Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Mahasiswa KKN Umsura Dampingi UMKM Kerupuk Puli Desa Sebani lewat Digital Marketing

Iklan Landscape Smamda
Mahasiswa KKN Umsura Dampingi UMKM Kerupuk Puli Desa Sebani lewat Digital Marketing
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 25 Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) di Desa Sebani, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan. (Diyan Widi Prameswari/PWMU.CO).
pwmu.co -

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 25 Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui program kerja yang berbasis pada kebutuhan riil di lapangan.

Para mahasiswa berhasil mengidentifikasi salah satu potensi ekonomi lokal yang dinilai memiliki peluang besar untuk terus berkembang, yakni Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kerupuk puli.

Hal tersebut mereka lakukan berbekal hasil survei dan observasi selama beberapa hari pertama pelaksanaan KKN di Desa Sebani, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (18/7/2026).

Potensi tersebut kemudian menjadi fokus utama dalam penyusunan program kerja kelompok. Setelah melalui proses diskusi dan analisis bersama seluruh anggota, Mahasiswa KKN Kelompok 25 memutuskan untuk melaksanakan kegiatan sosialisasi digital marketing sebagai bentuk pendampingan kepada para pelaku UMKM.

Program ini harapannya mampu memberikan pengetahuan baru mengenai strategi pemasaran berbasis digital sehingga produk lokal Desa Sebani tidak hanya dikenal oleh masyarakat sekitar. Tetapi juga mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Petakan Potensi Desa

Ketua Kelompok 25 KKN Umsura, Syamsu, menjelaskan bahwa setiap program yang disusun berangkat dari hasil pemetaan potensi desa.

Oleh karena itu, sebelum menentukan kegiatan, seluruh anggota terlebih dahulu melakukan observasi langsung dengan mengunjungi masyarakat, berdialog dengan perangkat desa, serta melihat aktivitas ekonomi yang berkembang di lingkungan Desa Sebani.

“Hasil survei menunjukkan bahwa kerupuk puli merupakan salah satu produk unggulan yang diproduksi oleh cukup banyak pelaku UMKM di Desa Sebani” terang Syamsu.

Produk ini memiliki cita rasa yang khas dan kualitas yang baik, namun sebagian besar proses pemasarannya masih dilakukan secara konvensional. Kondisi tersebut menjadi dasar bagi kami untuk menyusun program pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat” ujarnya.

Berdasarkan hasil observasi tersebut, mahasiswa menemukan bahwa sebagian besar pelaku usaha masih mengandalkan pemasaran secara langsung kepada pelanggan tetap. Umumnya mereka menitipkan produk di warung sekitar, ataupun menjual melalui jaringan distributor lokal.

SMPM 5 Pucang SBY

Pola pemasaran tersebut memang mampu menjaga keberlangsungan usaha, tetapi dinilai belum mampu mengoptimalkan peluang pasar yang semakin terbuka melalui perkembangan teknologi digital.

Di sisi lain, perkembangan media sosial dan berbagai platform digital telah mengubah perilaku konsumen dalam mencari serta membeli suatu produk.

Kemudahan akses internet membuka kesempatan bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produknya kepada masyarakat yang lebih luas tanpa harus mengeluarkan biaya promosi yang besar.

Sayangnya, pemanfaatan teknologi tersebut belum sepenuhnya dilakukan oleh sebagian besar pelaku UMKM kerupuk puli di Desa Sebani.

Melihat kondisi tersebut, Mahasiswa KKN Kelompok 25 Umsura memandang bahwa peningkatan kapasitas pelaku usaha dalam bidang digital marketing merupakan langkah strategis yang dapat membantu meningkatkan daya saing produk lokal.

Bangun Identitas Produk

Tidak hanya berorientasi pada peningkatan penjualan, digital marketing juga menjadi sarana membangun identitas produk, memperluas jaringan pemasaran, serta memperkuat keberlangsungan usaha di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif.

Melaluisosialisasi ini, mahasiswa memberikan berbagai materi mengenai pentingnya transformasi digital dalam dunia usaha.

Para peserta dikenalkan dengan konsep dasar digital marketing, manfaat penggunaan media sosial sebagai sarana promosi, teknik membangun citra produk (branding), strategi membuat konten promosi yang menarik, hingga pentingnya foto produk yang berkualitas sebagai daya tarik bagi calon konsumen.

Revisi Oleh:
  • Danar Trivasya Fikri - 20/07/2026 01:02
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu