Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Semangat Belajar di Masa Liburan, Guru TK Aisyiyah Sidoarjo Ikuti Sertifikasi Ummi

Iklan Landscape Smamda
Semangat Belajar di Masa Liburan, Guru TK Aisyiyah Sidoarjo Ikuti Sertifikasi Ummi
Ustadz Iswahyudi sedang memberikan pengarahan. (Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Sidoarjo melalui sinergi Majelis PAUDDasmen serta Majelis Tabligh dan Ketarjihan menyelenggarakan program pembelajaran tahsin bagi seluruh guru TK Aisyiyah 1–6 dan PAUD se-Kecamatan Sidoarjo. Program peningkatan kompetensi membaca Al-Qur’an ini bekerja sama dengan Ummi Foundation.

Kegiatan pembelajaran dimulai pada Oktober 2025 dan resmi berakhir pada Juni 2026. Selama kurang lebih sembilan bulan, para peserta mengikuti pembelajaran di TK Aisyiyah 3 Bulu Sidokare dengan jadwal dua kali pertemuan setiap pekan.

Sebagai puncak kegiatan, sertifikasi guru Al-Qur’an Metode Ummi dilaksanakan pada (24–26/6/2026) di Aula Jenderal Sudirman SD Muhammadiyah 2 Sidoarjo. Sebanyak 35 guru TK Aisyiyah mengikuti sertifikasi dari total 38 peserta awal. Selain itu, kegiatan ini juga diikuti enam peserta tambahan yang berasal dari SD Insan Kamil dan guru TPQ.

Kegiatan berlangsung setiap hari pukul 08.00–15.00 WIB. Meskipun diselenggarakan pada masa liburan sekolah, hal tersebut tidak mengurangi semangat para guru untuk mengikuti seluruh rangkaian sertifikasi.

Selama dua hari pertama, peserta mendapatkan pembekalan mengenai konsep dan strategi mengajarkan Al-Qur’an kepada anak usia dini. Ummi Foundation menghadirkan Iswahyudi sebagai pemateri utama, didampingi Miftahul Khuluq dan Dedi Eko Mardiyanti.

Pembelajaran Metode Ummi

Dalam materinya, Iswahyudi menjelaskan sepuluh Pilar Mutu Ummi Foundation yang menjadi dasar implementasi pembelajaran Al-Qur’an, yaitu Good Will Management, sertifikasi guru, waktu belajar yang memadai, rasio guru dan siswa yang ideal, target yang jelas dan terukur, tahapan pembelajaran yang benar, mastery learning yang konsisten, quality control, serta progress report setiap siswa.

Selain itu, peserta juga dibekali tujuh tahapan pembelajaran Metode Ummi, yaitu pembukaan, apersepsi, penanaman konsep, pemahaman konsep, latihan atau keterampilan, evaluasi, dan penutup.

Pada hari terakhir, seluruh peserta mengikuti sesi micro teaching. Mereka dibagi ke dalam tiga kelompok, masing-masing beranggotakan sekitar sepuluh orang. Setiap peserta mendapat kesempatan selama sepuluh menit untuk mempraktikkan cara mengajar Al-Qur’an kepada anak didik, sebagai simulasi sebelum diterapkan dalam pembelajaran sesungguhnya yang berlangsung selama 60 menit.

Dalam arahannya, Iswahyudi berpesan agar ilmu yang telah diperoleh segera diimplementasikan di sekolah masing-masing. Ia juga mengingatkan bahwa seorang guru Al-Qur’an harus mampu menjaga sikap dan menjadi teladan.

SMPM 5 Pucang SBY

“Boleh tertawa, tetapi jangan berlebihan. Guru Al-Qur’an harus menghadirkan suasana belajar yang gembira dan menyenangkan, sesuai slogan Ummi: mudah, menyenangkan, dan menyentuh hati,” pesannya.

Ia menambahkan bahwa setelah mengikuti sertifikasi, para peserta masih harus menjalani program magang sebanyak tiga kali sebagai syarat untuk memperoleh Sertifikat Guru Al-Qur’an Metode Ummi.

Antusiasme Peserta

Salah satu peserta, Luluk dari TK Aisyiyah 3 Sidoarjo, mengaku bersyukur dapat mengikuti rangkaian pembelajaran dan sertifikasi tersebut.

“Banyak ilmu baru yang saya peroleh dan insyaallah akan segera saya terapkan pada pembelajaran tahun ajaran baru,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua I PCA Sidoarjo Bidang PAUDDasmen, Ifa Rahmawati, dalam sambutan penutupan menyampaikan apresiasi kepada Iswahyudi beserta tim Ummi Foundation atas dedikasi dan kesabarannya dalam membimbing para guru TK Aisyiyah.

Ia berharap seluruh peserta dapat segera mengimplementasikan ilmu yang diperoleh, baik di lingkungan sekolah maupun di masyarakat. Selain itu, Metode Ummi diharapkan menjadi salah satu program unggulan TK Aisyiyah se-Cabang Sidoarjo.

“Melalui SPMB Tahun Ajaran 2026–2027, kami menargetkan seluruh siswa TK Aisyiyah mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar serta memiliki hafalan minimal dua juz,” tutupnya. (*)

SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu