Iklan SDM 4 Mudipat 2026

Kunjungi Masjid Ar-Royyan, Santri Spemdalas Terinspirasi Bangun Masjid Ramah Musafir

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
Kunjungi Masjid Ar-Royyan, Santri Spemdalas Terinspirasi Bangun Masjid Ramah Musafir
Santri perempuan berfoto bersama (Mochammad Nor Qomari/PWMU.CO)
BANNER RSI AISYIYAH MALANG
pwmu.co -

Sebanyak 38 santri Spemdalas Boarding School (SBS) mendapatkan pengalaman baru tentang pengelolaan masjid yang ramah terhadap musafir dan generasi muda saat berkunjung ke Masjid Ar-Royyan Muhammadiyah Buduran, Sidoarjo, Sabtu (24/10/2026).

Kunjungan tersebut berlangsung di sela-sela kehadiran mereka dalam acara pernikahan musyrif SBS Asrama Rembang, Ustaz Husni Firmansyah, di Jalan Jawa, Wadungasih, Buduran. Memanfaatkan kesempatan itu, rombongan mengunjungi Masjid Ar-Royyan yang berjarak sekitar 1,8 kilometer dari lokasi acara.

Wakil Kepala Sekolah Bidang ISMUBA Spemdalas, Ain Nurwindasari, S.Th.I., MIRKH, mengapresiasi inisiatif musyrif yang mengajak para santri berkunjung ke masjid tersebut. Menurutnya, kegiatan ini memperluas wawasan santri tentang cara memakmurkan masjid, tidak hanya melalui ibadah, tetapi juga dengan menghadirkan pelayanan dan manfaat bagi masyarakat.

Masjid sebagai Pusat Pembinaan Generasi Muda

Kehadiran rombongan disambut antusias oleh Bayu Firdaus, Sekretaris Takmir Masjid Ar-Royyan sekaligus salah satu penggerak pengelolaan masjid tersebut.

“Masya Allah, santri SBS calon generasi penerus,” ungkapnya.

Bayu berpesan bahwa santri perlu dipersiapkan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, spiritualitas, dan kepedulian sosial.

“Masjid bukan sekadar tempat ibadah, melainkan pusat pembinaan karakter, penguatan spiritual, dan pembentukan kepemimpinan generasi muda,” jelasnya.

Ia berharap para santri kelak tidak hanya menjadi jamaah yang memakmurkan masjid, tetapi juga mampu menjadi penggerak dakwah dan pemberdayaan umat. Dengan demikian, masjid dapat berperan dalam membantu menyelesaikan persoalan masyarakat.

“Dari masjid, kita ingin melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak, dan memiliki kontribusi nyata bagi umat dan bangsa,” tambahnya.

Santri Ingin Bangun Masjid yang Bermanfaat

Kunjungan tersebut memberikan kesan mendalam bagi Archello Rakha Kayrendra, siswa kelas IX F. Ia mengaku baru pertama kali mengunjungi Masjid Ar-Royyan dan mendapatkan inspirasi tentang peran generasi muda dalam pengelolaan masjid.

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

Pengalaman melihat fasilitas yang ramah bagi musafir membuat Rakha bercita-cita membangun masjid suatu hari nanti. Ia ingin menghadirkan masjid yang tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Salah satu gagasannya adalah menyediakan program makan gratis bagi orang yang membutuhkan, termasuk masyarakat berbeda agama. Ia juga membayangkan fasilitas Wi-Fi yang dapat diakses selama 24 jam untuk mendukung kegiatan positif.

Menurutnya, masjid ideal harus terbuka, nyaman, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat tanpa membatasi manfaatnya bagi kelompok tertentu.

Masjid Ramah Anak dan Musafir

Inspirasi serupa dirasakan Nadhifa Atiqah Yumna, siswa kelas IX Istanbul. Meski sebelumnya pernah berkunjung bersama keluarganya, ia tetap menemukan gagasan baru dari kunjungan kali ini.

“Sangat senang karena kita dapat melihat banyak inovasi yang dapat digunakan di masjid-masjid lain,” tuturnya.

Yumna menilai masjid ideal perlu memiliki fasilitas memadai, suasana nyaman, takmir yang ramah, serta tempat beristirahat bagi musafir. Ia juga mengusulkan konsep masjid ramah anak agar generasi muda dapat mengenal agama dan mengikuti kegiatan positif sejak dini.

Kunjungan 38 santri SBS ke Masjid Ar-Royyan menjadi pengalaman belajar langsung tentang pentingnya pelayanan, kreativitas, dan kepedulian sosial. Melalui pengalaman tersebut, para santri diharapkan semakin mencintai masjid dan terinspirasi menjadikannya pusat ibadah sekaligus ruang pelayanan bagi masyarakat. (*)

Revisi Oleh:
  • Amanat Solikah - 25/10/2026 20:12
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu