Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus memperluas peluang karier internasional bagi mahasiswa melalui penguatan jejaring dengan berbagai perguruan tinggi dan industri di Jepang. Upaya tersebut diwujudkan melalui lawatan strategis ke Shimonoseki City University, Miyazaki University, serta perusahaan kehutanan Nosuta Kabushi pada 17-23 Juni lalu.
Wakil Rektor IV UMM, Muhamad Salis Yuniardi, M.Psi., Ph.D., menjelaskan bahwa kunjungan tersebut tidak hanya berfokus pada pengembangan kerja sama akademik, tetapi juga membuka akses yang lebih luas bagi mahasiswa untuk melanjutkan studi dan berkarier di tingkat global.
Salah satu hasil konkret dari kerja sama dengan Shimonoseki City University adalah tersedianya kuota bagi mahasiswa UMM untuk melanjutkan studi magister melalui program beasiswa. Sebanyak 12 mahasiswa telah dipersiapkan untuk mengikuti program tersebut.
“Kita sudah ada slot dua belas mahasiswa yang dipersiapkan, nanti lulus mereka akan kuliah S2 di Shimonoseki di bawah beasiswa mereka,” ujar Salis.
Selain kesempatan studi lanjut, kolaborasi kedua institusi juga akan diperluas melalui pengembangan riset bersama dan sektor bisnis komersial. Pada September mendatang, delegasi dari Shimonoseki City University dijadwalkan berkunjung ke UMM guna menjajaki kerja sama lebih lanjut di bidang penelitian, pengembangan kopi, hingga peluang usaha di Jepang.
Untuk mendukung kesiapan mahasiswa, UMM bersama mitranya juga telah menghadirkan Japan Corner. Fasilitas tersebut menyediakan pembelajaran bahasa Jepang dengan pengajar penutur asli guna mempersiapkan mahasiswa yang akan melanjutkan studi maupun bekerja di Jepang.
“Nanti belajar bahasa Jepangnya di situ, tapi Japan Corner juga membuka untuk mahasiswa yang lain yang mau belajar Jepang boleh datang ke situ,” jelasnya.
Penguatan Riset
Sementara itu, kerja sama dengan Miyazaki University diarahkan pada penguatan riset dan program pertukaran mahasiswa. Kedekatan hubungan kedua institusi semakin erat karena sejumlah dosen UMM merupakan alumni dari universitas tersebut.
Di sisi lain, kemitraan dengan perusahaan kehutanan Jepang, Nosuta Kabushi, diproyeksikan mampu memperluas peluang magang dan kerja internasional bagi mahasiswa Fakultas Pertanian dan Peternakan, khususnya bidang kehutanan. Kerja sama tersebut akan diwujudkan melalui pembangunan Forestry Japan Training Center di kawasan Pujon Hill.
Menurut Salis, pihak industri Jepang akan berkontribusi dalam penyediaan kurikulum, perlengkapan, hingga tenaga ahli untuk mendukung pusat pelatihan tersebut.
“Mereka akan invest tenaga, kurikulum, perlengkapan untuk Forestry Japan Training Center di Pujon Hill, sehingga membuka peluang dari teman-teman kehutanan untuk berkarir internasional,” terangnya.
Melalui berbagai kolaborasi strategis tersebut, UMM berharap dapat mencetak lulusan yang memiliki kompetensi global sekaligus memperluas akses mahasiswa terhadap studi lanjut, magang, dan karier di kancah internasional. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments