SMK Muhammadiyah 1 Balikpapan menggelar khotmul Qur’an dan imtihan Metode Ummi.
Kegiatan ini dirangkaikan dengan pelepasan murid kelas XII tahun pelajaran 2025/2026. Acara berlangsung Sabtu (2/5/2026) di Ballroom Universitas Balikpapan dengan khidmat.
Momentum ini menjadi penguatan karakter murid berbasis nilai-nilai Al-Qur’an. Integrasi Kompetensi dan Nilai Qur’ani Kegiatan ini terhadiri tokoh Muhammadiyah tingkat wilayah dan daerah Balikpapan.
Hadir Zainul Muttaqien, Erna Sri Rejeki, Muhammad Sipi, dan Afif Zakariah. Afif Zakariah juga memimpin langsung uji publik tartil dan tahfidz para murid.
Bagian Profil Lulusan Sekolah
Kepala sekolah Sahrul menegaskan pentingnya kompetensi Al-Qur’an bagi lulusan. Ia menyebut kemampuan tartil dan tahfidz menjadi bagian profil lulusan sekolah.
“Kompetensi membaca dan menghafal Al-Qur’an menjadi bagian profil lulusan sekolah. Lulusan diharapkan siap kerja dan memiliki kemampuan tartil serta tahfidz yang baik” ujarnya.
Ia menambahkan pendidikan vokasi harus diimbangi penguatan nilai spiritual murid. Sekolah berupaya melahirkan lulusan yang profesional dan berakhlak mulia.
Keseimbangan antara keterampilan dan iman menjadi kunci menghadapi tantangan zaman. Uji Publik dan Pelepasan Lulusan Pelaksanaan imtihan berlangsung melalui uji publik yang terbuka dan terukur.
Para murid diuji kemampuan membaca Al-Qur’an secara tartil dan hafalan mereka. Proses ini menjadi bukti capaian pembelajaran selama menempuh pendidikan di sekolah.
Integrasi Vokasi dan Nilai Keislaman
Sebagai informasi, sebanyak 9 murid dinyatakan lulus pada tingkat tartil dalam Khotmul Qur’an tersebut. Sekitar 7 murid berhasil menyelesaikan hafalan Juz 30 dengan baik.
Sebanyak 2 murid mencapai capaian istimewa hafalan Juz 30 dan 29. Zainul Muttaqien memberikan apresiasi atas konsistensi sekolah dalam pembinaan Al-Qur’an.
Ia menilai integrasi pendidikan vokasi dan nilai keislaman berjalan dengan baik. “Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi simbol keberhasilan pendidikan Muhammadiyah. Sekolah berhasil melahirkan generasi Qur’ani yang siap menghadapi tantangan zaman” tuturnya.
Pada prosesi pelepasan, sebanyak 39 murid kelas XII resmi dilepas sekolah. Suasana haru dan bangga menyelimuti rangkaian kegiatan hingga akhir acara.
Para murid menuntaskan masa belajar dan bersiap melanjutkan perjalanan berikutnya. Harapannya, lulusan melanjutkan ke dunia kerja, wirausaha, atau pendidikan tinggi.
Mereka juga harapannya menjaga nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Sekolah menegaskan perannya dalam mencetak lulusan siap kerja dan berakhlak mulia.





0 Tanggapan
Empty Comments