Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

LPJ Kepala Sekolah 2022–2026, Momentum Muhasabah dan Penguatan Amanah Persyarikatan

Iklan Landscape Smamda
LPJ Kepala Sekolah 2022–2026, Momentum Muhasabah dan Penguatan Amanah Persyarikatan
LPJ Kepala Sekolah 2022–2026, Momentum Muhasabah dan Penguatan Amanah Persyarikatan
pwmu.co -

SD Muhammadiyah 1 Malang menggelar kegiatan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Kepala Sekolah Periode 2022–2026 pada Jumat (5/6/2026). Kegiatan ini tidak hanya menjadi forum penyampaian program dan capaian sekolah, tetapi juga menjadi momentum evaluasi, refleksi, dan muhasabah atas amanah kepemimpinan Rizka Silvia, S.Pd.I., M.Pd. selama empat tahun terakhir.

Kegiatan tersebut dihadiri unsur Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Klojen, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Malang, guru, karyawan, serta berbagai pihak yang selama ini mendukung perjalanan SD Muhammadiyah 1 Malang.

Acara diawali dengan sambutan Ketua PCM Klojen, Hafidz, S.Pd., M.Pd.I. Dalam arahannya, ia mengingatkan bahwa Muhammadiyah merupakan gerakan besar yang dibangun melalui perjuangan kolektif para kader dari masa ke masa.

Karena itu, setiap warga persyarikatan diharapkan tidak merasa paling berjasa atas kemajuan yang diraih organisasi.

“Ketika Muhammadiyah semakin besar dan berkembang, jangan sampai ada yang merasa paling berjasa. Niatkan seluruh pengabdian sebagai jalan dakwah. Jika ada kepentingan-kepentingan yang tidak baik di dalamnya, maka akan tersingkir dengan sendirinya karena sistem Muhammadiyah telah dibangun dengan baik,” tegasnya.

Hafidz juga menjelaskan bahwa proses pemilihan kepala sekolah ke depan akan dilaksanakan sesuai ketentuan dan panduan yang telah ditetapkan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah sehingga seluruh tahapan berjalan sesuai aturan organisasi.

Sementara itu, Wakil Ketua PDM Kota Malang Bidang Dikdasmen dan PNF, Prof. Triyo Supriyatno, Ph.D., mengajak seluruh peserta menjadikan forum LPJ sebagai sarana introspeksi dan pembelajaran bersama.

Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan pesan reflektif tentang pentingnya kebijaksanaan dalam berorganisasi.

“Orang yang sibuk mencari kesalahan orang lain masih perlu banyak belajar. Orang yang mampu mengoreksi dirinya mulai belajar. Orang yang tidak lagi menyalahkan diri maupun orang lain telah menjadi pribadi yang arif. Sebab, orang bijak tidak mencari kambing hitam, tetapi fokus menyelesaikan masalah dengan rendah hati dan tanpa merasa paling benar.”

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kedewasaan dalam berorganisasi tidak diukur dari kemampuan menunjukkan kesalahan pihak lain, melainkan dari kemampuan memperbaiki diri dan menghadirkan solusi untuk kemajuan bersama.

SMPM 5 Pucang SBY

Dalam laporan pertanggungjawabannya, Kepala SD Muhammadiyah 1 Malang, Rizka Silvia, S.Pd.I., M.Pd., menyampaikan rasa syukur atas berbagai capaian yang berhasil diraih sekolah selama masa kepemimpinannya.

Menurutnya, berbagai prestasi yang diperoleh bukanlah hasil kerja individu, melainkan buah dari kolaborasi seluruh elemen sekolah.

“Segala pencapaian luar biasa yang diraih sekolah hari ini tidak lepas dari kerja sama yang baik seluruh tim, guru, karyawan, orang tua, PCM, PDM, serta seluruh pihak yang terus membersamai perjalanan sekolah,” ungkapnya.

Rizka juga menegaskan bahwa jabatan merupakan amanah yang bersifat sementara. Karena itu, setiap pemegang amanah harus senantiasa menjaga integritas, loyalitas, dan komitmen terhadap nilai-nilai perjuangan Persyarikatan Muhammadiyah.

Ia mengingatkan pentingnya menjaga amanah sebagaimana pesan yang terkandung dalam Surah Ar-Ra’d ayat 25, bahwa amanah tidak boleh dikhianati demi kepentingan pribadi maupun kelompok.

Kegiatan LPJ ini tidak sekadar menjadi agenda administratif menjelang pergantian kepemimpinan, tetapi juga menjadi ruang muhasabah bersama bagi seluruh warga sekolah.

Forum tersebut menegaskan bahwa keberhasilan sekolah merupakan hasil sinergi dan kerja kolektif, bukan milik individu tertentu. Jabatan dapat berganti, namun nilai keikhlasan, amanah, dan semangat dakwah harus terus hidup dalam setiap langkah pengabdian.

Sebagaimana pesan yang mengemuka dalam kegiatan tersebut, pribadi yang besar bukanlah mereka yang sibuk mencari kesalahan orang lain atau menonjolkan jasanya sendiri, melainkan mereka yang terus belajar, memperbaiki diri, menjaga amanah, dan menghadirkan manfaat bagi sesama.

Revisi Oleh:
  • Satria - 07/06/2026 09:11
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu