Semangat berbagi pada momentum Iduladha diwujudkan Lazismu Jember melalui program Qurban Pedalaman yang digelar di Dusun Mandilis, Desa Sanenrejo, Kecamatan Tempurejo, pada 29–30 Mei 2026.
Tidak hanya menghadirkan manfaat melalui distribusi daging kurban, kegiatan ini juga mengusung konsep ramah lingkungan dengan menggunakan godhong jati atau daun jati sebagai kemasan pembagian daging.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari kampanye pengurangan sampah plastik sekali pakai yang selama ini masih banyak digunakan dalam pelaksanaan kurban di berbagai daerah.
Ketua Pelaksana Qurban Pedalaman, Tomi, menjelaskan bahwa penggunaan daun jati dipilih bukan hanya karena mudah diperoleh, tetapi juga menjadi simbol kepedulian terhadap lingkungan.
“Lazismu ingin momentum Iduladha tidak hanya dimaknai sebagai ibadah, tetapi juga menjadi sarana membangun kesadaran menjaga lingkungan,” ujarnya saat meninjau proses penyembelihan hewan kurban di Dusun Mandilis, Sabtu (30/5/2026).
Pada pelaksanaan tahun ini, Lazismu Jember menerima amanah kurban berupa satu ekor sapi dan lima ekor kambing dari para mudhahhi. Seluruh hewan kurban kemudian disembelih dan didistribusikan kepada masyarakat di wilayah pedalaman Tempurejo yang menjadi sasaran program.
Namun manfaat yang diberikan tidak berhenti pada pembagian daging kurban semata. Lazismu Jember juga menyalurkan berbagai bantuan sosial sebagai bentuk penguatan ekonomi, pendidikan, dan dakwah di wilayah tersebut.
Bantuan yang disalurkan meliputi paket sembako untuk keluarga kurang mampu, bantuan ayam petelur bagi mustahik guna mendukung ketahanan pangan keluarga, bantuan buku Iqro untuk TPA di pelosok desa, serta bantuan dana penguatan ranting Muhammadiyah setempat.
Program tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat karena dinilai menghadirkan manfaat yang lebih luas dan berkelanjutan. Selain membantu kebutuhan pangan masyarakat, bantuan yang diberikan juga diharapkan mampu meningkatkan kemandirian ekonomi serta memperkuat pendidikan keagamaan di daerah pedalaman.
Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Jember, Djoko Purwanto, SH., M.Hum., mengapresiasi inisiatif Lazismu Jember yang menggabungkan ibadah kurban dengan kegiatan pemberdayaan masyarakat.
Menurutnya, Qurban Pedalaman menjadi contoh nyata bahwa kurban tidak hanya memiliki dimensi ibadah, tetapi juga dapat menjadi sarana dakwah sosial dan pemberdayaan umat.
“Program seperti ini menunjukkan bahwa kurban dapat menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya di wilayah-wilayah yang membutuhkan perhatian lebih,” ujarnya.
Djoko berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dan menjangkau lebih banyak wilayah pedalaman di Kabupaten Jember, termasuk kawasan barat seperti Tanggul, Semboro, dan Sumberbaru.
“Kami berharap program seperti ini dapat terus berkembang dan menjangkau wilayah-wilayah yang masih membutuhkan sentuhan kepedulian. Semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat kurban, semakin besar pula nilai keberkahan yang dihadirkan,” katanya.
Melalui program Qurban Pedalaman, Lazismu Jember juga mengajak masyarakat untuk menyalurkan hewan kurban melalui lembaga tersebut agar manfaat kurban dapat menjangkau daerah-daerah yang membutuhkan sekaligus mendukung berbagai program pemberdayaan masyarakat.
Dengan konsep yang memadukan ibadah, kepedulian sosial, pemberdayaan ekonomi, dan pelestarian lingkungan, Qurban Pedalaman menjadi bukti bahwa kurban tidak hanya tentang berbagi daging, tetapi juga menghadirkan harapan, kemandirian, dan kebermanfaatan yang lebih luas bagi masyarakat.





0 Tanggapan
Empty Comments