Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Khawatir Tak Bersama Keluarga di Surga, Ustadz Farid Dhofir Tekankan Pentingnya Menjaga Shalat

Iklan Landscape Smamda
Khawatir Tak Bersama Keluarga di Surga, Ustadz Farid Dhofir Tekankan Pentingnya Menjaga Shalat
KH. Farid Dhofir Lc M Si, saat memberikan tausyiahnya. (Mustain Masdar/PWMU.CO)

Rasa khawatir tidak dapat berkumpul bersama keluarga di surga menjadi pengingat penting bagi setiap Muslim untuk memperkuat iman dan amal. Hal ini disampaikan Ustadz Farid Dhofir, Lc., M.Si. dalam kajian silaturahim dan pengajian rutin Jumat Pon yang diikuti sekitar 400 jamaah Muhammadiyah Cabang Sekaran.

Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Muhajirin, Pimpinan Ranting Muhammadiyah Kudikan, pada Jumat (1/5/2026), dengan suasana khidmat dan penuh perhatian dari para jamaah.

Dalam tausiyahnya, Ustadz Farid mengawali dengan mengutip doa Nabi Ibrahim ‘alaihissalam yang terdapat dalam Al-Qur’an Surat Ibrahim ayat 40, yang berisi permohonan agar diri dan keturunannya senantiasa mendirikan shalat. Ia menegaskan bahwa doa tersebut menjadi teladan bagi para orang tua dalam menjaga keselamatan iman keluarga.

Menurutnya, Al-Qur’an telah memberikan gambaran bahwa hubungan keluarga di dunia tidak menjamin kebersamaan di akhirat. Ia mencontohkan kisah Nabi Luth yang tidak bersama istrinya di surga, Asiah istri Fir’aun yang beriman sementara suaminya tidak, serta Nabi Nuh dan Nabi Ibrahim yang memiliki anggota keluarga yang tidak sejalan dalam keimanan.

“Karena itu, jangan pernah merasa aman. Rasa khawatir tidak masuk surga bersama keluarga justru menjadi tanda keimanan, karena dari situlah lahir kesungguhan dalam membimbing mereka,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya menjaga shalat, khususnya shalat fardu, sebagai fondasi utama keselamatan keluarga. Dalam mendidik keluarga, Al-Qur’an menggunakan kata waṣṭabir yang menunjukkan perlunya kesabaran ekstra, ketekunan, dan keistiqamahan dalam mengajak keluarga beribadah, sebagaimana termaktub dalam Surat Ṭāhā ayat 132.

Lebih lanjut, pengasuh Pondok Tahfidz Reva Islami Sidayu Gresik tersebut mengutip Surat Al-Muddatsir ayat 40–47 yang menggambarkan dialog antara penghuni surga dan neraka. Dalam ayat itu disebutkan beberapa sebab seseorang masuk neraka, di antaranya meninggalkan shalat, tidak peduli terhadap kaum miskin, larut dalam perbuatan sia-sia, serta mendustakan hari pembalasan.

SMPM 5 Pucang SBY

“Ini peringatan keras bagi kita semua, terutama sebagai kepala keluarga. Tanggung jawab kita bukan hanya memenuhi kebutuhan dunia, tetapi juga memastikan keluarga berada dalam ketaatan kepada Allah SWT,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa seringkali orang tua lebih fokus mempersiapkan masa depan dunia anak-anak, namun lalai dalam menyiapkan masa depan akhirat mereka. Padahal, pendidikan akidah, pembiasaan ibadah, serta lingkungan yang baik menjadi kunci utama keselamatan keluarga.

Kajian berlangsung dengan penuh kekhusyukan. Sejumlah jamaah tampak merenung saat disampaikan gambaran penyesalan orang-orang di akhirat akibat kelalaian mereka di dunia.

Melalui kegiatan ini, diharapkan tumbuh kesadaran bersama untuk memperkuat pendidikan keagamaan dalam keluarga serta meningkatkan kepedulian sosial. Sebab, keselamatan di akhirat bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi juga hasil dari peran keluarga dalam membentuk pribadi yang bertakwa.

Acara ditutup dengan doa bersama, memohon agar seluruh jamaah senantiasa diberi kekuatan untuk istiqamah dalam kebaikan dan dipertemukan kembali di surga Allah bersama keluarga tercinta. (*)

Revisi Oleh:
  • Nadjib Hamid - 04/05/2026 22:19
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡