Iklan SDM 4 Mudipat 2026

Maulid Nabi di PAUD Aisyiyah II Kota Probolinggo, Tanamkan Cinta Rasul melalui Kisah, Seni, dan Kreativitas

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
Maulid Nabi di PAUD Aisyiyah II Kota Probolinggo, Tanamkan Cinta Rasul melalui Kisah, Seni, dan Kreativitas
Nonton Bareng Kisah Kelahiran Nabi Muhammad SAW. (Umaimah/PWMU.CO)
BANNER RSI AISYIYAH MALANG
pwmu.co -

Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, TK & KB Aisyiyah Bustanul Athfal II Kota Probolinggo menggelar rangkaian kegiatan edukatif dan religius yang dikemas menyenangkan bagi anak-anak, Senin (24/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menanamkan kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus mengenalkan keteladanan akhlak beliau sejak Usia Dini.

Mengusung semangat “Mari kita teladani akhlak mulia Nabi Muhammad SAW dan tanamkan kecintaan kepada beliau sejak Dini dalam hati anak-anak kita”, kegiatan diikuti oleh peserta didik, guru, dan karyawan sebagai bagian dari warga sekolah.

Tiga agenda utama mewarnai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut, yakni nobar kisah kelahiran Nabi Muhammad SAW, pentas seni, dan kegiatan mewarnai.

Menyimak Kisah Nabi melalui Audiovisual

Kegiatan diawali dengan nonton bareng kisah kelahiran Nabi Muhammad SAW melalui media Audiovisual. Anak-anak diajak menyimak kisah dan perjalanan Rasulullah SAW dengan media yang menarik dan sesuai dengan karakteristik anak Usia Dini.

Melalui Audiovisual tersebut, anak-anak tidak hanya mendapatkan pengetahuan tentang Rasulullah SAW, tetapi juga diajak mengenal sosok Nabi Muhammad sebagai manusia pilihan Allah SWT yang memiliki akhlak mulia dan patut dijadikan teladan dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ini menjadi salah satu cara guru menyampaikan nilai-nilai keislaman secara sederhana, konkret, dan mudah diterima oleh anak-anak.

Pentas Seni Melatih Keberanian dan Tanggung Jawab

Agenda berikutnya adalah pentas seni. Anak-anak tampil secara individu maupun berkelompok untuk menunjukkan kemampuan yang telah mereka pelajari di sekolah.

Beragam penampilan disuguhkan, mulai dari lagu-lagu Islami yang telah mereka hafalkan, pembacaan surat-surat pendek dalam Al-Qur’an, hadis-hadis pendek, hingga doa-doa harian.

Tidak hanya itu, beberapa anak juga mampu tampil membawakan ayat-ayat pilihan dalam Al-Qur’an, seperti Ayat Kursi QS Al-Baqarah ayat 255 serta ayat-ayat pilihan dari QS Al-Baqarah ayat 126–128.

Pentas seni tersebut bukan sekadar pertunjukan. Di balik keberanian anak tampil di depan teman-teman dan guru, terdapat proses pembelajaran untuk membangun rasa percaya diri, keberanian, tanggung jawab, disiplin, serta kemampuan mengapresiasi penampilan teman.

Kegiatan semakin menarik dengan agenda mewarnai gambar dan kaligrafi bertuliskan Muhammad SAW.

Dengan penuh antusias, anak-anak menuangkan kreativitas mereka melalui warna-warna pilihan. Aktivitas tersebut sekaligus menjadi sarana untuk memperkuat pesan tentang kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.

Melalui kegiatan sederhana yang dekat dengan dunia anak, nilai-nilai agama dapat dikenalkan secara menyenangkan. Anak tidak hanya mendengar tentang cinta kepada Rasulullah SAW, tetapi juga diajak mengekspresikannya melalui karya dan aktivitas kreatif.

Kepala Sekolah: Tanamkan Keteladanan Rasulullah Sejak Dini

Kepala TK-KB Aisyiyah Bustanul Athfal II Kota Probolinggo, Sulistyowati, S.Pd., menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi benar-benar memberikan dampak terhadap pembentukan karakter anak dan seluruh warga sekolah.

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

“Melalui kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini, kami berharap anak-anak didik, guru, karyawan, dan seluruh warga sekolah dapat meneladani sifat-sifat Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari. Kami juga berharap kecintaan kepada Rasulullah Muhammad SAW semakin tumbuh, sekaligus meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita sebagai hamba Allah SWT,” tuturnya.

Menurutnya, nilai-nilai karakter, akhlak, adab, dan etika perlu ditanamkan sejak usia dini agar dapat melekat dalam diri anak dan menjadi kebiasaan dalam kehidupan mereka.

“Harapan kami, karakter, akhlak, adab, dan etika tersebut tidak hanya tumbuh pada diri murid-murid TK dan KB Aisyiyah Bustanul Athfal II, tetapi juga menjadi bagian dari keseharian guru dan karyawan sebagai warga sekolah. Dengan demikian, keteladanan Rasulullah SAW dapat benar-benar kita hadirkan dalam lingkungan pendidikan,” lanjutnya.

“Bunda, Kenapa Kita Harus Mencintai Nabi Muhammad?”

Menariknya, setelah kegiatan audiovisual dan pentas seni selesai, muncul celotehan spontan dari salah seorang peserta didik kelompok B1 TK Aisyiyah Bustanul Athfal II, Indhira.

“Seru sekali ya, Bunda, cerita tadi. Aku jadi penasaran, Bunda, Nabi Muhammad itu seperti siapa ya? Kenapa kita harus mencintai Nabi Muhammad, Bunda?” tanyanya polos.

Pertanyaan tersebut kemudian dijawab secara sederhana oleh guru.

“Ya, Nak. Karena Rasulullah Muhammad SAW adalah manusia pilihan yang dipilih Allah SWT untuk menjadi teladan bagi kita. Rasulullah Muhammad SAW memiliki akhlak yang mulia. Karena itu, kita belajar mencintai Rasulullah dengan cara meneladani sifat dan akhlaknya,” jawab sang guru.

Celotehan polos Indhira Kelompok B1 tersebut menjadi gambaran sederhana bahwa pesan yang disampaikan melalui kegiatan Maulid Nabi mulai mengusik rasa ingin tahu anak.

Pertanyaan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pembelajaran tentang Rasulullah SAW dapat menjadi pintu masuk bagi anak untuk mengenal, memahami, dan kemudian mencintai sosok Nabi Muhammad SAW.

Bagi pendidikan anak usia dini, munculnya pertanyaan seperti itu merupakan bagian penting dari proses pembelajaran. Anak tidak sekadar menerima informasi, tetapi mulai berpikir, bertanya, dan menghubungkan apa yang dilihat dan didengarnya dengan kehidupan mereka.

Melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, TK dan KB Aisyiyah Bustanul Athfal II Kota Probolinggo berupaya menghadirkan pembelajaran yang menyentuh tiga ranah sekaligus: mengenal Rasulullah, mencintai Rasulullah, dan meneladani akhlak Rasulullah SAW.

Semangat tersebut diharapkan terus tumbuh dalam keseharian anak-anak, sehingga nilai-nilai keislaman tidak hanya menjadi materi pembelajaran di sekolah, tetapi juga menjadi karakter yang melekat dalam diri mereka. (*)

SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu