Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Najib Sulhan: Kalau Karakter Bangsa Gagal, Indonesia Bisa Jadi Bangsa Kuli

Iklan Landscape Smamda
Najib Sulhan: Kalau Karakter Bangsa Gagal, Indonesia Bisa Jadi Bangsa Kuli
SMP Muhammadiyah 10 dinobatkan sebagai juara umum dalam lomba agustusan di PCM Mulyorejo. Foto: Istimewa
pwmu.co -

Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Mulyorejo untuk menegaskan kembali peran pendidikan dalam membangun karakter generasi bangsa.

Pesan itu disampaikan Ketua PCM Mulyorejo Najib Sulhan saat menjadi pembina upacara HUT ke-81 RI di halaman Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya), Senin (17/8/2026).

Upacara diikuti pengurus PCM dan Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Mulyorejo, organisasi otonom (ortom), Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM), serta Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA).

Mantan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya KH Abdul Wahid Syukur turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Peserta upacara didominasi keluarga besar Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) bidang pendidikan. Mereka berasal dari guru TK ABA 06, TK ABA 47, TK ABA 52, dan TK ABA 72, serta guru dan siswa SD Muhammadiyah 8, SD Muhammadiyah 18, SMP Muhammadiyah 10, dan SMA Muhammadiyah 7.

Menariknya, seluruh petugas upacara berasal dari guru dan siswa AUM pendidikan Muhammadiyah.

Dalam amanatnya, Najib Sulhan mengingatkan bahwa mengisi kemerdekaan tidak cukup hanya dengan pembangunan fisik. Bangsa Indonesia juga membutuhkan pembangunan karakter.

Ia mengutip pesan Presiden Soekarno, salah satu pendiri bangsa yang pernah menjadi guru di Muhammadiyah.

“Sesungguhnya tugas bangsa Indonesia dalam mengisi kemerdekaan adalah mengutamakan pelaksanaan nation and character building. Bahkan beliau wanti-wanti, jika pembangunan karakter bangsa tidak berhasil, maka bangsa Indonesia akan menjadi bangsa kuli,” tuturnya.

Menurut Najib, gagasan tersebut sejalan dengan konsep pendidikan Muhammadiyah. Sekolah tidak sekadar mengejar prestasi akademik, tetapi juga membentuk manusia yang memiliki karakter dan mampu berkontribusi bagi kehidupan.

“Murid tidak hanya pintar, tetapi berkarakter. Bahkan sekolah yang dibangun di Muhammadiyah adalah untuk membangun peradaban,” tegasnya.

Najib menilai sekolah memiliki posisi strategis dalam menyiapkan generasi masa depan. Karena itu, Muhammadiyah terus mengembangkan ribuan AUM pendidikan, mulai dari jenjang pendidikan anak usia dini hingga perguruan tinggi.

Untuk menggambarkan besarnya pengaruh pendidikan terhadap masa depan, Najib mengutip pepatah Cina.

“Jika Anda berencana untuk satu tahun, maka tanamlah biji-bijian. Jika Anda berencana sepuluh tahun, tanamlah pepohonan. Jika Anda berencana untuk seribu tahun, tanamlah manusia,” ujarnya.

SMPM 5 Pucang SBY

Dia kemudian menguatkan pesan tersebut dengan mengutip pemikiran Dr Khursyid Ahmad.

“Melalui pendidikan, manusia ‘ditanam’ dan dengan pendidikan masa depan dibangun,” katanya.

Bagi Najib, investasi terbesar sebuah bangsa bukan hanya berupa pembangunan gedung, jalan, atau infrastruktur. Investasi paling menentukan adalah manusia yang dibentuk melalui pendidikan.

Karakter, lanjut Najib, tidak cukup diajarkan melalui teori di ruang kelas. Pendidikan karakter harus terlihat dalam perilaku sehari-hari.

Di titik inilah guru memiliki peran penting. Guru bukan sekadar pengajar, tetapi juga teladan yang perilakunya mudah ditiru oleh siswa.

“Anak itu peniru yang baik. Apa pun yang dilakukan dan diucapkan oleh guru, maka mudah sekali ditiru. Untuk itu, guru harus berhati-hati dalam bertindak dan bertutur,” pesannya.

Karena itu, pendidikan karakter harus dimulai dari keteladanan para pendidik. Sikap, ucapan, kedisiplinan, dan cara guru memperlakukan orang lain menjadi bagian dari pendidikan yang diterima siswa setiap hari.

Mengakhiri amanatnya, Najib mengajak para siswa untuk mengisi kemerdekaan dengan belajar sungguh-sungguh.

Menurutnya, kemauan yang kuat akan membuka jalan bagi bertambahnya pengetahuan dan kemampuan generasi muda.

Setelah upacara selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pengumuman pemenang berbagai lomba Agustusan yang diselenggarakan AUM pendidikan Muhammadiyah Mulyorejo. SMP Muhammadiyah 10 berhasil meraih juara umum.

Bagi PCM Mulyorejo, rangkaian peringatan HUT ke-81 RI tersebut bukan sekadar seremoni. Upacara menjadi ruang untuk kembali mengingatkan bahwa kemerdekaan harus diisi dengan kerja nyata, salah satunya melalui pendidikan yang melahirkan generasi berilmu sekaligus berkarakter. (*)

Revisi Oleh:
  • Agus Wahyudi - 18/08/2026 06:49
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu