SD Muhammadiyah 1&2 Taman (SD Mumtaz) bersama TK ABA Kalijaten menguatkan peran orang tua dalam mendampingi masa transisi anak melalui kegiatan parenting.
Kegiatan ini bertema “Dari Bermain ke Belajar: Jembatani Masa Transisi Anak dengan Pendampingan yang Tepat” dan berlangsung pada Rabu (13/05/2026).
Lebih lanjut, kegiatan ini berlangsung di Gedung 2 SD Mumtaz ini terhadiri oleh wali murid PG dan TK ABA Kalijaten. Serta, terlaksana bersamaan dengan trial class yang teramaikan oleh 47 peserta didik dari kelompok KB, TK A, dan TK B.
Hadirkan Praktisi Pemerhati Anak
Saat anak-anak mengikuti pembelajaran yang menyenangkan di kelas, para orang tua mendapatkan pembekalan penting terkait kesiapan anak memasuki jenjang Sekolah Dasar.
Hadir sebagai narasumber, Wakil Kepala Sekolah bidang Hubungan Masyarakat SD Mumtaz, Heni Dwi Utami SSos SPd Gr .
Heni dikenal sebagai praktisi pendidikan sekaligus pemerhati anak dengan latar belakang keilmuan komunikasi, psikologi, pendidikan dasar, dan manajemen pendidikan Islam.
Kompetensinya diperkuat dengan sertifikasi sebagai terapis autisme dari PLSC Malaysia dan Handle Institute Australia.
Selain itu, ia juga aktif sebagai Koordinator Homecare Inklusi Mumtaz, penulis buku ber-ISBN, serta penggerak di Majelis Kader Pimpinan Cabang Aisyiyah Sepanjang.
Dalam penyampaiannya, Heni menegaskan bahwa masa transisi dari PAUD ke SD merupakan fase penting yang seringkali belum dipahami secara utuh oleh orang tua.
“Kesiapan anak masuk SD bukan hanya soal bisa membaca, menulis, dan berhitung. Yang jauh lebih penting adalah kesiapan mental, sosial, dan emosional anak” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa dunia anak adalah dunia bermain. Dalam perspektif pendidikan anak usia dini, bermain merupakan media utama belajar yang sarat makna.
“Melalui bermain, anak belajar memahami lingkungan, mengembangkan kreativitas, serta melatih kemampuan sosial dan emosional. Maka, jangan sampai masa bermain anak hilang karena tuntutan akademik yang terlalu dini” imbuhnya.
Lebih lanjut, Heni menekankan pentingnya peran orang tua sebagai pendamping utama dalam masa transisi ini. Harapannya, orang tua mampu menghadirkan suasana yang aman, nyaman, serta memberikan stimulasi yang sesuai dengan tahap perkembangan anak.
Menurutnya, kesalahan yang kerap terjadi adalah orang tua terlalu fokus pada capaian akademik, sementara kesiapan dasar anak justru terabaikan.
Indikator Kesiapan Anak Masuk SD
Dalam sesi parenting tersebut, ia juga memaparkan indikator kesiapan anak masuk SD. Di antaranya kemampuan mengikuti instruksi sederhana, kemandirian dalam aktivitas sehari-hari, kemampuan bersosialisasi, serta kontrol emosi yang baik.
Sementara itu, kegiatan trial class yang berlangsung secara paralel menjadi sarana bagi anak-anak TK ABA Kalijaten untuk mengenal suasana belajar di SD Mumtaz.
Dengan konsep pembelajaran yang menyenangkan, anak-anak berkesempatan mengikuti aktivitas edukatif seperti mengenal jajanan tradisional yang terkemas secara interaktif.
Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud implementasi pembelajaran ramah anak yang diterapkan di SD Mumtaz, yang tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga penguatan karakter dan kemandirian.
Antusiasme orang tua terlihat dalam sesi tanya jawab yang berlangsung aktif. Berbagai persoalan diangkat, mulai dari anak yang belum siap berpisah dengan orang tua hingga strategi menumbuhkan minat belajar tanpa tekanan.
Menutup sesi, Heni mengajak para orang tua untuk kembali memahami peran strategisnya dalam pendidikan anak.
“Anak adalah amanah. Tugas kita bukan hanya menyiapkan mereka pintar, tetapi juga kuat secara mental, matang secara emosi, dan siap menghadapi kehidupan” pesannya.
Melalui kegiatan kolaborasi ini, SD Mumtaz bersama TK ABA Kalijaten berharap dapat memperkuat sinergi antara sekolah dan orang tua.
Dengan pendampingan yang tepat, masa transisi dari bermain ke belajar bukan menjadi beban, melainkan proses yang menyenangkan dan penuh makna bagi anak.





0 Tanggapan
Empty Comments