khotimah dan Komandan Damkar, Suwanto. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan oleh salah satu staf Damkar, Kak Ratna yang menjelaskan secara detail berbagai tugas pemadam kebakaran.
Kak Ratna menjelaskan bahwa tugas pemadam kebakaran tidak hanya memadamkan api, tetapi juga melakukan berbagai upaya penyelamatan dalam situasi darurat.
“Tugas tersebut antara lain menyelamatkan manusia yang terjebak dalam reruntuhan bangunan atau terkunci di suatu ruangan dan tidak dapat keluar, mengevakuasi korban bencana tenggelam, serta menangani evakuasi hewan berbahaya seperti ular, biawak, tawon, dan hewan lainnya,” jelasnya.
Kak Ratna kemudian menunjukkan bahwa pakaian yang digunakan untuk memadamkan api berbeda dengan pakaian yang dipakai saat mengevakuasi sarang tawon.
Beberapa peralatan untuk petugas pun ditunjukkan, di antaranya: helm, baju, sarung tangan, dan sepatu yang semuanya berfungsi untuk melindungi petugas dari panasnya api.
Anak-anak pun mendengarkan dengan serius. Seketika mereka berdiri serentak saat Pak Komandan mempraktikkan cara evakuasi ular dan memadamkan kebakaran api dari kompor elpiji. Namun, ia berpesan agar hal tersebut tidak dipraktikkan sendiri karena anak-anak belum cukup umur dan belum terlatih.
Sebagai penutup kegiatan, salah satu petugas pemadam menyemprotkan air dari sistem fire hydrant ke arah anak-anak. Mereka pun bersorak riang, merasakan kesegaran air yang seolah-olah membawa hujan di tengah teriknya matahari.
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran anak-anak akan bahaya kebakaran, langkah yang harus dilakukan saat kebakaran terjadi, cara menyelamatkan diri, serta pentingnya upaya pencegahan agar kebakaran tidak sampai terjadi. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments