Selain itu, mahasiswa juga menjelaskan bagaimana pelaku UMKM dapat memanfaatkan berbagai platform digital sebagai media pemasaran.
Penggunaan WhatsApp Business, Instagram, Facebook, hingga Shopee, diperkenalkan sebagai alternatif yang dapat membantu memperluas jangkauan konsumen.
Dengan memanfaatkan platform tersebut secara optimal, pelaku usaha diharapkan mampu meningkatkan visibilitas produknya sekaligus membuka peluang kerja sama dengan pembeli dari luar daerah.
Kegiatan sosialisasi berlangsung secara interaktif. Para pelaku UMKM tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga diajak berdiskusi mengenai berbagai tantangan yang mereka hadapi selama menjalankan usaha.
Beberapa peserta menyampaikan bahwa keterbatasan pengetahuan mengenai teknologi menjadi salah satu alasan mengapa pemasaran digital belum diterapkan secara maksimal.
Media Sosial sebagai Alat Pemasaran
Di sisi lain, sebagian pelaku usaha juga mengaku belum memahami cara membuat konten promosi yang menarik maupun memanfaatkan media sosial sebagai alat pemasaran yang efektif.
Menanggapi berbagai kendala tersebut, mahasiswa memberikan penjelasan secara bertahap dengan menggunakan bahasa yang mudah dipahami.
Pendekatan ini dilakukan agar materi yang disampaikan dapat diterima oleh seluruh peserta, termasuk pelaku usaha yang baru pertama kali mengenal konsep pemasaran digital.
Diskusi berlangsung aktif dengan berbagai pertanyaan seputar strategi promosi, cara meningkatkan kepercayaan konsumen melalui media sosial, hingga tips sederhana dalam memasarkan produk secara daring.
Mahasiswa KKN Umsura meyakini bahwa keberhasilan suatu program pengabdian tidak hanya diukur dari terlaksananya kegiatan. Tetapi juga dari manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat setelah program tersebut selesai.
Oleh karena itu, kegiatan sosialisasi digital marketing tidak hanya diarahkan sebagai kegiatan seremonial. Melainkan sebagai langkah awal dalam membangun kesadaran pelaku UMKM mengenai pentingnya adaptasi terhadap perkembangan teknologi.
Pendampingan terhadap UMKM juga menjadi bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi desa melalui penguatan potensi lokal.
Peluang Berkembang
Kerupuk puli sebagai salah satu produk khas Desa Sebani dinilai memiliki peluang untuk berkembang apabila didukung oleh strategi pemasaran yang lebih modern.
Dengan kualitas produk yang telah dimiliki, digital marketing diharapkan menjadi jembatan untuk memperkenalkan produk tersebut kepada pasar yang lebih luas, baik di tingkat regional maupun nasional.
Program kerja ini sekaligus mencerminkan semangat mahasiswa dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat.
Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat tidak hanya bertujuan menjalankan kewajiban akademik, tetapi juga menjadi mitra bagi masyarakat dalam mencari solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi sesuai dengan potensi dan kebutuhan desa.
Melalui sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan pelaku UMKM, diharapkan lahir kolaborasi yang mampu memberikan dampak positif secara berkelanjutan.
Semoga penguatan kapasitas pelaku usaha melalui literasi digital dapat meningkatkan daya saing produk lokal sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat Desa Sebani di masa mendatang.





0 Tanggapan
Empty Comments