Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Meniti Cahaya Al-Qur’an: Kisah Kinanthy Parasasti Menuntaskan 30 Juz di Usia Muda

Iklan Landscape Smamda
Meniti Cahaya Al-Qur’an: Kisah Kinanthy Parasasti Menuntaskan 30 Juz di Usia Muda
Kisah Kinanthy Parasasti Menuntaskan 30 Juz di Usia Muda. (Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Suasana haru dan penuh syukur menyelimuti Pondok Tahfidz Putri Al Mizan Muhammadiyah Lamongan pada Rabu (6/5/2026). Salah satu santri terbaiknya, Kinanthy Parasasti, berhasil menuntaskan hafalan 30 juz Al-Qur’an, sebuah capaian luar biasa yang lahir dari ketekunan, kesabaran, dan keistiqamahan.

Lahir di Lamongan, 4 November 2009, Kinanthy tumbuh sebagai pribadi sederhana dari keluarga yang penuh dukungan. Putri dari pasangan Selamet, seorang pengusaha bengkel, dan Yayuk Setiyawati, ibu rumah tangga, ini dikenal sebagai sosok yang tekun dan memiliki semangat belajar tinggi. Saat ini, ia duduk di kelas 10 Tahfidz dan kelas 4 Diniyah di Pondok Al Mizan.

Perjalanan Kinanthy dalam menghafal Al-Qur’an bukanlah proses instan. Ia mulai menghafal sejak kelas 5 Madrasah Ibtidaiyah, dengan bekal hafalan awal sebanyak 2 juz. Ketika melanjutkan pendidikan di Al Mizan, ia memilih untuk mengulang hafalannya dari awal sejak kelas 1 MTs. Keputusan itu menjadi fondasi kuat yang mengantarkannya pada kesempurnaan hafalan 30 juz yang ia raih tepat pada 6 Mei 2026.

“Motivasi saya sederhana, ingin membahagiakan orang tua di dunia dan akhirat, serta ingin memberikan mahkota kemuliaan untuk mereka kelak,” ungkap Kinanthy dengan penuh ketulusan.

Di balik keberhasilannya, tersimpan tantangan besar yang harus ia hadapi, terutama dalam menjaga hafalan agar tetap kuat dan istiqamah dalam murojaah. Baginya, menyelesaikan hafalan bukanlah akhir, melainkan awal dari perjuangan panjang untuk terus merawat ayat-ayat Allah dalam hati.

Rasa syukur, bahagia, dan haru bercampur menjadi satu saat ia berhasil menuntaskan hafalan. Namun, Kinanthy tetap rendah hati. Ia menyadari bahwa keberhasilan ini tak lepas dari doa orang tua, bimbingan para ustazah, serta lingkungan pesantren yang mendukung.

Tak hanya unggul dalam hafalan, Kinanthy juga menorehkan prestasi membanggakan. Ia pernah meraih Juara 3 Tartil dalam Kompetisi Al-Ma’un tingkat Jawa Timur, serta secara konsisten menempati peringkat 2 dalam nilai diniyah setiap semester.

SMPM 5 Pucang SBY

Di sela kesibukannya sebagai santri, Kinanthy juga memiliki hobi traveling. Meski demikian, ia mampu mengatur waktu dengan baik. Salah satu kunci keberhasilannya adalah memanfaatkan waktu luang untuk menghafal, daripada membiarkannya terbuang sia-sia.

“Kalau ada waktu kosong, lebih baik dipakai untuk menambah hafalan. Yang penting niat karena Allah dan bersungguh-sungguh,” tuturnya.

Ke depan, Kinanthy yang bercita-cita menjadi dosen berharap Pondok Al Mizan terus melahirkan generasi Qur’ani yang semakin banyak dan berkualitas. Ia juga berpesan kepada sesama santri agar tidak mudah menyerah dalam menghafal Al-Qur’an.

“Terus semangat, jangan menyerah. Yang penting sungguh-sungguh, konsisten, dan jangan lupa selalu murojaah,” pesannya penuh motivasi.

Kisah Kinanthy Parasasti menjadi bukti bahwa usia muda bukanlah penghalang untuk meraih pencapaian besar. Dengan niat yang lurus, usaha yang sungguh-sungguh, dan doa yang tak putus, cahaya Al-Qur’an akan selalu menemukan jalannya untuk bersinar dalam kehidupan. (*)

Revisi Oleh:
  • Nadjib Hamid - 06/05/2026 22:31
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡