Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Menengok Penyuluhan Pencegahan Bullying Mahasiswa KKN Umsura di Dukuh Sutorejo

Iklan Landscape Smamda
Menengok Penyuluhan Pencegahan Bullying Mahasiswa KKN Umsura di Dukuh Sutorejo
Foto bersama usai Penyuluhan Pencegahan Bullying dan Motivasi Pendidikan oleh Mahasiswa KKN Kelompok 34 Umsura, Sabtu (18/7/2026). (Anni Rifkatul Laili/PWMU.CO).
pwmu.co -

Suasana di Balai RW 4 Kelurahan Dukuh Sutorejo, Kecamatan Mulyorejo, Kota Surabaya tampak berbeda pada Sabtu (18/7/2026).

Sejak pukul 09.00 hingga hingga 11.30 WIB, Mahasiswa KKN Kelompok 34 Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) menyelenggarakan Penyuluhan Pencegahan Bullying dan Motivasi Pendidikan di Kelurahan tersebut.

Kegiatan tersebut mengambil tema “Meningkatkan Kesadaran Anak-Anak akan Bahaya Bullying dan Cara Mencegahnya, serta Menumbuhkan Motivasi dan Semangat Pentingnya Pendidikan bagi Masa Depan Mereka”.

Tingkatkan Pemahaman Bahaya Bullying

Lebih lanjut, penyuluhan ini bertujuan meningkatkan pemahaman anak-anak mengenai bahaya bullying, cara pencegahannya, serta pentingnya pendidikan sebagai bekal untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Acara diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, berlanjut dengan sambutan dari perwakilan KKN Kelompok 34 Universitas Muhammadiyah Surabaya.

Dalam sambutannya, disampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang aman, ramah anak, dan bebas dari tindakan perundungan.

Materi disampaikan oleh Adelin Aprilia Sari SPsi MPsi yang menjelaskan bahwa bullying merupakan tindakan menyakiti orang lain secara sengaja dan berulang, baik secara fisik, verbal, sosial, maupun melalui media digital (cyberbullying).

Selain membahas pengertian dan jenis-jenis bullying, narasumber juga menguraikan alasan seseorang melakukan bullying, dampak yang ditimbulkan terhadap korban.

Tidak ketinggalan juga faktor yang menyebabkan anak menjadi pelaku bullying, hingga pentingnya peran keluarga dalam pencegahannya.

Dalam pemaparannya, Adelin mengingatkan peserta bahwa tindakan yang sering dianggap sebagai candaan dapat berubah menjadi bullying apabila dilakukan berulang dan menyakiti orang lain.

“Tidak semua candaan itu menyenangkan. Jika membuat teman merasa takut, sedih, atau terluka, itu sudah termasuk bullying dan harus dihentikan” jelasnya.

Narasumber juga menekankan bahwa dampak bullying tidak hanya terlihat dari luka fisik, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi psikologis anak.

“Bullying bukan hanya meninggalkan luka, tetapi juga meninggalkan bekas yang dapat memengaruhi rasa percaya diri, kesehatan mental, bahkan masa depan seseorang” ungkap Adelin.

Lebih lanjut, Adelin menjelaskan bahwa pola asuh yang kurang tepat, kebiasaan meniru kekerasan, penggunaan gadget tanpa pengawasan, pengaruh lingkungan, serta rendahnya empati menjadi beberapa faktor yang dapat mendorong seorang anak menjadi pelaku bullying.

SMPM 5 Pucang SBY

Menurutnya, keluarga memiliki peran utama dalam membentuk karakter anak. “Anak membutuhkan rumah yang membuatnya merasa aman untuk bercerita. Dengarkan terlebih dahulu, jangan langsung memarahi atau menghakimi perasaannya” tuturnya ketika menjelaskan peran orang tua dalam mencegah bullying.

Tanya Jawab Interaktif

Usai penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Salah seorang peserta menanyakan cara menghadapi pembuli tanpa melakukan kekerasan.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Adelin menjelaskan, “Berani bukan berarti membalas. Berani adalah mampu mengatakan ‘tidak’, menjauh dari situasi yang tidak aman, lalu melaporkannya kepada guru, orang tua, atau orang dewasa yang dapat dipercaya” tegasnya.

Pertanyaan berikutnya membahas keberanian anak untuk bercerita kepada orang tua ketika mengalami bullying.

“Jangan pernah memendam masalah sendirian. Orang tua adalah orang pertama yang harus mengetahui apa yang kalian alami agar dapat membantu mencari jalan keluarnya” jawab Narasumber.

Pada sesi terakhir, peserta bertanya mengenai kapan waktu yang tepat untuk merespons tindakan bullying. “Jangan menunggu bullying terjadi berkali-kali. Semakin cepat dilaporkan dan ditangani, semakin kecil dampak yang akan dialami oleh korban” terang Adelin.

Sebelum kegiatan ditutup, Adelin memberikan pesan motivasi kepada seluruh peserta agar terus bersemangat dalam menempuh pendidikan.

“Pendidikan akan membuka banyak kesempatan untuk meraih cita-cita. Jadilah anak yang berprestasi, berakhlak baik, saling menghargai, dan berani mengatakan tidak terhadap bullying” pesannya.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta, narasumber, dan mahasiswa KKN Kelompok 34 Universitas Muhammadiyah Surabaya.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib, lancar, dan mendapat respons positif dari peserta. Antusiasme anak-anak terlihat dari keaktifan mereka mengikuti materi, mengajukan pertanyaan, serta berpartisipasi dalam diskusi.

Harapannya kegiatan ini mampu meningkatkan kesadaran peserta mengenai bahaya bullying, pentingnya peran keluarga dalam pencegahannya. Serta menumbuhkan motivasi untuk terus belajar demi meraih masa depan yang lebih baik.

Revisi Oleh:
  • Danar Trivasya Fikri - 19/07/2026 17:48
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu