Upaya memperkuat tradisi penulisan sejarah Muhammadiyah terus dilakukan. Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah bekerja sama dengan Majelis Pustaka, Informasi, dan Digitalisasi (MPID) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur akan menggelar Akademi Sejarawan Muhammadiyah di Surabaya pada 7–11 Agustus 2026.
Pelatihan yang akan berlangsung selama lima hari tersebut dipusatkan di Universitas Muhammadiyah Surabaya dan diikuti hanya 25 peserta dari 9 PWM di Indonesia yang berasal dari unsur perguruan tinggi Muhammadiyah, MPI daerah, serta para pegiat dan peneliti sejarah Muhammadiyah.
Wakil Ketua MPI PP Muhammadiyah, Widiastuti, menjelaskan bahwa Akademi Sejarawan Muhammadiyah bertujuan meningkatkan kapasitas para penulis sejarah agar mampu mendokumentasikan perjalanan Muhammadiyah secara ilmiah dan sistematis.
“Menulis sejarah bukan sekadar menuliskan peristiwa. Ada metodologi, pendekatan, dan kaidah ilmiah yang harus dipahami. Akademi Sejarah Muhammadiyah ini menjadi bagian dari ikhtiar Muhammadiyah untuk merawat memori kolektif Persyarikatan sekaligus mendorong lahirnya penulisan sejarah lokal yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademik,” ujarnya saat audiensi dengan PWM Jawa Timur, Jumat (26/6/2026).
Menurutnya, banyak sejarah Muhammadiyah di tingkat cabang, daerah, maupun amal usaha yang belum terdokumentasi dengan baik. Melalui akademi ini, peserta diharapkan mampu melakukan penelitian sejarah hingga menghasilkan buku-buku sejarah Muhammadiyah yang berkualitas.
Sementara itu, Sekretaris PWM Jawa Timur, Prof. Biyanto, menyambut baik dipilihnya Jawa Timur sebagai tuan rumah penyelenggaraan Akademi Sejarah Muhammadiyah.
Ia menilai kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat budaya literasi sejarah di lingkungan Muhammadiyah, khususnya di Jawa Timur yang memiliki perjalanan panjang dalam perkembangan Persyarikatan.
“Kami mendukung penuh langkah-langkah PP Muhammadiyah dalam mengembangkan penulisan sejarah. Harapannya, kegiatan ini dapat melahirkan kader-kader penulis sejarah dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah yang mampu mendokumentasikan sejarah Muhammadiyah di daerahnya masing-masing secara lebih baik,” ungkapnya.
Ketua MPID PWM Jawa Timur, Aribowo, menambahkan bahwa pihaknya siap mendukung seluruh kebutuhan pelaksanaan kegiatan, mulai dari tempat, koordinasi peserta, hingga teknis penyelenggaraan.
“Akademi Sejarawan Muhammadiyah menjadi kesempatan berharga bagi Jawa Timur untuk melahirkan penulis-penulis sejarah Muhammadiyah yang memiliki kemampuan riset dan penulisan yang kuat. Kami berharap kegiatan ini menjadi awal lahirnya berbagai buku sejarah Muhammadiyah dari daerah-daerah di Jawa Timur,” katanya.
Selama lima hari pelaksanaan, peserta akan memperoleh berbagai materi mengenai metodologi penelitian sejarah, penelusuran arsip dan sumber sejarah, teknik wawancara sejarah lisan, penulisan historiografi Muhammadiyah, hingga praktik penyusunan naskah sejarah yang siap diterbitkan menjadi buku.
Akademi Sejarawan Muhammadiyah dijadwalkan dibuka pada Jumat, 7 Agustus 2026, dan berlangsung hingga Selasa, 11 Agustus 2026, bertempat di Universitas Muhammadiyah Surabaya. Pesertanya diseleksi. Dan akan diinkubasi bersama pemateri dari Profesor kampus-kampus negeri dan Muhammadiyah serta peneliti Muhammadiyah Jawa Timur. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments