Mahasiswa Program Studi Budidaya Perairan Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) melaksanakan program kerja Kuliah Kerja Nyata (KKN) melalui kegiatan sosialisasi dan pelatihan teknik pemijahan buatan pada ikan lele.
Kegiatan bertajuk “Sosialisasi Pengambilan Kelenjar Hipofisa dan Penyuntikan Hipofisasi pada Ikan Lele” tersebut berlangsung Selasa (1/9/2026) di Dusun Cinandang, Kecamatan Dawar Blandong, Kabupaten Mojokerto.
Kegiatan ini menjadi upaya mahasiswa KKN untuk membantu pembudidaya ikan lokal memanfaatkan teknik pemijahan buatan (induced spawning) guna meningkatkan produktivitas benih lele secara mandiri dan terstruktur.
Program kerja tersebut bertujuan memberikan edukasi dan pelatihan teknis mengenai pemijahan buatan menggunakan metode hipofisasi. Teknik ini dapat digunakan untuk mempercepat proses pemijahan dan menghasilkan benih lele berkualitas.
Pelatihan dilakukan secara langsung dengan materi yang meliputi kriteria induk, teknik ekstraksi kelenjar hipofisa dari ikan donor, pembuatan ekstrak hormon, teknik penyuntikan intramuskular, hingga perawatan induk pascasuntik.
Dengan adanya sosialisasi tersebut, keterampilan pembudidaya di Dusun Cinandang diharapkan semakin meningkat.
Pelaksanaan kegiatan meliputi pengumpulan data potensi perikanan lokal, penyiapan alat dan bahan praktikum, serta peragaan langsung atau demonstrasi pengambilan kelenjar hipofisa dari ikan donor.
Mahasiswa juga memberikan praktik pembuatan larutan ekstrak hormon menggunakan aquabidest/fisiologis (NaCl 0,9 persen), pendampingan teknik penyuntikan pada bagian punggung induk lele dengan sudut 45 derajat, serta sesi diskusi interaktif bersama warga.
Setelah demonstrasi selesai, panduan praktis diserahkan kepada perwakilan kelompok tani ternak lokal untuk dijadikan acuan pembelajaran berkelanjutan.
Dalam proses sosialisasi, peserta juga dibekali modul panduan praktis pengelolaan induk dan tata cara pembiakan mandiri.
Modul tersebut diserahkan kepada salah satu ketua kelompok pembudidaya di Dusun Cinandang yang ditunjuk sebagai penanggung jawab lapangan.
Dengan adanya panduan tersebut, para pembudidaya dapat mempraktikkan sekaligus mengajarkan kembali teknik hipofisasi kepada anggota kelompok lainnya sesuai kebutuhan produksi.
Berdasarkan hasil pelaksanaan, sosialisasi teknik pemijahan buatan pada ikan lele di Dusun Cinandang berhasil dilaksanakan melalui demonstrasi langsung dan penyerahan modul panduan.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu pembudidaya lokal meningkatkan efisiensi pembenihan, mengurangi ketergantungan pada hormon sintetis yang mahal, serta meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat di wilayah Dawar Blandong.
Kepala Dusun Cinandang, Suwandi, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan program kerja tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi program kerja KKN berupa sosialisasi dan pelatihan pemijahan ikan lele ini. Adanya kegiatan ini diharapkan dapat membantu warga kami, khususnya para pembudidaya, dalam meningkatkan taraf ekonomi dan keterampilan teknis sehingga produksi benih lele di Dusun Cinandang dapat berkembang lebih pesat.”
Program sosialisasi ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Dusun Cinandang dalam meningkatkan pemanfaatan teknologi budidaya perairan sebagai sarana peningkatan produktivitas desa.
Melalui penerapan teknik hipofisasi ini, pembudidaya dapat memproduksi benih secara berkelanjutan dan mandiri.
Pengetahuan serta peralatan yang telah diserahterimakan diharapkan dapat dimanfaatkan dan dikelola dengan baik oleh warga Dusun Cinandang.
Keterampilan yang telah diperoleh juga diharapkan dapat terus diterapkan secara berkala sehingga kegiatan budidaya ikan lele tetap aktif, produktif, serta mampu meningkatkan kesejahteraan pembudidaya secara lebih luas.
Keterangan Foto: Pendampingan praktikum penyuntikan ekstrak hipofisa kepada pembudidaya lokal sekaligus serah terima modul panduan pemijahan buatan kepada Kepala Dusun Cinandang, Suwandi, bersama ketua kelompok tani ternak setempat.






0 Tanggapan
Empty Comments