Mahasiswa Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta menggelar Program Pemberdayaan Umat (Prodamat) bertema “Tata Cara Perawatan Jenazah sesuai Himpunan Putusan Tarjih (HPT) Muhammadiyah” di Masjid Raudhatul Jannah, Minggu (17/5/2026).
Kegiatan tersebut diikuti jamaah ibu-ibu yang memadati serambi masjid usai pelaksanaan shalat Ashar.
Para mahasiswa itu menjadikan program ini sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Mereka memberikan edukasi keagamaan yang aplikatif dan bermanfaat langsung bagi masyarakat.
Panitia memilih tema perawatan jenazah dalam kegiatan tersebut.
Tema ini dinilai penting untuk meningkatkan pemahaman umat Islam terkait kewajiban fardhu kifayah sesuai tuntunan syariat dan Himpunan Putusan Tarjih Muhammadiyah.
Dalam kegiatan tersebut, panitia menghadirkan Ustadz Budi Jaya Putra sebagai pemateri utama.
Ia memberikan penjelasan mengenai tata cara pengurusan jenazah mulai dari memandikan, mengkafani, hingga proses persiapan pemakaman sesuai tuntunan Muhammadiyah.
Berbeda dari pengajian rutin pada umumnya, penyampaian materi kali ini lebih bersifat praktis dan aplikatif.
Jamaah tidak hanya mendengarkan penjelasan teori, tetapi juga menyaksikan secara langsung simulasi tata cara perawatan jenazah oleh pemateri.
Ustadz Budi Jaya Putra mengatakan bahwa umat Islam tidak perlu merasa takut ketika menghadapi saudara sesama muslim yang meninggal dunia.
Menurutnya, mengurus jenazah merupakan kewajiban bersama atau fardhu kifayah, sehingga masyarakat harus paham.
“Mengurus jenazah adalah fardhu kifayah. Sudah seharusnya kita, terutama keluarga terdekat, yang turun tangan langsung dan tidak perlu takut,” ujarnya di hadapan jamaah.
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Beberapa jamaah aktif mengajukan pertanyaan terkait detail pelaksanaan pengurusan jenazah. Dari tata cara memandikan hingga proses mengkafani mayit sesuai syariat Islam dan tuntunan Muhammadiyah.
Tokoh jamaah setempat, Ratna Totok, mengatakan bahwa tema pengajian tersebut menjadi pilihan untuk meningkatkan kesadaran sosial dan spiritual masyarakat dalam menghadapi musibah kematian.
“Tujuannya untuk menyadarkan kita semua sebagai sesama muslim dan muslimah agar saling membantu saat ada yang tertimpa musibah kematian, sekaligus menjadi pengingat bagi diri kita sendiri tentang maut,” katanya.
Usai kegiatan, para jamaah mengaku memperoleh banyak pemahaman baru terkait tata cara perawatan jenazah yang benar sesuai syariat Islam dan Himpunan Putusan Tarjih Muhammadiyah.
Para peserta berharap penyelenggara terus melaksanakan Program Pemberdayaan Umat (Prodamat) secara berkala.
Mereka menilai kegiatan edukatif tersebut mampu menambah wawasan keagamaan. Selain itu, juga untuk memperkuat kepedulian sosial masyarakat dalam membantu sesama saat menghadapi musibah kematian.***





0 Tanggapan
Empty Comments