Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Lazismu Sidoarjo Dorong KLL Tulangan Perkuat Zakat dan Kemanfaatan

Iklan Landscape Smamda
Lazismu Sidoarjo Dorong KLL Tulangan Perkuat Zakat dan Kemanfaatan
Ketua LAZISMU Sidoarjo Hifni Solikhin, S.Ag, M.Pd bersama Tim menghadiri sosialisasi program LAZISMU Sidoarjo yang dihadiri ketua KLL Tulangan di Graha Umsida Trawas Mojokerto (Zulkifli/PWMU.CO)
pwmu.co -

Kantor Layanan Lazismu (KLL) di tingkat cabang dan ranting dinilai memiliki posisi strategis dalam memperkuat penghimpunan zakat, infak, dan sedekah sekaligus memastikan dana umat kembali memberikan manfaat kepada masyarakat.

Hal itu disampaikan Ketua Lazismu PDM Sidoarjo Hifni Solikhin, S.Ag., dalam sosialisasi program Lazismu bersama anggota Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM), dan takmir masjid se-Kecamatan Tulangan di Graha Umsida Trawas, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (3/10/2026).

Hifni hadir bersama tim Lazismu Sidoarjo, termasuk Yekti Pitoyo. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman sekaligus sinergi pengelolaan Lazismu hingga tingkat ranting dan masjid.

Dalam pemaparannya, Hifni menekankan pentingnya keberadaan KLL sebagai ujung tombak Lazismu yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Menurutnya, pengurus KLL di tingkat bawah memiliki pengetahuan lebih dekat mengenai pihak yang memiliki kemampuan untuk menjadi muzakki maupun masyarakat yang membutuhkan bantuan sebagai mustahik.

“Mereka yang ada di KLL mengetahui persis siapa para muzakki dan siapa para mustahik yang ada di paling bawah,” ujarnya.

Hifni mengatakan keberadaan KLL bukan hanya berkaitan dengan penghimpunan dana. Lebih dari itu, KLL menjadi bagian penting dalam memetakan kebutuhan masyarakat sekaligus menyalurkan dana sesuai sasaran.

Karena itu, ia berharap KLL Tulangan dapat terus berkembang dan berkontribusi dalam memperkuat kinerja Lazismu Sidoarjo.

Ia menyampaikan, penghimpunan Lazismu Sidoarjo pada 2026 telah mencapai lebih dari Rp10 miliar. Capaian tersebut, menurutnya, tidak terlepas dari keberadaan dan kontribusi KLL yang bekerja di berbagai wilayah.

Hifni berharap potensi penghimpunan zakat, infak, dan sedekah di tingkat cabang maupun ranting dapat terus dikembangkan melalui konsolidasi dan kerja bersama.

Ia juga mencontohkan pengalaman belajar dari pengelolaan Lazismu di daerah lain. Menurutnya, potensi penghimpunan di setiap wilayah akan semakin besar apabila dikelola secara terkoordinasi dan melibatkan struktur Persyarikatan hingga tingkat paling bawah.

“Kalau potensi yang ada bisa dikelola secara maksimal, insyaallah penghimpunan akan semakin kuat,” tuturnya.

Dalam kegiatan tersebut juga ditegaskan bahwa penghimpunan dana bukanlah tujuan akhir Lazismu. Dana yang dihimpun harus kembali memberikan manfaat kepada masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan dan pelayanan sosial.

Pemanfaatan dana Lazismu mencakup berbagai bidang, mulai dari pendidikan, sosial kemanusiaan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, hingga bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Salah satu perhatian KLL Tulangan adalah kebutuhan pendidikan. Bantuan dapat diberikan kepada anak yatim, pelajar, mahasiswa, maupun warga yang mengalami kesulitan pembiayaan pendidikan sesuai dengan hasil pemetaan dan rekomendasi dari ranting.

Karena itu, pengurus ranting diharapkan aktif menyampaikan informasi mengenai warga yang membutuhkan bantuan.

“Ranting adalah tangan panjang dari daerah,” disampaikan dalam pemaparan kegiatan tersebut.

Dengan informasi dari ranting, Lazismu dapat melakukan verifikasi dan menentukan sasaran bantuan secara lebih tepat.

Dalam kesempatan tersebut, pengurus PCM Tulangan juga menyampaikan bahwa keberadaan KLL perlu dipahami bukan semata sebagai lembaga penghimpun dana. KLL diharapkan mampu menjadi sarana untuk mengidentifikasi persoalan sosial yang ada di lingkungan masyarakat dan kemudian menghadirkan solusi melalui program yang tersedia.

SMPM 5 Pucang SBY

Selama ini, sejumlah bantuan telah disalurkan untuk kebutuhan pendidikan, santunan keluarga warga Muhammadiyah, bantuan masyarakat terdampak bencana, hingga kebutuhan sosial lainnya.

Karena itu, sinergi antara KLL, PCM, PRM, dan takmir masjid menjadi penting agar informasi mengenai kebutuhan masyarakat tidak berhenti di tingkat bawah.

Sementara itu, staf senior Lazismu Sidoarjo Yekti Pitoyo menekankan pentingnya sinergi dalam menjalankan program Lazismu.

Ia menjelaskan bahwa pengelolaan Lazismu membutuhkan tata kelola yang tertib, mulai dari penghimpunan, pencatatan, pengelolaan keuangan, hingga penyaluran dan pelaporan.

Menurutnya, tata kelola yang baik akan memperkuat kepercayaan masyarakat kepada Lazismu.

Yekti juga menjelaskan berbagai program yang dapat dikembangkan KLL, di antaranya pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, sosial kemanusiaan, ketahanan pangan, hingga bedah rumah.

Program-program tersebut dapat dikembangkan melalui kolaborasi antara Lazismu daerah, KLL, amal usaha Muhammadiyah, masjid, serta unsur Persyarikatan lainnya.

Yekti mengajak KLL Tulangan tidak hanya berpikir mengenai bagaimana menghimpun dana, tetapi juga bagaimana membuat program yang mudah dipahami dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Program yang jelas, menurutnya, akan memudahkan masyarakat mengenal aktivitas Lazismu sekaligus meningkatkan kepercayaan untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah.

Ia menyebut beberapa bidang yang dapat dikembangkan, seperti bantuan biaya pendidikan, dukungan bagi mahasiswa, pemberdayaan UMKM, bantuan kesehatan, ketahanan pangan, bantuan kebencanaan, dan bedah rumah.

Menurutnya, keberagaman program tersebut memungkinkan Lazismu menjangkau kebutuhan masyarakat yang lebih luas.

Di akhir pemaparannya, Yekti mengingatkan bahwa kekuatan Lazismu tidak hanya terletak pada sistem dan program, tetapi juga pada hubungan dengan masyarakat.

Silaturahmi menjadi salah satu cara untuk mengetahui kondisi mustahik secara lebih dekat. Karena itu, ia mendorong jajaran ranting dan KLL untuk terus membangun komunikasi dengan masyarakat di lingkungan masing-masing.

Dengan demikian, penghimpunan dana umat tidak berhenti pada angka, tetapi berlanjut menjadi kemanfaatan yang dapat dirasakan masyarakat.

Sosialisasi tersebut menjadi momentum bagi Lazismu Sidoarjo dan Muhammadiyah Tulangan untuk memperkuat sinergi. Dari ranting, masjid, hingga KLL, seluruh unsur diharapkan bergerak bersama agar potensi zakat, infak, dan sedekah dapat dikelola secara amanah, transparan, tepat sasaran, dan semakin memberi manfaat.

Revisi Oleh:
  • Satria - 04/10/2026 20:31
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu