Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Menuju Guru Besar, Dosen PTMA Didorong Perkuat Riset dan Publikasi

Iklan Landscape Smamda
Menuju Guru Besar, Dosen PTMA Didorong Perkuat Riset dan Publikasi
pwmu.co -

Strategi meraih jabatan fungsional Guru Besar menjadi sorotan dalam kegiatan Harmoni Syawal 1447 H yang diselenggarakan APSPBI PTMA secara daring, Jumat (17/4).

Kegiatan yang mengusung tema “Refleksi, Kolaborasi, dan Akselerasi Karier Akademik” ini diikuti oleh dosen dari berbagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) di seluruh Indonesia.

Dalam sesi Best Practice Sharing, Dodi Mulyadi memaparkan strategi komprehensif dalam meraih jabatan akademik tertinggi di tengah kebijakan terbaru berbasis Kepmendiktisaintek No. 39 Tahun 2026.

“Sekarang bukan lagi soal administrasi semata. Kenaikan jabatan ditentukan oleh prestasi akademik yang terukur dan kontribusi nyata dalam penelitian,” tegasnya.

Menurut Dodi, dalam sistem Jabatan Akademik Dosen (JAD) terbaru, komponen Angka Kredit (AK) prestasi—khususnya penelitian—menjadi faktor utama.

Untuk mencapai jabatan Guru Besar, dosen diwajibkan memenuhi minimal 45 persen dari total kebutuhan angka kredit yang berasal dari penelitian.

Ia juga menguraikan enam langkah strategis menuju Guru Besar, di antaranya:

  • Audit posisi dan selisih angka kredit
  • Pemetaan portofolio riset
  • Strategi publikasi ilmiah bereputasi
  • Konsistensi bidang kepakaran
  • Perencanaan publikasi jangka panjang
  • Penguatan rekam jejak akademik

Publikasi di jurnal internasional bereputasi (Q1/Q2), khususnya sebagai penulis utama dan korespondensi, menjadi salah satu faktor penting dalam penilaian.

Dodi menekankan pentingnya membangun rekam jejak akademik sejak dini melalui platform seperti SINTA, serta menjaga konsistensi dalam bidang keilmuan.

“Kepakaran tidak bisa dibangun secara instan. Harus konsisten sejak dini dan diperkuat melalui publikasi serta keterlibatan aktif di komunitas ilmiah,” jelasnya.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Selain itu, jejaring akademik juga menjadi faktor strategis dalam pengembangan karier dosen.

“Jejaring akademik adalah investasi jangka panjang. Di situlah reputasi dan rekognisi kita dibangun,” imbuhnya.

Kontribusi dalam komunitas ilmiah seperti kolaborasi riset, reviewer jurnal internasional, hingga penguji eksternal disertasi menjadi bagian penting dalam membangun reputasi akademik.

Dalam sesi tausiyah, R. Muhammad Ali menekankan pentingnya dosen PTMA menjadi teladan dalam mengintegrasikan nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) dalam kehidupan akademik dan sosial.

Sementara itu, Ketua APSPBI PTMA, Sucipto, yang juga Kaprodi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Ahmad Dahlan, menegaskan pentingnya kolaborasi antarprogram studi.

Menurutnya, keberlanjutan asosiasi sangat bergantung pada sinergi aktif yang mampu memberikan dampak nyata bagi institusi dan pengembangan dosen.

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi dosen PTMA untuk memperkuat strategi akademik, khususnya dalam bidang riset dan publikasi, sebagai kunci utama meraih jabatan Guru Besar di era kebijakan baru.

Revisi Oleh:
  • Satria - 20/04/2026 06:20
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡