SMA Muhammadiyah 4 Surabaya (Smamiv) meluncurkan Barisan Kader Imam Sholat (Bakis4) sebagai program penguatan karakter Islami sekaligus kepemimpinan siswa.
Program ini menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan keagamaan, khususnya dalam memimpin shalat. Bakis4 juga melatih keberanian, kedisiplinan, tanggung jawab, dan jiwa pelayanan kepada masyarakat.
Kepala SMA Muhammadiyah 4 Surabaya Ali Fauzi, S.Ag., M.Pd.I., menjelaskan Bakis4 merupakan implementasi nyata tiga dari tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang dicanangkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI.
“Bakis4 mengintegrasikan tiga kebiasaan utama. Pertama, rajin beribadah yang diwujudkan dengan siswa menjadi imam shalat. Kedua, gemar belajar melalui kewajiban menghafal Al-Qur’an dan mendalami ilmu Al-Qur’an. Ketiga, bermasyarakat melalui pengabdian langsung dengan menerjunkan para kader imam untuk menjadi imam shalat di masjid-masjid sekitar sekolah dan masyarakat,” jelas Ali.
Melalui program tersebut, siswa tidak hanya mendapatkan pembinaan di lingkungan sekolah. Mereka juga diberi kesempatan mengimplementasikan kemampuan secara langsung di tengah masyarakat.
Sejumlah siswa Smamiv mendapat amanah menjadi imam masjid dan ditugaskan ke sejumlah masjid sebagai bagian dari pelaksanaan Bakis4.
Tiga Belas Siswa Jadi Kader Imam
Sebanyak 13 siswa mendapat amanah sebagai imam masjid dalam program Bakis4. Mereka adalah Fathir Rohim Taruna, Kaysan Nawfal Ali, Usamah Abdurrohman Almushafa, Alief Daffa Nuhuda, Muhammad Abu Jibril, Faris Rakha Ardiansyah, Akmal Farraas, Nayaka Vigor Mahadi, Satryo Herdinansyah Adji, Setya Putra Mulya Nugraha, Adelio Ghani Edzel Adriansyah, Rafga Dwi Juliant Solliyadi, dan Muhammad Fajar Fabrayir.
Penugasan tersebut menjadi bentuk kepercayaan sekaligus kesempatan bagi para siswa untuk belajar menjalankan amanah dan berkontribusi langsung di masyarakat.
Menjadi imam bukan sekadar kemampuan memimpin shalat. Peran tersebut menjadi proses pembentukan karakter, keteladanan, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Waka Ismuba SMA Muhammadiyah 4 Surabaya Ustadz M. Muzayyin Mahmud, M.Pd.I., mengatakan Bakis4 merupakan langkah nyata sekolah dalam memberikan ruang kepada siswa untuk belajar mengambil amanah dan berkontribusi di masyarakat.
“Menjadi imam bukan hanya tentang mampu memimpin sholat, tetapi juga tentang bagaimana seorang siswa belajar bertanggung jawab, percaya diri, disiplin, dan memberikan keteladanan. Melalui Bakis4, kami ingin anak-anak Smamiv memiliki pengalaman untuk mengamalkan ilmu yang mereka dapatkan sekaligus belajar melayani dan memberikan manfaat kepada masyarakat,” ungkapnya.
Ia berpesan kepada para siswa yang mendapat amanah agar menjalankan tugas dengan sungguh-sungguh, menjaga adab, terus belajar, dan meningkatkan kemampuan.
“Jadikan amanah ini sebagai proses pembelajaran. Jangan takut untuk belajar dan memperbaiki diri. Semoga dari Bakis4 lahir kader-kader muda Smamiv yang cinta masjid, berakhlak mulia, dan siap menjadi pemimpin di masa depan,” tambahnya.
Belajar Memimpin dari Masjid
Salah satu siswa yang mendapat amanah sebagai imam masjid, Faris Rakha Ardiansyah, mengaku senang sekaligus tertantang dengan kesempatan yang diberikan sekolah.
“Awalnya saya merasa cukup deg-degan karena menjadi imam adalah sebuah amanah dan tanggung jawab. Tapi saya juga senang karena melalui Bakis4 saya bisa belajar lebih percaya diri, memperbaiki bacaan, dan belajar memimpin sholat dengan baik. Saya ingin menjalankan amanah ini sebaik mungkin dan terus belajar agar bisa memberikan yang terbaik,” tutur Faris.
Menurut Faris, Bakis4 menjadi pengalaman baru yang memberikan banyak pelajaran. Ia berharap program tersebut terus berjalan sehingga semakin banyak siswa Smamiv yang berani mengambil peran positif dan memberikan manfaat bagi lingkungan maupun masyarakat.
Kehadiran Bakis4 menjadi bagian dari upaya Smamiv menyiapkan generasi yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik dan prestasi, tetapi juga memiliki akhlak mulia, kemampuan keagamaan, rasa percaya diri, dan jiwa kepemimpinan.
Melalui program ini, Smamiv berharap siswa semakin berani mengambil peran di masyarakat. Dari sekolah mereka belajar, dari masjid mereka mengabdi, dan melalui amanah mereka ditempa menjadi kader imam muda yang siap memberikan manfaat bagi umat. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments