Dering pesan singkat di telepon genggam memecah keheningan fajar. Jam menunjukkan pukul 03.57 WIB ketika sebuah seruan hangat muncul di grup WhatsApp rombongan kader Nasyiatul Aisyiyah (NA) Lamongan.
“Ayo tangiii…” tulis Indri Cahya, Bendahara Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Lamongan yang juga bertindak sebagai koordinator rombongan.
Pesan singkat itu menjadi penanda dimulainya perjalanan panjang 87 kader Nasyiatul Aisyiyah dari 24 Pimpinan Cabang se-Kabupaten Lamongan menuju Universitas Muhammadiyah Ponorogo. Mereka berangkat untuk menghadiri Musyawarah Wilayah (Musywil) ke-13 Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Jawa Timur yang berlangsung pada 16–18 Oktober 2026.
Sejak pukul 05.30 WIB, semangat para kader dari kawasan Pantura hingga pelosok Lamongan tetap terjaga meski harus berangkat sejak dini hari. Rombongan dibagi ke dalam dua bus. Bus pertama memulai perjalanan dari halaman Masjid At-Taqwa Paciran untuk menjemput rombongan di wilayah utara, sebelum menuju halaman Masjid As-Syifa Lamongan untuk bergabung dengan bus kedua yang membawa kader dari wilayah selatan.
Di balik keceriaan keberangkatan, terselip rasa haru karena Ketua PDNA Lamongan, Arika Karim, berhalangan hadir secara langsung karena udzur. Meski tidak dapat mendampingi rombongan secara fisik, ia tetap memberikan dukungan dan doa melalui grup WhatsApp.
“Saya berharap teman-teman dapat mengikuti Musywil dengan penuh semangat, aktif dalam forum, menjaga kekompakan, serta membawa nama baik PDNA. Semoga musyawarah ini berjalan lancar, menghasilkan keputusan terbaik, dan semakin memperkuat peran Nasyiatul Aisyiyah dalam berkhidmat untuk umat dan bangsa,” tulis Arika memberikan penguat langkah.
Perjalanan menuju Ponorogo pun berlangsung hangat. Di dalam Bus 1, suasana ramai oleh gelak tawa dan lantunan lagu karaoke. Emi Rohmawati, Aniyatul Khoiroh, dan Indri Cahya bergantian memegang mikrofon, menghibur para penumpang sekaligus mencairkan suasana selama perjalanan.
Kebersamaan juga terasa melalui hal-hal sederhana. Fatmawati Noormasari membagikan buah juwet yang mengingatkan pada nostalgia masa lalu kepada teman-temannya. Sementara itu, Lyna Novianti turut menyodorkan kentang rebus hangat yang dibawanya dari rumah.
Di antara nyanyian dan obrolan ringan, beberapa kader memanfaatkan waktu untuk beristirahat. Mereka menyandarkan kepala dan memejamkan mata sejenak untuk memulihkan tenaga sebelum mengikuti rangkaian musyawarah. Tawa, kepedulian, dan kebiasaan berbagi menjadi bagian dari perjalanan yang mempererat persaudaraan para kader Nasyiatul Aisyiyah Lamongan.
Rangkaian Musywil ke-13 PWNA Jawa Timur dijadwalkan diawali dengan Musyawarah Kerja Wilayah (Musykerwil) pada Jumat (16/10/2026) pukul 13.00 WIB. Sementara itu, pembukaan Musywil dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (17/10/2026) pukul 08.05 WIB, dengan rangkaian kegiatan berlanjut hingga Minggu (18/10/2026).
Bagi para kader Lamongan, perjalanan menuju Ponorogo bukan sekadar perpindahan dari satu kota ke kota lain. Perjalanan ini menjadi wujud kebersamaan, semangat berkhidmat, dan kecintaan terhadap persyarikatan.
Dengan semangat yang sama, mereka berharap Musywil PWNA Jawa Timur berjalan lancar dan menghasilkan keputusan terbaik untuk memperkuat peran Nasyiatul Aisyiyah dalam kehidupan umat, bangsa, dan negara.





0 Tanggapan
Empty Comments