Penulis M. Nizar Syahroni
Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PW IPM) Jawa Timur akan menggelar Musyawarah Wilayah (Musywil) XXIV IPM Jawa Timur pada 3–5 Juli 2026 di BOE BBPPMPV Malang.
Mengusung tema “Kiprah Pelajar Gerbang Baru Nusantara”, Musywil kali ini dirancang tidak hanya sebagai forum permusyawaratan tertinggi organisasi. Tetapi juga sebagai ruang dialog strategis yang mempertemukan pelajar dengan para pemimpin bangsa.
Dalam rangkaian Opening Ceremony yang berlangsung pada Sabtu (04/07/2026) mendatang, panitia mengagendakan kehadiran Menteri Kehutanan Republik Indonesia Raja Juli Antoni MA PhD sebagai narasumber utama.
Kehadirannya diharapkan dapat memberikan perspektif kepada pelajar Muhammadiyah mengenai pentingnya kepemimpinan generasi muda dalam merespons isu perubahan iklim dan menjaga keberlanjutan lingkungan.
Selain Menteri Kehutanan, Musywil XXIV juga direncanakan menghadirkan Gubernur Jawa Timur Dr (HC) Dra Hj Khofifah Indar Parawansa MSi. Kemudian Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur sekaligus Deputi II Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan Kemenko PMK RI Prof Dr dr H Sukadiono MM.
Selanjutnya ada juga Staf Ahli Bidang Manajemen Talenta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI Dr Mariman Darto SE MSi, Wakil Walikota Malang Ali Muthohirin, serta Ketua Umum PP IPM Periode 2026–2028 Dany Rahmat Muharram.
Kehadiran para tokoh tersebut akan menguatkan pembahasan mengenai perubahan iklim, sistem perkaderan IPM, hingga pengembangan IPM Kids sebagai bagian dari arah gerakan IPM ke depan.
Ketua Umum PW IPM Jawa Timur, Hengki Pradana, menyampaikan bahwa tema “Kiprah Pelajar, Gerbang Baru Nusantara” merupakan ajakan bagi pelajar Muhammadiyah untuk mengambil peran lebih besar dalam menjawab tantangan bangsa melalui gerakan yang kolaboratif dan berdampak.
“Musywil XXIV kami desain bukan hanya sebagai forum permusyawaratan organisasi, tetapi juga ruang bertemunya gagasan pelajar dengan para pemimpin bangsa” terangnya.
“Kehadiran Menteri Kehutanan RI bersama tokoh-tokoh nasional lainnya diharapkan mampu memperluas wawasan kader IPM terhadap isu-isu strategis yang akan menentukan masa depan Indonesia” ujar Hengki.
Ia menambahkan bahwa isu yang diangkat dalam Musywil tahun ini merupakan agenda yang dekat dengan masa depan pelajar Muhammadiyah.
“Perubahan iklim membutuhkan kepedulian generasi muda sejak sekarang. Di sisi lain, penguatan sistem perkaderan IPM, penguatan Spiritualitas Kader, pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) hingga pengembangan IPM Kids menjadi investasi penting untuk memastikan keberlanjutan gerakan IPM” teggas Hengki.
“Melalui Musywil XXIV, kami ingin menghadirkan ruang dialog yang melahirkan gagasan, kolaborasi, dan komitmen bersama untuk membangun gerakan pelajar yang semakin relevan dengan kebutuhan zaman” tambahnya.
Musywil XXIV IPM Jawa Timur diharapkan tidak hanya melahirkan kepemimpinan baru, tetapi juga menghasilkan rekomendasi strategis yang memperkuat peran IPM sebagai organisasi pelajar yang adaptif, progresif, dan siap berkontribusi dalam menyongsong masa depan Indonesia.





0 Tanggapan
Empty Comments