Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Peran Hizbul Wathan dalam Pendidikan Bermutu

Iklan Landscape Smamda
Peran Hizbul Wathan dalam Pendidikan Bermutu
Aman Suyadi. (Istimewa/PWMU.CO)
Oleh : Aman Suyadi Ketua Umum Kwartir Pusat Hizbul Wathan

Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (HW) merupakan organisasi otonom persyarikatan Muhammadiyah yang bergerak di bidang pendidikan ekstrakurikuler. Sistem Pendidikan yang dibagun HW terbukti mampu berkontribusi dalam membentuk karakter generasi yang jujur, mandiri, peduli sesame dan memiliki karakter kepemimpinan yang kuat.

Pendekatan pengkaderan HW melalui bidang pendidikan memiliki dimensi pembinaan yang luas, meliputi pandu Tunas Athfal (usia 6-10 tahun), Pandu Pengenal (usia 11-16 tahun), Pandu Penghela (usia 17-20 tahun), Pandu Penuntun (usia 21-25 tahun), dan Pandu Kehormatan (usia 25 tahun ke atas). Melihat jangkauan yang yang begitu luas maka peran dan posisi HW sangat strategis dalam menghasilkan kader-kader persyarikatan, umat dan bangsa yang mandiri dan berkarakter.

Peran strategis HW ditunjukkan dengan model pembinaan yang diterapkan. Kegiatan HW menekankan pada pendidikan di luar kelas, yang meliputi penguatan teori kepanduan, learning by doing mengenai tata nilai kehidupan sehari-hari, seperti tanggung jawab, disiplin, peduli sesame dan kelestarian lingkungan. Kegiatan kepanduan menonjolkan latihan terstruktur, baik, keterampilan hidup, kepemimpinan berkarakter dan pengabdian kepada masyarakat.

Peringatan Hari Pendidikan Nasional tanggal 2 Mei 2026 yang bertema Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua, menjadi relevan dengan tujuan kepanduan HW melalui peran yang diembannya. HW membina kader umat, persyarikatan dan bangsa dalam segala tingkatan usia, sehingg HW mampu menopang kemajuan bangsa Indonesia dalam memajukan Pendidikan bermutu bagi semua.

HW telah memberi contoh bahwa bentuk sinergisme dengan pemerintah dalam mewujudkan pendidikan bermutu. HW menyadari betul bahwa pendidikan bermutu menuntut keterlibatan semua komponen bangsa.

Pendidikan bermutu tidak hanya diukur dari batas ketuntasan kompetensi atau capaian pembelajaran atau Learning Outcome namun juga diukur kamampuan sitem pendidikan dalam menghasilkan individu-individu paripurna yang lengkap dan utuh. Hal ini semakin menguatkan peran, posisi dan relevansi HW dalam memajukan pendidikan bermutu yang semakin kuat.

Kegiatan HW tidak lepas dari upaya penguatan internalisasi nilai keislaman, kebangsaan, dan kepedulian sosial. Kader HW dididik menjadi individu yang cerdas secara emosional, spiritual dan intlektua, sehingga kader HW memiliki karakter tangguh secara emosional, spiritual dan intektual.

Hal ini menjadi solusi nyata bagi bangsa Indonesia dalam menghadapai tantangan pendidikan dalam menghasilkan peserta didik yang berkompeten secara kognitif, afektif dan psikomotori. Kuat dalam pengetahuah, unggul dalam sikap dan memilikiketrampilan yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari.

SMPM 5 Pucang SBY

Sinergitas antara HW dengan pemerintah telah memberikan ruang kepada kader HW untuk berpartisipasi dalam bidang Pendidikan. Telah banyak kader yang memberi warna dalam pembentukan karakter bangsa melui pendidikan ekstrakurikuler baik sebagai pembina, pelatih, dan kader. Di saat pemerintah mengalami keterbatasan kemampuan dalam membina anak bangsa, kader HW terbukti telah membantu mengisi ruang keterbatasan yang dialami pemerintah.

Di era digitalisasi, permasalahan generasi Z semakin terlihat nyata, Gen Z atau generasi rebahan umumnya mereka memiliki banyak teman di dunia maya tetapi sepi teman di dunia nyata, sehingga menjadi peluang bagi kader HW untuk membantu mereka dengan berbagai kegiatan di luar kelas seperti perkemahan, latihan baris dan latihan keterampilan dapat meningkatkan ketahanan fisik dan mental, dan memperkuat nilai kebersamaan, yang pasti dapat mengusir rasa sepi mereka sekaligus sebagai wadhah pengakderan agar menjadi generasi berkarakter, tangguh iman, mental dan spiritual .

Di era globalisasi, arus informasi yang begitu kuat, memerlukan filter yang kuat. berita hoax dan fitnah semakin sulit dibedakan dengan berita yang benar, bahkan berita benar bisa menjadi salah dan berita salah bisa menjadi benar apabila dikelola dan diviralkan secara masiv. Undang-undang pandu HW mengisyaratkan bahwa kader HW mampu memfilter informasi yang tidak benar dengan kekuatan pengetahuan yang dimiliki. Undang-unang Pandu HW no 9 : teliti dan hemat menjadi filter pinteng dalam mengelola informasi dengan bijak.

Dengan peran yang begitu strategis maka peran HW menjadi sangat strategis, kegiatan HW menjadi sangat relevan dalam dalam upaya mengatasi permasalahn pendidikan di Indonesia melalui kegiatan ekstrakurikuler yang progresif sehingga mampu menjawab tantangan zaman.

HW telah menempatkan diri bukan hanya sebagai gerakan kepanduan namun juga berperan penting dalam mewujudkan pendidikan berkelas unggul dan bermutu untuk generasi muda di setiap tingkatan usia. (*)

Revisi Oleh:
  • Nadjib Hamid - 13/05/2026 11:33
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡