Akademi Marbot Masjid Muhammadiyah (AM3) Batch 2 resmi digelar di Masjid Al Fattah Tulungagung, Jumat-Ahad (1–3/5/2026). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCRPM) Muhammadiyah Wilayah, bekerja sama dengan LPCRPM PDM Tulungagung dan Takmir Masjid sebagai panitia lokal, serta menghadirkan pemateri dan fasilitator dari LPCRPM Pusat.
Sebanyak 75 peserta dari 15 masjid se-Jawa Timur mengikuti kegiatan ini. Mereka merupakan para marbot dan penggerak masjid yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas pengelolaan masjid Muhammadiyah ke arah yang lebih profesional dan berkemajuan.
Pembukaan kegiatan diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang menambah kekhidmatan suasana. Selanjutnya, Pembina Takmir Masjid Al Fattah, Mbah Sutrimo, menyampaikan komitmen penuh dalam mendukung kegiatan ini.
“Kami dari takmir siap totalitas untuk mensukseskan AM3 ini. Semoga membawa manfaat besar bagi pengembangan masjid,” ujarnya.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua PDM Tulungagung, Arif Sudjono Pribadi. Ia mengucapkan terima kasih atas kepercayaan menjadikan Tulungagung sebagai lokasi pelaksanaan AM3.
“Di Masjid Al Fattah ini juga pernah dilaksanakan Akademi Mubaligh Muhammadiyah. Ini menjadi kebanggaan sekaligus amanah bagi kami, jadi ada dua akademi yang diselenggarakan disini,” ungkapnya.
Wakil Ketua PWM Jawa Timur yang membidangi LPCRPM, Sulthon Amin, dalam sambutannya menekankan pentingnya peningkatan kualitas masjid Muhammadiyah.
“Masjid Al Fattah ini kita dorong menjadi masjid unggulan daerah, bahkan bisa naik kelas menjadi unggulan wilayah hingga nasional,” tuturnya.
Ia juga menegaskan bahwa masjid harus menjadi pusat peradaban umat.
“Masjid Muhammadiyah harus naik kelas dan menginspirasi. Bahkan bagi PRM atau PCM yang belum memiliki kantor, silakan berkantor di masjid,” tambahnya.
Acara pembukaan sekaligus peresmian Bank ZISKA Masjid Al Fattah dilakukan oleh Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dahlan Rais.
Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya ilmu dalam kehidupan.
“Manusia itu dianggap hidup jika berilmu. Alhamdulillah kita dipertemukan dalam majelis ilmu ini sebagai tanda kita masih hidup,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa gerakan dakwah membutuhkan kualitas yang unggul.
“Gerakan dakwah itu menuntut kita untuk lebih baik. Jika ingin menarik masyarakat, maka kualitas kita harus lebih unggul agar bisa menarik ummat dan memimpinnya dari masjid” tegasnya.
Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan yel-yel khas LPCRPM yang disambut antusias peserta.
“Ranting itu penting, cabang harus berkembang, masjid makmur memakmurkan. Apa pun masalahnya, masjid solusinya,” serunya.
Kegiatan AM3 Batch 2 ini diharapkan mampu melahirkan marbot-marbot yang tidak hanya tangguh dalam pengelolaan masjid, tetapi juga mampu menjadikan masjid sebagai pusat dakwah, pemberdayaan umat, dan solusi berbagai persoalan masyarakat. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments