Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah resmi membuka call for paper Halaqah Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) Muhammadiyah dalam rangka menyambut implementasi penuh KHGT pada 1447 H (2026 M).
Program KHGT Muhammadiyah ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat unifikasi kalender Islam global melalui pendekatan ilmiah dan keagamaan.
Mengusung tema “Tantangan dan Peluang Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) ke Depan”, kegiatan ini bertujuan mengevaluasi sekaligus merumuskan strategi penguatan KHGT Muhammadiyah sebagai solusi kalender Islam dunia.
Call for paper KHGT Muhammadiyah terbuka bagi akademisi, peneliti, dosen, dan praktisi yang ingin berkontribusi dalam pengembangan kalender Islam global.
Peserta dapat mengirimkan karya ilmiah sesuai subtema strategis KHGT Muhammadiyah, di antaranya:
- Pendalaman dalil syar’i dan argumen saintifik
- Studi prinsip dan parameter KHGT
- Strategi komunikasi publik dan internasional
- Pengembangan teknologi dan perangkat lunak KHGT
Program KHGT Muhammadiyah ini menjadi wadah kolaborasi lintas disiplin untuk memperkuat sistem kalender Hijriah yang terintegrasi.
Peserta terpilih dalam call for paper KHGT Muhammadiyah akan mendapatkan berbagai fasilitas, seperti:
- Materi halaqah
- Konsumsi selama kegiatan
- Kesempatan publikasi di prosiding atau Jurnal Tarjih
Kegiatan halaqah KHGT Muhammadiyah ini akan dilaksanakan di Yogyakarta dengan format diskusi kelompok terarah (focus group discussion).
Panitia KHGT Muhammadiyah telah menetapkan jadwal penting sebagai berikut:
- Pengumpulan abstrak: 13 – 25 April 2026
- Pengumuman seleksi: 28 April 2026
- Pengumpulan paper lengkap: 29 April – 8 Mei 2026
- Pelaksanaan halaqah: 14 Mei 2026 di Yogyakarta
Peserta diimbau memperhatikan timeline KHGT Muhammadiyah agar tidak melewatkan kesempatan berkontribusi.
Program KHGT Muhammadiyah diharapkan menjadi solusi peradaban dalam menyatukan kalender Islam secara global.
Dengan melibatkan akademisi dan peneliti, KHGT Muhammadiyah diharapkan semakin kuat dari sisi ilmiah, teknologi, dan komunikasi publik.





0 Tanggapan
Empty Comments