Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Membumikan Al-Qur’an: 148 Santri SD Mumtaz Dikukuhkan pada Wisuda Tahfidz ke-10

Iklan Landscape Smamda
Membumikan Al-Qur’an: 148 Santri SD Mumtaz Dikukuhkan pada Wisuda Tahfidz ke-10
Wisuda Tahfidz ke-10 SD Mumtaz (Heni Dwi Utami/PWMU.CO)
pwmu.co -

Aula Mas Mansur PCM Sepanjang pada Sabtu pagi, (23/5/2026) berubah menjadi lautan ruhani yang dipenuhi gemuruh ayat-ayat suci. Sebanyak 148 siswa SD Muhammadiyah 1&2 Taman (SD Mumtaz) Sepanjang siap mengukir sejarah dalam Wisuda Tahfidzul Qur’an ke-10 yang mengusung tema besar: “Membumikan Al-Qur’an, Melahirkan Generasi Huffadz Berakhlak Mulia.”

Acara yang dimulai pukul 07.30 hingga selesai ini tidak sekadar seremonial, tetapi juga menjadi panggung ujian publik bagi enam siswa terbaik yang diuji hafalan Al-Qur’annya secara langsung di hadapan orang tua, guru, dan tamu internasional.

Menghadirkan Qori’ Internasional sebagai Motivator

Istimewa, wisuda kali ini didatangi oleh Syekh Dr. Magdy Ali Abdel Maguid, Al-Hafidz & Qori’ Internasional dari Mesir. Kehadirannya diharapkan mampu menyulut semangat baru bagi para penghafal cilik untuk terus mencintai Al-Qur’an.

Selain itu, Dr. Mufi Imron Rosyadi, M.El., Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sidoarjo, juga hadir memberikan dukungan penuh terhadap program tahfidz yang membumi di tingkat sekolah dasar.

Mengapa target hafalan yang diwisudakan adalah juz 30, 29, dan juz 1 hingga 8? Menurut Rahmawati, S.Pd, Kepala Urusan Bidang AIK SD Mumtaz, pilihan ini disesuaikan dengan jenjang kemampuan siswa SD dan fondasi utama dalam membangun hafalan yang kuat.

Juz 30 yang akrab di telinga anak-anak menjadi pintu masuk, sementara juz 1 hingga 8 membangun pemahaman panjang, dan capaian hingga juz 10 menjadi prestasi luar biasa bagi siswa yang memiliki disiplin tinggi. Program ini menjadi bukti bahwa usia dini bukanlah halangan untuk menjadi penghafal Al-Qur’an yang berkualitas.

Persiapan yang Tidak Pernah Putus

Di balik keberhasilan 148 siswa yang diwisuda, terdapat proses panjang yang ditempuh Bidang Al-Islam sekolah. Pembinaan dilakukan bertahap dan berkesinambungan: mulai dari program tahsin dan tahfidz harian, muroja’ah rutin, pendampingan guru pembimbing, hingga komunikasi intensif dengan orang tua.

Sekolah juga menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan penuh motivasi spiritual, sehingga anak-anak tidak merasa tertekan tetapi justru menikmati setiap ayat yang mereka hafal.

Kriteria kelulusan sendiri tidak main-main. Setiap siswa dinilai dari kelancaran hafalan, ketepatan tajwid, makharijul huruf, kualitas muroja’ah, serta adab saat melantunkan ayat-ayat suci. Hanya mereka yang konsisten menyetor hafalan dan disiplin dalam program yang berhak menyandang gelar wisudawan tahfidz.

Rangkaian Acara yang Khidmat dan Meriah

Pagi itu, suasana akan dimulai dengan kedatangan dan registrasi tamu sejak pukul 07.30. Setengah jam kemudian, prosesi kirab wisuda tahfidz berlangsung khidmat, diikuti dengan pembukaan oleh MC, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Muhammadiyah yang menggugah jiwa kebangsaan sekaligus keislaman.

SMPM 5 Pucang SBY

Pembacaan ayat suci Al-Qur’an menjadi penyejuk hati sebelum sambutan demi sambutan disampaikan: pertama dari Kepala Kemenag Sidoarjo, kemudian Pimpinan Daerah Muhammadiyah, dan terakhir Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 1&2 Taman.

Setelah itu, tibalah momen yang paling dinanti: Uji Publik Wisudawan Tahfidz. Di sinilah enam peserta ujian terbuka akan menunjukkan kualitas hafalannya di hadapan Syekh dari Mesir dan seluruh undangan.

Setelah ujian, prosesi wisuda tahfidz berlangsung selama 35 menit, diikuti pemberian penghargaan, salam takdim, dan pemberian mahkota sebagai simbol kehormatan bagi para penghafal Al-Qur’an. Tidak ketinggalan, testimoni salah satu wali wisudawan akan dibagikan, sebelum acara ditutup dengan motivasi dan doa dari Syekh Dr. Magdy, lalu sesi foto bersama yang hangat.

Tantangan dan Solusi di Balik Panggung

Menyelenggarakan ujian terbuka tahfidz untuk anak usia SD bukanlah perkara mudah. Tantangan terbesar adalah menjaga konsistensi hafalan anak dan membangun rasa percaya diri mereka saat tampil di depan umum.

Namun, sekolah telah menemukan solusinya: pendekatan motivatif, pendampingan intensif dari guru dan orang tua, latihan ujian berkala, serta menciptakan suasana belajar yang menyenangkan tanpa tekanan. Hasilnya, anak-anak siap tampil dengan penuh percaya diri.

Wisuda ini tidak hanya menjadi momen kebanggaan bagi 148 siswa, tetapi juga menjadi inspirasi nyata bagi seluruh siswa SD Mumtaz lainnya. Mereka melihat langsung bahwa menjadi penghafal Al-Qur’an adalah prestasi yang mungkin digapai sejak bangku SD. Semangat berlomba dalam kebaikan pun tumbuh, dan target hafalan yang lebih tinggi mulai terbayang di benak adik-adik kelas.

Rahmawati menegaskan, InsyaAllah, sekolah tidak akan berhenti di sini. Rencana tindak lanjut sudah disusun, seperti peningkatan target hafalan, penguatan program tahsin, penambahan sesi muroja’ah intensif, serta pembinaan khusus bagi siswa yang memiliki potensi hafalan di atas rata-rata.

Harapannya, ke depan akan lahir lebih banyak hafidz dan hafidzah muda dengan capaian juz yang lebih besar dan bacaan yang semakin berkualitas. (*)

Revisi Oleh:
  • Amanat Solikah - 23/05/2026 12:43
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡