Senin (3/8/2026), Mahasiswa KKN-MAS Kelompok 100 telah melaksanakan kegiatan edukasi bertema “Tubuhku Miliku dan Bullying” di MI Miftahul Ulum, Desa Tawangsari, Kabupaten Malang.
Kelompok ini merupakan gabungan dari Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang, Bone, Gorontalo, Makassar, Jambi, Gombong, Uhamka Jakarta, Surabaya, Bandung, Tasikmalaya, Palu dan Unisa Yogyakarta
Lebih lanjut, edukasi terlaksana sebagai salah satu program kerja KKN-MAS dengan sasaran peserta didik kelas IV A, IV B, V A, V B, dan VI.
Tujuan kegiatan adalah meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya menjaga diri, mengenali bagian tubuh pribadi yang tidak boleh disentuh orang lain tanpa izin.
Kemudian supaya mereka memahami perbedaan situasi aman dan tidak aman, serta menumbuhkan kesadaran untuk mencegah dan menghindari perilaku bullying di lingkungan sekolah maupun kehidupan sehari-hari.
Korban Paling Rentan
Salah satu koordinator kegiatan menyampaikan alasan pentingnya edukasi ini diberikan sejak usia sekolah dasar.
“Anak-anak usia SD ini justru yang paling rentan menjadi korban maupun pelaku bullying tanpa mereka sadari. Makanya kami ingin mereka paham sejak dini, mana batasan tubuh yang harus dijaga dan mana perilaku yang termasuk bullying, supaya mereka berani bicara kalau ada yang tidak nyaman” ujarnya.
Materi yang disampaikan meliputi: Pengertian “Tubuhku Miliku” dan pentingnya menjaga tubuh sendiri. Pengenalan bagian tubuh pribadi (private part) yang harus dilindungi.
Cara membedakan sentuhan yang baik, membingungkan, dan tidak boleh diterima. Langkah yang harus dilakukan apabila mengalami atau melihat tindakan yang membuat tidak nyaman.
Antara lain berkata “Tidak”, menjauh dari pelaku, dan melapor kepada orang tua, guru, atau orang dewasa yang dipercaya. Pengertian bullying, bentuk-bentuk bullying (fisik, verbal, sosial, dan siber), dampaknya bagi korban, serta cara mencegah dan menghentikan bullying.
Dorong Keaktifan Peserta
Penyampaian materi dilakukan secara interaktif melalui presentasi, diskusi, tanya jawab, permainan edukatif, dan pemberian contoh situasi yang sering ditemui oleh anak-anak.
Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan antusias, aktif menjawab pertanyaan, serta menunjukkan pemahaman yang baik terhadap materi yang diberikan.
Di sisi lain, salah satu guru MI Miftahul Ulum turut menyampaikan apresiasi atas kegiatan tersebut. “Kami sangat berterima kasih kepada adik-adik mahasiswa KKN yang sudah mau meluangkan waktu memberikan edukasi seperti ini. Materinya disampaikan dengan cara yang menyenangkan, jadi anak-anak tidak merasa digurui dan malah antusias bertanya” terangnya.
Tak kalah menarik, salah satu siswa kelas V turut memberikan kesan setelah mengikuti kegiatan. “Aku jadi tahu kalau ada bagian tubuh yang tidak boleh disentuh orang lain, dan kalau ada yang bikin tidak nyaman aku harus bilang ‘tidak’ terus cerita ke guru atau orang tua” katanya.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, harapannya peserta didik mampu menjaga diri dari berbagai bentuk kekerasan maupun pelecehan, berani menyampaikan kepada orang dewasa apabila berada dalam situasi yang tidak aman, serta membangun lingkungan sekolah yang aman, nyaman, saling menghargai, dan bebas dari bullying.





0 Tanggapan
Empty Comments