
Masalah Ekonomi Keluarga
Dari 39 pasien yang sedang menjalani pengobatan di RSML, sebagian mengalami penurunan dalam hal ekonomi keluarga. Kondisi ini terutama dirasakan jika pasien tersebut adalah kepala keluarga (laki-laki di usia produktif) karena dirumahkan, sementara itu dia harus melanjutkan pengobatanya.
Oleh karena itu RSML melalui Lazismu memberikan dukungan biaya transportasi sehingga meringankan sedikit beban dan memudahkan pasien untuk datang ke RS untuk kontrol rutin. Selain transportasi, RSLM melalui Lazismu memberikan dukungan nutrisi berupa susu kepada pasien-pasien TB RO yang memiliki berat badan dibawah normal ketika dalam masa pengobatan. Harapanya tubuh pasien tetap kuat dan siap menerima obat-obatan yang jumlahnya tidak sedikit sehingga menurukan angka kejadian efek samping obat yang muncul.
Selain faktor pengetahuan dan ekonomi pasien, faktor yang tidak kalah pentingnya yaitu faktor psiko-spiritual. RSML melalui Tim Binroh (Bimbingan Rohani) memberikan bimbingan psiko-spiritual berupa pendekatan saat pasien memulai pengobatan dan kegiatan FGD. Seperti bagaimana menyikapi ketika Tuhannya memberikan ujian kepada hambanya, apa yang harus dilakukan agar lebih mendekatkan diri kepada pencipta-Nya, dan hal-hal apa yang harus dilakukan ketika dalam masa pengobatanya. Tujuannya, agar pasien tetap istiqomah dalam pengobatan sampai dinyatakan selesai dan sembuh dari penyakitnya.
Banyak sekali perusahaan yang menyikapi ketika karyawannya sedang sakit TBC. Beberapa karyawan mengalami diskriminasi seperti dikucilkan atau dipojokkan ketika di tempat bekerja bahkan tidak diperpanjang masa kerjanya. RSML meminimalisasi stigma dan diskriminasi untuk pasien-pasien TB RO dengan cara memberikan surat keterangan dokter bahwa pasien tersebut sudah di fase penularan yang rendah dan diperbolehkan bekerja kembali dengan syarat memakai masker medis.
Semasa dalam pengobatan TB RO membutuhkan waktu 9-24 bulan. Banyak sekali kejadian efek samping obat yang muncul dari gejala ringan seperti perut terasa mual sampai gejala berat yang dapat mengancam jiwa. Oleh karena itu, RSML, difasilitasi oleh Mentari TB Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyiapkan pasien supporter (PS).
Tugas PS adalah memberikan pendampingan selama pasien tersebut menjalani pengobatan. Jika ada efek samping yang muncul maka dapat berkomunikasi dengan Tim TB RS sehingga gejala efek samping yang muncul lebih terpantau dan tertangani lebih cepat.
Ketua Tim Ahli Klinis TB RO RSML dr Ganis, SpP menyebutkan, selain pengobatan secara medis maka kunci keberhasilan pengobatan sampai sembuh yaitu adanya dukungan dari lintas multi-sektorial.
Banyaknya dukungan yang diberikan oleh RSML untuk pasien-pasien TB RO sesuai dengan visi Muhammadiyah yaitu menolong kesengsaraan umat sehingga dapat meningkatkan angka keberhasilan pengobatan dan menurunkan angka penularan TBC RO khususnya di Kabupaten Lamongan. (*)
Editor Mohammad Nurfatoni





0 Tanggapan
Empty Comments