RS Muhammadiyah Lamongan kembali menunjukkan komitmennya terhadap keselamatan pasien dengan menggelar Pelatihan Penanganan Pertama Gawat Darurat (PPGD).
Pelatihan ini menyasar para pengemudi armada medis garda terdepan, yakni driver mobil siaga yang tergabung dalam Asosiasi Driver Ronggolawe Tuban (ADRT) serta driver mobil sehat Lamongan.
Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dengan total peserta sekitar 45 driver mobil siaga dari Kabupaten Tuban dan 10 driver mobil sehat dari Kabupaten Lamongan.
Staf Marketing RS Muhammadiyah Lamongan sekaligus Pengelola Komunitas Mobil Sehat Sahabat RSML, Anto Maliki, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan langkah nyata dalam meningkatkan keselamatan pasien, khususnya saat proses rujukan.
“Kegiatan pelatihan PPGD ini merupakan sebuah bukti bahwa RSML peduli terhadap keselamatan pasien, utamanya ketika proses pengantaran oleh mobil siaga ataupun mobil sehat. Harapannya, dengan pelaksanaan pelatihan PPGD ini dapat meningkatkan keselamatan serta peluang hidup pasien,” ujar Anto.
Untuk memastikan kesiapan para driver dalam menghadapi kondisi darurat, pelatihan ini mencakup empat materi utama, yaitu:
- Basic Life Support (BLS) – teknik bantuan hidup dasar dan pertolongan pertama
- Dasar Kegawatdaruratan – identifikasi kondisi medis darurat
- Prinsip 3A – Aman Diri, Aman Lingkungan, Aman Korban
- Teknik Evakuasi – metode lifting dan moving yang aman
Materi tersebut dirancang agar mudah dipahami dan langsung dapat diterapkan di lapangan.
Trainer Tim Disaster Medical Committee (DMC) RS Muhammadiyah Lamongan, Sumadyo, S.Kep., Ners., yang juga bertindak sebagai ketua tim pelatihan, optimistis kegiatan ini akan berdampak positif.
“Dengan penyampaian materi ini, para peserta khususnya driver mobil siaga maupun mobil sehat, akan meningkatkan keilmuan dan skill mereka dalam melayani masyarakat. Terutama bagi masyarakat yang sedang dalam kondisi darurat dan membutuhkan layanan pengantaran pasien dari Puskesmas ke Rumah Sakit secara cepat dan aman,” pungkas Sumadyo.
Melalui sinergi antara RS Muhammadiyah Lamongan dan komunitas driver ambulans desa, diharapkan keselamatan pasien selama proses evakuasi dapat terus meningkat.
Upaya ini menjadi bagian penting dalam memperkuat layanan kesehatan di tingkat akar rumput, sekaligus meningkatkan peluang keselamatan bagi pasien dalam kondisi darurat.






0 Tanggapan
Empty Comments