Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Mahasiswa Kesos UM Jatim Bantu Tangani Persoalan Lansia dan Disabilitas di Dua Kelurahan Madiun

Iklan Landscape Smamda
Mahasiswa Kesos UM Jatim Bantu Tangani Persoalan Lansia dan Disabilitas di Dua Kelurahan Madiun
Seminar Hasil Praktikum I yang digelar di Ruang Rapat I Kampus 1 UM Jatim. Foto: Istimewa
pwmu.co -

Mahasiswa Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (UM Jatim/UMJT), yang sebelumnya bernama Universitas Muhammadiyah Madiun (Ummad), menunjukkan kontribusi nyata dalam penanganan persoalan sosial di masyarakat.

Selama dua bulan menjalani Praktikum I, mereka melakukan pendampingan terhadap lansia dan penyandang disabilitas di dua kelurahan di Kota Madiun.

Hasil kegiatan tersebut dipaparkan dalam Seminar Hasil Praktikum I yang digelar di Ruang Rapat I Kampus 1 UM Jatim, Rabu (8/7/2026). Seminar diikuti mahasiswa semester VI yang telah menyelesaikan praktikum pada Mei–Juni 2026.

Kegiatan ini dihadiri Ketua Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial UM Jatim Qoni’ah M.Si., dosen pembimbing Muh. Ni’am M.Kesos., Lurah Kelun Pardi S.E., Lurah Manguharjo Rudianto A.Md., dosen pendamping, pendamping lapangan dari Seksi Kesejahteraan Sosial (Kasi Kessos), serta para mitra dari kedua kelurahan.

Dosen pengampu mata kuliah Praktikum I, Muh. Ni’am, menjelaskan bahwa mahasiswa melaksanakan intervensi mikro (micro case work) di Kelurahan Kelun dan Kelurahan Manguharjo. Sasaran utama adalah kelompok rentan, terutama lansia dan penyandang disabilitas yang masuk kategori desil 1–4.

“Setiap mahasiswa menangani satu klien dan melaksanakan proses kerja kasus (case work) sesuai tahapan intervensi pekerja sosial, mulai dari asesmen, perencanaan, pelaksanaan intervensi, evaluasi, hingga terminasi,” ujarnya, Selasa 14/7/2026).

Selama menjalani praktikum, mahasiswa diwajibkan menyusun laporan perkembangan setiap dua pekan.

Setelah seluruh tahapan pendampingan selesai, mereka melakukan terminasi bersama klien dan lembaga mitra, kemudian menyusun laporan akhir yang dipresentasikan dalam seminar.

SMPM 5 Pucang SBY

Muh. Ni’am menegaskan, “Pola pembelajaran berbasis praktik ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengasah kompetensi profesional sekaligus memahami secara langsung dinamika persoalan kesejahteraan sosial di masyarakat.”

Apresiasi datang dari Lurah Kelun, Pardi. Ia menilai kehadiran mahasiswa UM Jatim memberikan manfaat bagi pemerintah kelurahan dalam memetakan sekaligus membantu penanganan berbagai persoalan sosial yang dihadapi warga.

“Kehadiran mahasiswa Prodi Ilmu Kesejahteraan Sosial UM Jatim sangat membantu kami dalam memetakan dan menangani berbagai persoalan kesejahteraan sosial di tingkat kelurahan,” katanya.

Melalui Praktikum I ini, mahasiswa tidak hanya menerapkan teori yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.

Pendampingan terhadap kelompok rentan menjadi wujud implementasi pembelajaran berbasis pengalaman sekaligus mendukung program Kampus Berdampak yang diusung Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. (*)

SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu