Iklan SDM 4 Mudipat 2026

Mahasiswa KKN Umsura Edukasi Pencegahan Bullying di Dua Sekolah

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
Mahasiswa KKN Umsura Edukasi Pencegahan Bullying di Dua Sekolah
Mahasiswa KKN Umsura Tanamkan Kesadaran Antibullying kepada Siswa SDN 1 Lambangkuning dan MTs Miftahussalam (Tsalsa Rizki Rahmadani/PWMU.CO)
BANNER RSI AISYIYAH MALANG
pwmu.co -

Maraknya kasus perundungan di lingkungan pendidikan mendorong Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 8 Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) menggelar edukasi pencegahan bullying di SDN 1 Lambangkuning pada Kamis (23/7/2026) dan MTs Miftahussalam pada Jumat (24/7/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kerja bidang pendidikan untuk menumbuhkan kesadaran peserta didik dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan.

Program edukasi ini diselenggarakan sebagai bentuk kontribusi mahasiswa KKN dalam mendukung pembentukan karakter peserta didik sekaligus mencegah munculnya tindakan bullying sejak usia sekolah. Menurut mahasiswa KKN, perundungan masih menjadi persoalan yang dapat berdampak terhadap perkembangan psikologis, sosial, maupun prestasi belajar peserta didik apabila tidak ditangani sejak dini.

Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pengertian bullying beserta berbagai bentuknya, mulai dari bullying fisik, verbal, sosial, hingga perundungan di dunia maya (cyberbullying). Materi disampaikan menggunakan bahasa yang sederhana dan komunikatif sehingga mudah dipahami oleh siswa sesuai jenjang pendidikan masing-masing.

Selain menjelaskan bentuk-bentuk perundungan, mahasiswa juga mengajak peserta memahami dampak yang dapat dialami korban maupun pelaku bullying. Para siswa diajak menyadari bahwa tindakan yang selama ini dianggap sebagai candaan dapat menimbulkan luka psikologis dan memengaruhi rasa percaya diri korban.

Mahasiswa KKN Umsura Edukasi Pencegahan Bullying di Dua Sekolah
Mahasiswa KKN Umsura Edukasi Pencegahan Bullying di Dua Sekolah (Tsalsa Rizki Rahmadani/PWMU.CO)

Suasana edukasi berlangsung interaktif. Mahasiswa mengajak siswa berdiskusi mengenai berbagai contoh perilaku yang sering dijumpai di lingkungan sekolah serta mengajak mereka menentukan apakah tindakan tersebut termasuk bullying atau bukan. Melalui sesi tanya jawab tersebut, siswa tampak antusias menyampaikan pendapat dan berbagi pengalaman selama berada di lingkungan sekolah.

Koordinator KKN Kelompok 8 Umsura enjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan menambah pengetahuan peserta didik, tetapi juga membangun empati dan keberanian untuk mencegah perundungan.

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

“Bullying sering kali dianggap sebagai candaan, padahal dapat memberikan dampak yang besar terhadap kondisi psikologis korban. Melalui kegiatan ini kami berharap siswa lebih memahami pentingnya saling menghargai, menghormati perbedaan, serta berani mengatakan tidak terhadap segala bentuk perundungan,” ujarnya.

Sebagai penutup, mahasiswa KKN mengajak seluruh peserta membangun komitmen bersama untuk menciptakan budaya saling menghormati, menghargai perbedaan, serta berani melaporkan apabila menemukan tindakan bullying di lingkungan sekolah. Komitmen tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun budaya sekolah yang lebih aman dan inklusif.

Pihak sekolah menyambut baik kegiatan edukasi tersebut karena dinilai memberikan pemahaman yang relevan dengan kehidupan peserta didik. Guru dan siswa mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan antusias, mulai dari penyampaian materi hingga sesi diskusi interaktif.

Melalui program ini, Mahasiswa KKN Kelompok 8 Umsura berharap kesadaran mengenai bahaya bullying semakin meningkat sehingga peserta didik mampu menjadi pelopor terciptanya lingkungan belajar yang positif, saling menghargai, dan bebas dari segala bentuk perundungan. (*)

SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu