Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Fenomena FOMO, Kenapa Generasi Z Tak Bisa Lepas dari Media Sosial?

Iklan Landscape Smamda
Fenomena FOMO, Kenapa Generasi Z Tak Bisa Lepas dari Media Sosial?
Fear Of Missing Out (FOMO) Dalam Kebiasaan Bermedia Sosial Pada Generasi Z
Oleh : Dewi Wulandari & Naajihah Mafruudhoh M.Pd

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang pesat telah membawa perubahan signifikan dalam kehidupan masyarakat, khususnya dalam pola komunikasi dan interaksi sosial. Media sosial hadir sebagai media berbasis internet yang memungkinkan individu untuk berinteraksi, berbagi informasi, serta membentuk hubungan sosial secara virtual.

Kehadiran media sosial juga telah mengubah cara individu dalam berkomunikasi, mengekspresikan diri, serta membangun hubungan sosial di era digital. Tidak hanya sebagai sarana komunikasi, media sosial kini menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari masyarakat modern.

Penggunaan media sosial di Indonesia menunjukkan angka yang sangat tinggi. Pada Januari 2023 di Indonesia, tercatat sekitar 167 juta jiwa aktif menggunakan media sosial, atau sekitar 60,4% dari total populasi, dengan durasi penggunaan rata-rata mencapai 3 jam 18 menit per hari. Hal ini menempatkan Indonesia di peringkat kesepuluh dunia untuk waktu penggunaan media sosial tertinggi.

Tingginya angka tersebut menunjukkan bahwa media sosial memiliki peran yang sangat besar dalam kehidupan masyarakat. Berdasarkan data APJII (2024), pengguna aktif media sosial didominasi oleh Generasi Z, yaitu individu yang lahir pada rentang tahun 1997–2012. Generasi ini dikenal sebagai digital native karena telah terbiasa dengan teknologi sejak usia dini.

Generasi Z juga merupakan kelompok pengguna internet terbesar di Indonesia dan memiliki intensitas penggunaan media sosial yang tinggi, bahkan dapat mencapai lebih dari empat jam per hari.

Tingginya penggunaan media sosial pada Generasi Z tidak terlepas dari adanya fenomena Fear of Missing Out (FOMO). FOMO merupakan kondisi psikologis yang ditandai dengan perasaan cemas ketika individu merasa tertinggal dari informasi, pengalaman, atau aktivitas yang dilakukan oleh orang lain.

FOMO tidak hanya berkaitan dengan keinginan untuk memperoleh informasi, tetapi juga dorongan untuk tetap terhubung secara sosial melalui media digital. Kondisi ini mendorong individu untuk terus memantau media sosial secara berulang dan kompulsif agar tidak merasa tertinggal.

Selain itu, FOMO juga berkaitan dengan kebutuhan akan validasi sosial, di mana individu merasa perlu mendapatkan pengakuan dari lingkungan sekitarnya. Hal ini sering terlihat dari kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain serta keinginan untuk selalu mengikuti tren yang sedang berkembang.

Berdasarkan penelitian Febrianti dkk. (2025), sekitar 64,6% remaja di Indonesia mengalami gejala FOMO dalam aktivitas bermedia sosial, yang menunjukkan bahwa fenomena ini cukup tinggi di kalangan generasi muda.

Fenomena FOMO semakin terlihat dalam perilaku Generasi Z. Mereka cenderung mengikuti tren viral, mengunggah aktivitas sehari-hari, serta membangun citra diri di media sosial. Aktivitas tersebut dilakukan sebagai bentuk kebutuhan akan pengakuan sosial yang biasanya ditunjukkan melalui respons seperti likes dan komentar.

Selain itu, penggunaan media sosial juga dilakukan secara intensif dengan frekuensi yang tinggi dalam sehari. Namun, intensitas penggunaan media sosial yang tinggi dan adanya FOMO dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, antara lain:

• meningkatnya kecemasan dan stres
• ketidakpuasan terhadap diri akibat perbandingan sosial
• gangguan konsentrasi dalam belajar
• menurunnya kualitas interaksi sosial secara langsung
• gangguan tidur dan kelelahan digital

Selain berdampak pada aspek psikologis, FOMO juga berkaitan dengan perilaku konsumtif pada Generasi Z. Paparan terhadap konten media sosial seperti promosi produk, gaya hidup influencer, dan tren viral dapat mendorong individu untuk melakukan pembelian secara impulsif.

Keinginan untuk tidak tertinggal tren sering kali membuat individu mengikuti gaya hidup yang tidak selalu sesuai dengan kebutuhan.

Meskipun demikian, penggunaan media sosial tidak selalu berdampak negatif. Media sosial juga memberikan berbagai manfaat, di antaranya:

SMPM 5 Pucang SBY

• memperluas jaringan sosial dan relasi pertemanan
• meningkatkan partisipasi dalam aktivitas sosial dan komunitas
• memudahkan akses terhadap informasi secara cepat dan luas
• menjadi sarana ekspresi diri dan pembentukan identitas digital
• membuka peluang dalam bidang pendidikan, bisnis, dan komunikasi

Dengan demikian, fenomena Fear of Missing Out (FOMO) dalam kebiasaan bermedia sosial pada Generasi Z menunjukkan adanya hubungan yang erat antara faktor psikologis dan perilaku digital.

Tingginya intensitas penggunaan media sosial yang didorong oleh rasa takut tertinggal informasi dapat memengaruhi berbagai aspek kehidupan individu. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan literasi digital dan kesadaran individu dalam menggunakan media sosial secara bijak.

Pengendalian durasi penggunaan, peningkatan kesadaran diri, serta pemahaman terhadap realitas yang ditampilkan di media sosial menjadi langkah penting dalam mengurangi dampak negatif FOMO.

 

 


Referensi

Febrianti, P., Ropik, A., & Hati, P. C. (2025). Analisis fenomena fear of missing out (FOMO) di media sosial pada generasi Z (Studi terhadap mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang). EduTIK: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi, 5(5), 1666–1674.

Fitri, H., Hariyono, D. S., & Arpandy, G. A. (2024). Pengaruh self-esteem terhadap fear of missing out (FOMO) pada generasi Z pengguna media sosial. Jurnal Psikologi, 1(4), 1–21. https://doi.org/10.47134/pjp.v1i4.2823

Meliyanti, P. V., Subagiyo, R., & Sholihah, U. (2026). Pengaruh media sosial, FOMO (fear of missing out) dan pendapatan terhadap perilaku konsumtif generasi Z di Kabupaten Tulungagung. JEMSI: Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi, 7(3), 2558–2556. https://doi.org/10.38035/jemsi.v7i3

Novendra, I., & Sarajar, D. K. (2025). Hubungan antara fear of missing out (FOMO) dengan intensitas penggunaan media sosial pada generasi Z. Cendekia: Jurnal Ilmu Pengetahuan, 5(2), 800–806. https://jurnalp4i.com/index.php/cendekia

Safitri, D., Roosyidah, A., & Wijaya, S. (2025). Perilaku fear of missing out (FOMO) pada gaya hidup generasi Z di media sosial. Prosiding Seminar Nasional Ilmu-Ilmu Sosial (SNIIS), 1051–1061.

Verina, L. O., Suminar, P., & Himawati, I. P. (2026). Fenomena fear of missing out (FOMO) di kalangan generasi Z Kota Bengkulu. Jurnal Ilmiah Global Education, 7(1), 367–378. https://doi.org/10.55681/jige.v7i1.5066

Revisi Oleh:
  • Satria - 26/04/2026 15:12
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu